LAGA akbar bakal terjadi di putaran kelima Piala FA, ketika dua raksasa Liga Primer Chelsea menantang Manchester City. Pertandingan akan dilangsungkan 20-21 Februari ini dengan the Blues sebagai tuan rumah dalam partai di Stamford Bridge itu.
Meski tertatih-tatih di Liga Primer, skuat Guus Hiddink itu menang mudah atas tim Championships Milton Keynes Dons 5-1, kemarin dini hari. Oscar mencetak hattrick, sedangkan Eden Hazard membukukan gol perdana musim ini dan satu lesakan lain dibuat oleh Bertrand Traore.
Home » Posts filed under Chelsea
Kamis, 04 Februari 2016
Chelsea Tantang Manchester City
Sabtu, 15 November 2014
Wenger Isyaratkan Lempar Handuk
Wenger memprediksi Arsenal tak mungkin lagi mengejar defisit 12 poin dengan pemimpin tabel sementara Chelsea meski masih ada 27 laga sisa. MESKI baru me masuki matchday 11, pelatih Arsenal Arsene Wenger mengisyaratkan sudah lempar handuk dalam perebutan gelar juara Liga Primer. Itu merupakan ungkapan kekecewaan sang juru taktik setelah melihat timnya dipermalukan Swansea City 1-2, kemarin.
Arsitek bergelar `the Professor' itu jauh dari senang atas penampilan anak-anak asuhnya di Liberty Stadium. Meski memimpin hingga menit 75 lewat gol Alexis Sanchez di menit 63, the Gunners akhirnya pulang tanpa poin setelah kebobolan dua gol hanya dalam kurun 3 menit lewat tendangan bebas Gylfi Sigurdsson (76') dan Bafetimbi Gomis (79').
Akibat kegagalan itu, `Meriam London' terlempar ke urutan keenam klasemen sementara dengan 17 angka. Menurut hitunghitungan Wenger, mereka tak mungkin lagi mengejar defisit 12 poin dengan pemimpin tabel sementara Chelsea meski masih ada 27 laga sisa.
“Dengan perolehan poin mereka (Chelsea), mereka tidak mungkin lagi terkejar,“ kata pelatih asal Prancis itu.
Bukan hanya masalah terpuruk di klasemen sementara, hasil itu juga merisaukan Wenger, terutama soal organisasi di lini belakang. Itu merupakan kali kedua beruntun tim asal London utara tersebut tak mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Beberapa hari lalu di pentas Liga Champions, Arsenal akhirnya berbagi poin dengan Anderlecht. Padahal, dalam laga di Emirates itu, mereka sudah unggul dulu 3-0 sebelum akhirnya disamakan tim tamu menjadi 3-3. “Kami memimpin, tapi kehilangan dua poin dari Anderlecht dan tiga poin dari Swansea. Ini sangat-sangat mengecewakan,“ ungkap Wenger.
Kekesalan pria berusia 65 tahun terhadap timnya yang belum juga mampu menembus empat besar bahkan mengalahkan kekesalannya terhadap ulah Matieu Flamini. Sang pemain tengah terlihat marah kala Wenger menggantinya dengan Jack Wilshere di paruh kedua dan buru-buru masuk ruang ganti begitu peluit panjang berbunyi.
“(Flamini) itu bukan kekhawatiran terbesar saya saat ini,“ hardik Wenger.Kartu merah Hasil tak mengenakkan juga harus dialami Atletico Madrid di pekan ke-11 La Liga, kemarin.Mereka tersandung kartu merah untuk Guilherme Siqueira di menit 50 sehingga akhirnya menyerah 1-2 dari Real Sociedad.
Sang juara bertahan sebetulnya mendominasi hampir di sepanjang laga. Terbukti Los Rojiblancos sudah memimpin sejak menit ke-10 lewat gol Mario Mandzukic. Namun, 4 menit kemudian, Carlos Vela menyamakan skor bagi tuan rumah.
Kartu merah untuk Siquiera 5 menit setelah jeda seperti angin segar bagi Sociedad yang belum pernah menang dalam delapan laga terakhir. Delapan menit sebelum bubaran, Imanol Agirretxe akhirnya menghadirkan tiga angka pertama timnya sekaligus mengirim kekalahan pertama Atleti dalam enam laga terakhir.
Meski gagal mencuri angka, pelatih Atletico Diego Simeone tidak terlalu menganggap itu sebagai kerugian. Beberapa jam sebelumnya, dua pesaing terdekat Atletico saat ini, Valencia dan Sevilla, juga hanya imbang dengan lawan masing-masing.
“Saya tidak terlalu pusing dengan kekalahan ini karena Valencia dan Sevilla juga hanya imbang,“ ungkap Simeone.
Bagi Sociedad, hasil itu mengangkat mereka hingga posisi 15 setelah terbenam hanya dua tingkat dari dasar tabel dengan nilai sembilan. Meskipun demikian, perolehan poin yang sama dengan lima tim ke bawah masih belum menjamin posisi mereka aman dari degradasi.(AFP/AP/R-1) Media Indonesia, 11/11/2014, halaman 28
Kamis, 13 November 2014
Teknologi Untungkan Chelsea
Arsenal bertekad memperbaiki performa mereka di Liga Primer dengan mengalahkan Swansea. Berlaga di kandang sendiri, Anfi eld, Liverpool dirugikan teknologi garis gawang yang telah diaplikasikan di Liga Primer sejak musim ini. Berkat teknologi terbaru di dunia sepak bola tersebut, ‘si Merah’ harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor tipis 1-2, kemarin.
Permainan dengan tempo lambat diperlihatkan dua tim di awal laga. Namun, sepakan spekulasi gelandang muda Emre Can yang terdefleksi membuat Liverpool unggul terlebih dahulu saat laga berjalan 9 menit. Tidak perlu waktu lama, lima menit kemudian, Chelsea menyamakan kedudukan setelah bek Gary Cahill memanfaatkan kemelut di depan gawang. Meski sempat diselamatkan oleh kiper Liverpool Simon Migno let, teknologi garis gawang menyatakan, jika usaha Cahill tersebut berbuah gol.
Di paruh kedua, penyerang Chelsea Diego Costa akhirnya menjadi aktor antagonis kubu tuan rumah setelah sepakannya merobek gawang Liverpool. Gol ini menjadi gol ke-10 pemain Timnas Spanyol itu sekaligus membuat Liverpool menderita kekalahan kelima di Liga Primer musim ini.
Di lain pihak, kemenangan membuat the Blues julukan Chelsea terus menjaga performa apiknya dengan menjadi satu-satunya tim yang belum merasakan kekalahan musim ini. Hasil positif skuat asuhan Jose Mourinho tersebut juga membuat posisi Chelsea di puncak klasemen semakin kokoh dengan 29 poin. Performa naik turun Dari laga malam nanti, Arsenal harus segera memperbaiki performa yang masih saja naik turun saat dijamu tuan rumah Swansea City dalam pekan ke-11 Liga Primer.
Performa menurun ditunjukan anak asuh Arsene Wenger ini sete lah tertahan wakil Belgia Anderlecht di Liga Champions meski telah unggul tiga gol lebih dahulu. Menghadapi the Swans, Wenger tidak akan memaksakan kehadiran penyerang Theo Walcott di 90 menit laga penuh.
Walcott sendiri telah menjalani debut di 10 menit terakhir saat kontra Burnley pekan lalu setelah harus menjalani perawatan cedera lutut. Akibat cedera itu, Walcott pun harus absen selama 10 bulan sejak Januari. “Dia (Walcott) sudah tidak bermain selama 10 bulan. Sebagian orang berpikir bahwa dia mesin tapi kami adalah manusia biasa,” ujar Wenger.
Di lain pihak Swansea juga dalam kondisi yang kurang baik setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam enam laga terakhir. Namun, usaha untuk bangkit Wilfried Bony dan kolega harus terganggu setelah gelandang andalan Jonjo Shelvey absen akibat akumulasi kartu.
Untuk menggantikan perannya, pelatih Swansea Garry Monk kemungkinan akan memainkan gelandang Tom Carrol yang dipinjam dari Tottenham Hotspur.
Sementara itu, baik Sunderland maupun Everton akan mencoba mengais hasil positif kala bertemu di Stadium of Light kandang Sunderland, Minggu (9/11) malam. Keduanya juga masih dalam suasana kemenangan setelah meraih poin penuh dalam pertandingan terakhir mereka.
Statistik pertemuan musim lalu pun berakhir seimbang dengan saling mengalahkan di kandang lawan dengan skor tipis 1-0. Namun, jika merunut lima pertemuan terakhir dua tim, Everton unggul 3-2.
Penyerang Everton Romelu Lukaku patut diwaspadai Sunderland. Lukaku mencetak tiga gol dalam empat pertandingan terakhir. (goal.com/R-3) Media Indonesia, 9/11/2014, halaman 7
Rabu, 12 November 2014
Liverpool tidak Inferior
Meski lebih diunggulkan, Chelsea tidak berani menganggap enteng Liverpoo yang bermain di kandang sendiri.
PELAJARAN ialah guru yang terbaik. Hal itu pun diyakini benar oleh arsitek Liverpool Brendan Rodgers. Itu sebabnya ia mengaku sudah menyiapkan strategi khusus saat menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield, nanti malam.
Tidak mudah memang, sebab penampilan tim besutan Jose Mourinho itu relatif konsisten. Chelsea bahkan menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Primer musim ini. Mereka kukuh bercokol di posisi puncak klasemen dengan 26 poin dari 10 laga, sedangkan Liverpool masih tercecer di urutan ketujuh dengan 14 angka.
Tidak mengherankan jika Chelsea lebih diunggulkan dalam laga nanti, meskipun mereka bertindak sebagai tim tamu. Namun, Rodgers menegaskan timnya tidak merasa inferior. Juru taktik asal Irlandia Utara itu mengaku sudah belajar banyak dari pertemuan musim lalu. Dari dua pertemuan terakhir kedua tim, the Reds selalu menjadi pecundang. Pertama dengan skor 1-2 dan kedua 0-2.
Ironisnya, pertemuan terakhir di Anfield itu juga diwarnai insiden memalukan oleh sang kapten Steven Gerrard. Kala itu, Gerrard terpeleset sehingga bola diambil Demba Ba yang langsung membobol gawang `si Merah'. Akibatnya, Liverpool bukan hanya kalah, melainkan juga kehilangan peluang untuk gelar Liga Primer pertamanya sejak 1990.
“Kami sudah belajar dari (dua) laga sebelumnya. Ini merupakan tantangan baru dan tentu saja ini akan menjadi laga yang sulit buat kami,“ cetus Rodgers. “Mereka belum terkalahkan dan merupakan tim terkuat di liga saat ini. Tapi bagi kami, bermain di Anfield, siapa pun lawannya, kami selalu yakin bisa mendapatkan hasil yang baik,“ imbuhnya.
Mantan arsitek Swansea City itu memang layak percaya diri, sebab ia nyaris tidak punya masalah dengan kondisi pemain. Rodgers bahkan rela dihujani kritik saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions, Rabu (5/11), lantaran hanya menurunkan para pemain lapis keduanya.
“Memang ada yang mengkritik, tapi itu hak tim dan para pemain. Jika saya menurunkan Kolo Toure, Lucas Leiva, atau Adam Lallana itu karena performa mereka bagus. Tapi inilah risiko manajer dan saya tidak terpengaruh karenanya. “Jaga standar Di sisi lain, para pemain Chelsea juga cukup percaya diri menghadapi laga nanti. Gelandang Nemanja Matic bahkan berjanji akan kembali mempermalukan Liverpool di depan para pendukung mereka, sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka.
Di samping itu, ia juga akan membuktikan bahwa mereka juga bisa bermain menyerang. Hal itu untuk menutup mulut Rodgers yang menuding mereka terlalu bertahan pada pertemuan terakhir. “Banyak tim yang mencoba memarkir bus saat melawan kami, tapi kami tetap menang. Tidak mudah memang. Jika Anda bertahan, Anda harus tahu bagaimana bertahan. Dalam laga, kami menunjukkan kualitas. Yang pasti tidak ada seorang pun yang senang ketika timnya kalah,“ sindir Matic.
Berbeda dengan Matic, Branislav Ivanovic justru memperingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai kebangkitan Liverpool. Salah satu caranya ialah dengan membenahi penampilan mereka jika tidak mau menuai hasil sama seperti ketika ditahan Maribor.
“Kondisinya tentu berbeda dengan musim lalu. Saat itu, Liverpool ingin menang untuk menjadi juara. Tapi kini kami sebagai pemuncak klasemen dan mereka penantangnya,“ ujar Ivanovic. (AFP/AP/R-2) Media Indonesia, 8/11/2014, halaman 21
Rabu, 29 Oktober 2014
Chelsea Terancam Denda Mou Enggan Berkomentar
Arsitek MU Louis van Gaal menghardik Robin van Persie dengan sebutan bodoh meski ia menjadi pahlawan. BUKAN hanya gagal mencuri poin penuh, Chelsea juga amat mungkin bakal didenda sebesar 25 ribu pound dalam laga kontra Manchester United yang berakhir 1-1, di Old Trafford, kemarin. Pasalnya, the Blues mengantongi lebih dari enam kartu kuning, tepatnya tujuh kartu kuning plus satu kartu merah.
Kejadian yang sama pernah dirasakan MU pada 2008 silam.Uniknya kala itu `Setan Merah' juga menghadapi lawan yang sama, yakni Chelsea. Bedanya, laga itu terjadi di Stamford Bridge. Saat menanggapi ini, arsitek si `Biru' Jose Mourinho mengaku amat kecewa dengan keputusan wasit. Namun, ia tidak ingin berkomentar lebih jauh.
“Saya tidak ingin bicara tentang (Branislav) Ivanovic, akumulasi kartu kuning, bahkan tentang lemparan ke dalam. Jika saya bicara terlalu banyak, Anda tahu sendiri, saya bisa terkena masalah,“ ujar Mourinho seusai pertandingan. Lima kartu kuning Chelsea itu yakni dikantongi Didier Drogba, Oscar, Eden Hazard, Nemanja Matic, dan Cesc Fabregas. Adapun, dua lainnya menjadi `kado pahit' bagi Ivanovic yang akhirnya mendapat kartu merah akibat akumulasi di menit 90+3.
Kartu merah itu pula yang menjadi awal petaka bagi Chelsea dalam laga tersebut. Padahal, kemenangan sepertinya sudah di depan mata lantaran sejak memimpin pada menit ke53 lewat Didier Drogba hingga di penghujung laga, tuan rumah tidak mampu membalasnya.
Baru setelah Robin van Persie yang dengan sigap menyambut bola muntah hasil tendangan bebas Angel Di Maria, publik Old Trafford kembali tersenyum. Sebaliknya, Mou me nyaksikan gol itu dengan sinis.Pun meski faktanya tim asal London itu sukses mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di Liga Primer musim ini.
“Old Trafford memang tempat yang tak mudah. Hasil di sini bukanlah yang kami inginkan, tapi penampilan kami sebetulnya sudah cukup bagus,“ tukas the Happy One.
Dengan hasil ini, Chelsea masih mempertahankan puncak klasemen dengan nilai 23, unggul empat angka dari runner-up Manchester City yang sehari sebelumnya kalah 1-2 dari West Ham United. Sebaliknya, MU masih tertahan di urutan ke-10 dengan 8 de ngan defisit 10 angka.Selebrasi bodoh Di sisi lain, arsitek MU Louis van Gaal secara terus terang mengaku tidak suka cara Van Persie merayakan golnya. Pun meski rekan senegaranya itu menjadi pahlawan tim.
Alih-alih memuji, Van Gaal justru menghardik striker timnas Belanda itu dengan sebutan bodoh karena melakukan selebrasi gol yang mengakibatkan ia menerima kartu kuning. Seusai membobol gawang Courtois, Van Persie berlari ke arah tribune suporter tuan rumah kemudian membuka bajunya sebagai selebrasi. Wasit Phil Dowd pun tak ragu mengeluarkan kartu kuning, meski hal ini tak membuat Van Persie absen di partai selanjutnya kontra Manchester City.
“Dia melakukan reaksi bodoh setelah gol.Anda boleh merasa senang, tapi Anda tak perlu membuka kaus karena Anda akan mendapat kartu kuning. Tindakan itu tak terlalu pintar,“ cetus Van Gaal.
Secara keseluruhan, mantan arsitek der Oranje itu puas dengan mental bertanding anakanak asuhnya. Mereka sanggup berjuang hingga detik-detik akhir meski tim tamu memaksa mereka frustrasi dengan pertahanan yang solid.
“Hal yang paling memuaskan adalah karena anak-anak mau berlari sampai 90 menit untuk mencetak gol,“ imbuh Van Gaal. Hasil imbang ini, lanjut suksesor David Moyes itu juga bisa menjadi sinyal bahwa United bukan tim yang bisa diremehkan. Meski mengakui seharusnya `Setan Merah' bisa mengamankan poin penuh di kandang, mengimbangi tim teratas tabel tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya bisa membayangkan kami mengalahkan Chelsea, tapi kami setidaknya mampu mengimbangi tim teratas itu,“ pungkas Van Gaal. (AFP/AP/R-4) Media Indonesia, 28/10/2014, Halaman : 28
Kamis, 01 Mei 2014
Liverpool dan Chelsea Perang Urat Saraf
Meski kini kedua tim terpaut delapan tangga, Manchester City tidak bisa meremehkan Crystal Palace yang kini menggenggam predikat sebagai tim kedua setelah Liverpool yang konsisten di jalur kemenangan. PERANG urat saraf an tara Liverpool dan Chelsea memuncak sehari jelang pertemuan di Anfield hari ini. Keduanya sama-sama enggan terbuka soal pemain yang bakal diturunkan dalam starting line-up, termasuk mengenai kondisi kebugaran terakhir para punggawa mereka.
Tidak seperti biasanya, pelatih Liverpool Brendan Rodgers enggan memberi tahu perkembangan Daniel Sturridge. Top skorer kedua Liga Primer itu absen akhir pekan lalu saat the Reds menang 3-2 atas Norwich City karena cedera hamstring. Dokter tim sempat menyatakan eks striker Chelsea itu mungkin bisa kembali merumput ketika menjamu mantan klubnya tersebut. Namun kemarin, Rodgers menyatakan kebugaran salah satu dari tiga ujung tombaknya itu masih dalam pantauan.
“Kami masih menanti perkembangannya dalam 24 jam ke depan, yang jelas dia berjuang keras untuk bisa kembali ke dalam tim,“ kata Rodgers seperti dilansir situs resmi klub, kemarin.
Pernyataan sang juru taktik Steven Gerrard dkk ini bagai balasan atas sikap misterius yang ditunjukkan pelatih Chelsea Jose Mourinho. Sebelumnya, the Happy One menutup mulut rapat-rapat ketika ditanya skuat seperti apa yang akan diterjunkan di Anfield. “Tunggulah sampai Minggu dan hanya pada hari Minggu itu publik akan mengetahui siapa saja yang saya turunkan,“ ujar Mou.
Awalnya, Mou menandaskan bakal merotasi pemain mengingat setelah ini mereka akan kedatangan Atletico Madrid di leg dua semifinal Liga Champions. Namun, pernyataan ini mengundang reaksi dari suporter yang tetap menginginkan klub berkonsentrasi ke liga lokal.
Yang jelas, Liverpool di pastikan menurunkan skuat terbaik, termasuk top skorer Luis Suarez berduet dengan Raheem Sterling dan didukung umpan dari Steven Gerrard. Sementara Chelsea tetap akan diperkuat kapten Frank Lampard plus Mikel John Obi yang absen di leg dua kontra Atletico karena akumulasi kartu kuning.
Incar runner-up Dua jam setelah jamuan Liverpool kepada Chelsea usai, giliran Manchester City berupaya mencuri angka penuh di Selhurst Park, kandang Crystal Palace. Jika mampu membawa pulang tiga angka dan the Blues tersungkur di kaki the Kops, City akan naik ke posisi runner-up.
Namun, misi itu tidaklah mudah meski kini kedua tim terpaut delapan tangga. Palace kini menggenggam predikat sebagai tim kedua setelah Liverpool yang konsisten di jalur kemenangan dengan rekor lima kali menang berturut-turut.
The Citizens punya rekor bagus ketika terakhir kali bertemu Palace di Etihad, yaitu menang 1-0. Meskipun demikian, Pelatih Manuel Pellegrini menekankan hasil itu tidak e bisa dijadikan patokan. “Palace e akan menjadi lawan yang sui lit, kami harus bermain amat bagus jika ingin menang,“ kata h Pellegrini.
Sebaliknya bagi Manchester e Biru, lini pertahanan mereka t tengah menjadi sorotan karena bobol delapan kali dalam lima r partai belakangan. Namun, barisan bomber yang dimiliki tetangga Manchester United itu juga tidak bisa diremehkan r karena telah mengemas 12 gol dalam lima laga. Dari St Mary's Stadium, Everton takluk 0-2 kepada i Southampton. Dua gol Southk ampton tercipta lewat dua gol bunuh diri pemain Everton.
Bagi the Toffees kekalahan ini membuat peluang mereka untuk menembus zona Liga Champions agak berat. Gol bunuh diri pertama dibuat bek Everton Antolin Alcarez di detik ke-53. Bola yang disundul ke arah kiper Tim Howard malah masuk gawang. Seamus Coleman kembali membuat kesalahan serupa di menit ke-31. Umpan Nathaniel Clyne malah diarahkan ke sudut gawang. (Reuters/ AP/R-3) Media Indonesia, 27/04/2014, Hal : 7.
Rabu, 23 April 2014
Dilema Kiper Pinjaman
SELEPAS undian babak semifinal Liga Champions di markas UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (11/4), kubu Chelsea langsung bereaksi.Klub milik Roman Abramovich itu mengingatkan Atletico Madrid soal perjanjian yang menyebutkan kiper Thibaut Courtois tidak bisa diturunkan jika kedua tim bertemu.
Kiper timnas Belgia berusia 21 tahun tersebut sejatinya milik Chelsea yang dipinjamkan ke klub elite La Liga itu. Namun, dalam salah satu klausul, Atletico boleh memainkan Courtois jika mau membayar kompensasi sebesar 5 juta pound (Rp133 miliar) untuk dua laga--sebuah angka yang besar untuk sekadar tampil dalam dua laga saja.
Presiden Atletico Enrique Cerezo mengaku tidak bisa memenuhi permintaan Chelsea.
Bahkan klub kandidat juara La Liga itu sudah siap dengan skenario terburuk, yakni menurunkan kiper cadangan Dani Aranzubia.Beruntung, UEFA bergerak cepat. Dengan alasan menjaga integritas kompetisi, mereka mengizinkan Courtois tetap ikut bertanding.
UEFA menonaktifkan segala klausul yang merintangi klub untuk menurunkan pemain dalam sebuah pertandingan di kancah Europa.‘Integritas kompetisi ialah prinsip fundamental UEFA’, tulis asosiasi itu dalam pernyataannya. Regulasi Liga Champions atau Liga Europa sudah menetapkan larangan bagi klub yang menggunakan atau mencoba menghalangi pemain lawan tampil atau tidak tampil dalam sebuah laga.
‘Artinya, ketetapan apa pun dalam kontrak personal antarklub terkait yang berfungsi memengaruhi pemain lawan untuk bisa tampil dinyatakan nol, dihindarkan, dan tak dapat dilaksanakan’.
Setelah putusan itu, Marca mengabarkan Chelsea dan Atletico sudah bertemu untuk membahas masalah tersebut. Mereka bisa mencapai kesepakatan di bawah tangan. Courtois boleh bermain, tetapi Atletico harus membayar sejumlah uang kepada Chelsea.
Selain itu, Marca juga menduga Atletico dan Chelsea sudah mencapai kesepakatan perihal peminjaman Courtois untuk musim depan. Untuk itu, Atletico harus membayar cukup mahal untuk peminjaman musim depan. Orangtua Courtois pun angkat bicara. Untuk musim depan (musim keempat), mereka mengisyaratkan sang anak akan tetap di Spanyol.
“Saya pikir dia separuh orang Spanyol saat ini,” ungkap ibu Courtois, Gitte Lambrechts, saat ditanya tentang kepindahan anaknya ke Chelsea. “Sekarang dia harus melihat apa yang Chelsea katakan. Baginya, saya pikir, hal terpenting ialah dia bermain untuk klub yang bagus dengan tim yang bagus dan setinggi mungkin,” tambahnya.
Seakan mengamini apa yang dikatakan sang istri, Thierry Courtois juga mengisyaratkan Courtois akan bertahan di Spanyol.“Saya pikir sebagian besar kariernya akan dia habiskan di Spanyol. Dia bisa bermain untuk 14 tahun ke depan dan sebagian besar mungkin akan dia lakukan di Spanyol,” ujarnya. (AP/Rtr/ Era/R-4) Media Indonesia, 21/04/2014, hal 28
Chelsea Siap Terus Tekan Liverpool
Dengan empat laga tersisa, peluang Chelsea dan Liverpool untuk menjadi juara amat mungkin akan ditentukan di Anfield. CHELSEA berteka duntuk terus memberi tekanan kepada pemun cak klasemen sementara Liga Primer, Liverpool, hingga kompetisi berakhir. Untuk itu, mereka akan berusaha memetik poin penuh dalam duel melawan Sunderland di Stamford Bridge, nanti malam.
Bukan pekerjaan mudah memang. Sebab tim besutan Gus Poyet itu baru saja mendapat suntikan moral setelah sukses menahan imbang kandidat juara lainnya, Manchester City, 2-2 di Stadion Etihad, tengah pekan lalu. Aston Villa dan Crystal Palace, kepercayaan diri the Blues baru pulih dengan mengalahkan Stoke City dan Swansea City.
“Itu akan menjadi laga yang sangat sulit. Apalagi kami baru saja memainkan tiga pertandingan dalam waktu yang berdekatan. Namun, itulah mengapa kami menjadi salah satu klub elite di Inggris dan Eropa,” tukas kiper Chelsea Petr Cech.
Menurut penjaga gawang asal Republik Ceko tersebut, kemenangan atas the Black Cats sangat penting buat mereka. Sebab mereka akan mengudeta the Kops dari puncak klasemen. Meski mungkin jadi pemuncak hanya sehari, hal itu akan memberi tekanan bagi Luis
Surez dkk yang baru bertanding besok melawan Norwich City. Saat ini, Chelsea berada di posisi kedua dengan 75 poin dari 34 laga, atau hanya terpaut 2 angka dari Liverpool.
Dengan empat laga tersisa, peluang kedua tim untuk menjadi kampiun Liga Primer musim ini memang masih terbuka lebar dan itu amat mungkin akan ditentukan di Anfi eld, pekan depan. Di sisi lain, the Black Cats juga membutuhkan banyak poin untuk mengindari degradasi. Saat ini Sunderland masih berkubang di dasar klasemen dengan 26 poin dari 33 laga. Mereka tertinggal 3 angka
dari tim peringkat 19 Cardiff City dan 4 poin dari Fulham.
Namun, keduanya sudah memainkan 34 laga. “Kami sudah menunjukkan performa yang luar biasa saat melawan City. Hal itu sedikit banyak memberi kami kepercayaan diri untuk menghadapi Chelsea,” tukas Poyet. “Kami hanya perlu melupakan lawan dan konsentrasi hanya pada diri sendiri ,” imbuh juru taktik asal Uruguay itu.
Sayangnya, Poyet tidak bisa menurunkan semua pemain terbaiknya. Selain kehilangan Phil Bardsley yang diskors, ia juga tidak bisa menurunkan Ki Sung-Yueng (cedera otot), dan Steven Fletcher (cedera pergelangan kaki). Media Indonesia, 19/04/2014, Hal : 24
Minggu, 30 Maret 2014
Rekor Terburuk MU sejak 1991
Bersama dengan Chelsea dan Liverpool, City kini menjadi tim yang paling berpeluang menjuarai Liga Primer musim ini.
O LD Trafford yang di juluki `Panggung Im pian' berubah men jadi `Panggung Mimpi Buruk' bagi Manchester United, kemarin. Betapa tidak?
Untuk kali pertama sejak 1991, sang empunya stadion, MU, menderita 10 kekalahan di Liga Primer. Hasil buruk itu seolah melengkapi kiprah `Setan Merah' sejak terjadi suksesi manajerial dari Sir Alex Ferguson ke David Moyes.
Celakanya lagi, justru rival sekota mereka, Manchester City, yang memberikan mimpi buruk itu lewat kemenangan 3-0. Dalam laga tersebut, Edin Dzeko menyarangkan dua gol di detik ke-42 dan menit 56, sedangkan gol pamungkas dibuat Yaya Toure di injury time.
Ini juga kali pertama United dikalahkan City dua kali dalam satu musim. Dalam pertemuan pertama di Etihad, Minggu (22/9/2013), Manchester Biru juga menyudahi laga dengan kemenangan telak, yaitu 4-1.
Dua kali kekalahan di musim yang sama dari City juga pernah dialami United pada 1991. Di musim keempat Alex Ferguson itu, `Setan Merah' akhirnya finis di urutan ketujuh, meski berhasil membawa pulang trofi Eropa.
Sayangnya, tahun ini pencapaian MU jauh lebih buruk.
Pada 1991 mereka finis dengan total 75 poin, sedangkan tahun ini jumlah angka pasukan David Moyes itu paling tinggi hanya 72. Mereka baru mengoleksi 51 poin, sedangkan kompetisi menyisakan tujuh partai sisa.
Betul, MU masih berpeluang mengakhiri musim dengan trofi Liga Champions. Namun, melewati juara bertahan Bayern Muenchen di perempat final bukanlah tugas ringan. Apalagi, wakil Jerman itu tengah trengginas baik di Bundesliga maupun Eropa. “Kami sebetulnya memulai pertandingan dengan motivasi tinggi, tapi gol yang tercipta sangat awal membuat kami kaget dan bermain tidak seperti seharusnya,“ kilah Moyes.
Peluang besar Kontras dengan MU, bagi City, kemenangan itu membuat mereka sebagai tim yang paling berpeluang menjuarai Liga Primer musim ini. The Citizens memang masih duduk sebagai runner-up dengan tiga angka di bawah Chelsea, tetapi masih menyisakan dua laga lebih banyak ketimbang the Blues.
Apalagi, dalam laga lainnya Arsenal juga kembali gagal memetik poin penuh setelah hanya bermain imbang 2-2 dengan Swansea City. Boleh dibilang perebutan gelar tampaknya tinggal mengerucut ke tiga tim, yaitu Chelsea (69 poin), City (66) dan Liverpool (65).
“Kami tidak unggul dari tim mana pun. Perebutan juara tetap ketat dan kami masih bersaing dengan tiga tim, yaitu Chelsea, Arsenal, dan Liverpool,“ ujar Manuel Pellegrini.
Sebaliknya, arsitek Arsenal Arsene Wenger mulai berpikir logis dengan peluang timnya.
Menurutnya, hasil imbang dengan Swansea itu telah meruntuhkan mental timnya.
“Hasil ini sangat melukai kami, tapi kami tidak boleh patah semangat untuk mengejar gelar juara musim ini,“ kata Wenger. (Rtr/AP/R-4/MEDIA INDONESIA,27/03/2014, HAL:27)
Selasa, 25 Februari 2014
Momen Chelsea untuk Bertahan di Puncak
Bagi pelatih Everton Roberto Martinez, laga tandang ini menjadi tolok ukur pantas tidaknya the Toffees lolos ke Liga Champions.
CHELSEA tak sekali pun kalah dalam 18 laga kandang mereka melawan Everton di ajang Liga Primer. Menang sembilan kali dan imbang sembilan kali ialah bukti bahwa the Blues kembali sulit dikalahkan saat keduanya bentrok di Stamford Bridge malam ini.
Klub besutan Jose Mourinho itu kini sedang memimpin kla semen sementara dengan 57 angka, unggul 1 poin dari Ar senal. Itu sebabnya Chelsea tak ingin terpeleset karena Arsenal dan Manchester City bisa kapan saja menyalip mereka.
Adapun Everton yang duduk di posisi keenam sedang berusaha mendekati zona empat besar untuk bisa berlaga di Liga Eropa musim depan. Chelsea diyakini akan kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya setelah disingkirkan Manchester City di babak V Piala FA.
“Kami kalah di pertandingan terakhir di Piala FA dan kami tidak ingin kalah dua kali beruntun. Itu buruk,” ujar striker Chelsea Dem ba Ba di situs resmi klub.
“Kami hanya akan melakukan apa pun di hari Sabtu (ma lam ini) karena penting
un tuk segera kembali ke jalur ke menangan. Ini penting untuk persaingan ke gelar juara dan untuk kepercayaan diri ka mi,” imbuh pemain asal Senegal itu.
Bagi pelatih Everton Roberto Martinez, laga tandang ini akan menjadi tolok ukur pantas tidaknya the Toffees lolos ke Liga Champions.
Everton saat ini duduk di peringkat keenam klasemen se mentara, berjarak 8 poin da ri rival sekota mere ka, Liverpool, yang menghuni posisi ke empat. Meski begitu, mereka masih punya satu pertandingan lebih banyak.
Dengan 13 laga tersisa, peluang Everton untuk menyodok ke empat besar masih terbuka.
“Kami akan menghadapi Chelsea yang sangat bagus. Seperti yang Anda tahu, itu salah satu
tempat paling menyulitkan untuk meraih 3 angka,” kata Martinez.
“Ini akan menjadi tolok ukur yang bagus bagi diri kami sendiri untuk melihat di mana posisi kami,” imbuh mantan arsitek Wigan Athletic itu.
cuma mampu meraih 1 poin dalam dua laga liga terakhir.
Momentum untuk bangkit dan meraih 3 poin akan terbuka le bar karena yang akan mereka hadapi ialah Sunderland, tim yang kini menghuni posisi ke-18. Apalagi tim berjuluk ‘Kucing Hitam’ itu tak pernah menang di kandang Arsenal sejak 1983.
Kemenangan juga bakal jadi pelipur lara bagi Arsenal
setelah kalah 0-2 dari Bayern Muenchen di laga pertama babak 16 besar liga Champions.
Namun, fakta bahwa Sunderland sudah menjalani enam laga tandang tanpa menelan kekalahan di Liga Primer (3 kali menang, 3 kali imbang) juga harus menjadi perhatian serius Arsene Wenger.
“Kami akan melupakan Liga Champions dan bersiap menghadapi pertandingan mela wan Sunderland. Kami harus melakukannya karena ada ba nyak pertandingan tersisa,” jelas Wenger.
Selain ingin meraup poin pe nuh, Wenger pun berharap Chelsea dan City tergelincir oleh lawan-lawan mereka hari ini. Dengan demikian, Arsenal akan kembali memimpin klasemen sementara.(AP/Rtr/R-4/ Media Indonesia, 22/02/2014)
Minggu, 21 Juli 2013
Chelsea: Kembalikan Uang Fans
Manajemen Chelsea meminta promotor Nine Sport untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan fans di Indonesia untuk mengikuti sesi meet and greet dengan Frank Lampard.
Pekan depan, para suporter fanatik Chelsea di Indonesia bakal kedatangan tim kesayangannya. Kabarnya, pihak Nine Sport selaku promotor yang membawa tim asuhan Jose Mourinho ke Jakarta menggelar beberapa kegiatan di luar lapangan yang melibatkan fans.
![]() |
| Waspada, 20 Juli 2013. |
Selain itu, fans juga merogoh kocek 460 pounds (Rp 7 Juta) untuk mendapatkan kaos yang ditandatangani pemain Chelsea dan 330 pounds (Rp 5 juta) untuk ikut ambil bagian dalam sesi coaching clinic.
Terkejut dengan ulah promotor yang memungut biaya kepada fans, pihak Chelsea pun langsung bereaksi cepat dan berharap Nine Sport segera mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan pendukung di Indonesia. "Kami menyadari beberapa orang telah dikenakan biaya untuk bisa mengakses beberapa hal diluar pertandingan selama kami berada di Jakarta," ucap salah seorang Juru Bicara Chelsea sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Jumat (19/7)
"Kami memahami bahwa praktik semacam ini bisa diterima di Indonesia, tapi hal itu tidak sesauai dengan filosofi tur kami, yakni, berada disini untuk bermain. Berada disini untuk tinggal dan bekerja untuk meninggalkan warisan abadi di negara-negara dan komunitas yang kami kunjungi," sambungnya.
"Karena itulah, bagi mereka yang membeli tiket ntuk salah satu acara tersebut akan dikembalikan, dan diberikan jaminan mendapatkan tiket gratis," tegas sumber tersebut.
Pihak Chelsea menyadari kesempatan seperti ini bagi fans untuk dekat dengan para pemain kesayangannya harus membeli tiket, karena adanya permintaan cukup tinggi. Tapi fans Blues di Thailand dan Malaysia tidak dikenakan biaya.
Klub asal London Barat itu menegaskan, satu-satunya hal yang harus dibayar oleh fans hanyalah untuk tiket pertandingan. Menurut Humas Nine Sport, Denny Ervan, pihaknya baru mendengar permintaan dari Chelsea tersebut.
"Saya belum bisa kasih pernyataan lebih detail lagi. Kami akan selidiki kasus ini karena menyangkut banyak orang. Sejujurnya, promotor sama sekali tidak tahu tentang besaran biaya meet n greeet," jelas Denny.
Uniknya, Arif Putra Wicaksana selaku CEO Nine Sport membenarkan pihaknya selaku promotor menarik dana untuk fans dapat bertemu para idolanya. Namun, Arif juga mengaku mengembalikan biaya yang dikeluarkan fans merupakan keputusan sepihak dari Chelsea demi menyelamatkan kepentingan klub. Sumber Waspada, 20 Juli 2013. (Berita Bola Terkini)
Sabtu, 20 Juli 2013
Chelsea Minta Panitia di Indonesia Tidak Pungut Uang
Manajemen Chelsea meminta panitia yang mendatangkan mereka ke Indonesia tidak memungut uang atas sejumlah kegiatan mereka, kepada fans Chelsea. Pungutan uang itu dianggap tidak sesuai dengan slogan Chelsea Asia Tour 2013, Here to Play, Here to Stay.
Seperti dilansir Daily Mail dan Independent, Chelsea marah sekali ketika tahu panitia memungut uang kepada penggemarnya untuk bertemu skuad Chelsea, meminta tandatangan dan ikut coaching clinic. Pungutan uang mulai dari Rp 23 juta hingga sekitar Rp 5 juta lebih untuk mengikuti coaching clinic.
Manajemen The Blues, julukan Chelsea, memutuskan mengembalikan semua uang yang sudah dibayarkan para penggemarnya itu.
"Kami mengetahui jika sejumlah fans ditarik bayaran untuk bisa mendapatkan akses beberapa kegiatan kami di Jakarta. Kami menyadari praktek seperti ini biasa terjadi di Indonesia, tapi tidak cocok dengan filosofi tur kami Here to Play, Here to Stay," ujar juru bicara Chelsea.
"Siapa pun yang membeli tiket sejumlah kegiatan itu akan mendapatkan refund (pengembalian) dan mendapatkan akses secara gratis," ujarnya lagi.
The Blues dijadwalkan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis 25 Juli 2013 menghadapi BNI Indonesia All-Stars. (tim/zamrudtv.com)
Jumat, 12 Juli 2013
Schwarzer Masih Dapat Kepercayaan Chelsea
Walau telah berusia 40 tahun, Mark Schwarzer ternyata masih dipercaya untuk menjadi sosok yang berdiri di bawah mistar Chelsea. Kiper asal Australia tersebut telah dikontrak the Blues untuk waktu satu tahun.
"Chelsea merupakan klub fenomenal. Ini salah satu klub terbesar dan terbaik di dunia. Jujur, sebelumnya saya tidak terlalu yakin bisa datang kesini," kata Schwarzer dalam laman resmi Chelsea, kemarin.
Dalam menghadapi musim depan, Chelsea yang kembali dilatih Jose Mourinho memerlukan kiper berpengalaman untuk melapis kiper uta,a Petr Cech, menyusul kepergian Ross Turnbull dan Hilario.
"Saya sudah bicara dengan Mourinho dan sangat mudah mengambilm keputusan bahwa Chelsea adalah klub yang tepat bagi saya. Ini kesempatan yang luar biasa untuk bergabung dengan klub fantastis" ungkap Schwarzer. ( Sumber Media Indonesia, 11 Juli 2013 ) - Berita Bola Terkini


