Rabu, 17 September 2014

Timnas U-23 Sisakan Beban Ekstra

Timnas ditargetkan untuk lolos dari fase grup karena lawan yang dihadapi di fase grup berimbang.
SETELAH melalui sejum lah pemusatan latihan sebelum terjun ke Asian Games 2014, timnas Indonesia U-23 kemarin terbang ke Incheon, Korea Selatan, untuk mengikuti event tersebut.

Meski demikian, skuat besutan Aji Santoso itu belum juga menemukan bentuk permainan terbaiknya. Ini terlihat saat menjajal Pra-PON DKI Jakarta (9/11). Meski meraih kemenangan 2-0, Aji mengaku masih ada yang perlu diperbaiki dari penampilan anak asuhnya.

“Masih ada yang harus diperbaiki seperti aliran bola masih harus ditingkatkan.Akan tetapi, secara keseluruhan anak-anak masih ingat dengan cara bermain yang kita inginkan,“ ungkap Aji.

Pemusatan latihan terakhir yang hanya berkisar satu minggu menjadi alasan utama belum padunya Fandi Eko Utomo dkk. Apalagi, sebagian pemain juga berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Meski begitu, Aji tidak ingin mengeluh dengan persiapan yang mepet. “Bukan waktunya untuk mengeluh mengenai mepetnya persiapan. Saat ini yang terpenting ialah memaksimalkan waktu yang ada. Kami yakin menampilkan permainan terbaik di Asian Games nanti,“ tambahnya.

Di tengah mepetnya waktu, Aji mengaku bersyukur karena tiga pemain timnas senior, yakni Ferdinand Sinaga, Ahmad Jufriyanto, dan bek naturalisasi Victor Igbonefo cepat beradaptasi dengan kondisi tim.Dana besar Selama persiapan dan kebutuhan di Korea Selatan, PSSI menganggarkan dana lebih dari Rp10 miliar. Dana itu dianggarkan untuk pelatnas, uji coba, uang saku pemain, dan biaya transportasi pemain dari klub ke lokasi latihan.

PSSI memang sudah siap dengan konsekuensi yang ditanggung. Itu sebabnya, mereka tak menganggap nominal itu sebagai bukanlah nilai yang berlebihan.

“Masalah dana itu bukan menjadi sebuah hambatan.Karena kami di sini melihat manfaat bagi timnas U-23.Tim ini memiliki prospek yang panjang,“ ungkap Sekjen PSSI Joko Driyono.

Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sefdin Syaifudin menambahkan jumlah biaya kebutuhan di timnas setelah berada di Incheon kurang lebih Rp3 miliar. “Jadi kalau ditotalkan semuanya ya, lebih dari Rp10 miliar,“ ujar Sefdin.
Sefdin mengatakan biaya termahal selama di Korea Selatan ialah akomodasi. Meski seluruh pemain tinggal di perkampungan atlet yang telah disiapkan panitia, ofisial yang mendampingi tak dapat jatah di sana, sehingga harus menginap di hotel.
Di Asian Games ini, timnas U-23 ditargetkan lolos dari fase grup. Peluang untuk memenuhi target terbuka lebar karena Indonesia terhindar dari klub raksasa Asia seperti Jepang, Iran, dan Korea Selatan.

Timnas U-23 akan memulai perjuangan di pergelaran multievent terbesar di Asia tersebut dengan melawan Timor Leste (15/9). Meski belum berbicara banyak di kancah internasional, Timor Leste tidak boleh dipandang sebelah mata. Jalan pintas dengan menaturalisasi empat pemain berkewarganegaraan Brasil menjadi kewaspadaan tersendiri bagi `Garuda Muda'.
Selain Timor Leste, Indonesia masih akan bertemu seterunya di kawasan Asia Tenggara, Thailand. Satu tim lawan lainnya, Maladewa, diprediksi tidak akan banyak menyulitkan. (R-1) Media Indonesia, 11/9/2014, hal 27

Tim Nasional Senior Miskin Kreativitas

Penampilan mengecewakan membuat kemungkinan rotasi di dalam tim makin terbuka. Pada 14 September nanti, timnas akan menjalani laga uji coba selanjutnya kontra Malaysia. DUA bulan jelang Piala AFF 2014, tim nasional Indone sia belum menunjukkan performa meyakinkan.Dalam laga persahabatan kontra Yaman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, kemarin, skuat besutan Alfred Riedl itu hanya bermain imbang 0-0.

Itu menjadi hal yang mengecewakan mengingat peringkat Yaman jauh di bawah tim `Merah Putih'.Berdasarkan rangking yang dikeluarkan oleh FIFA, Indonesia menghuni tingkat ke-153, sedangkan tim asal Asia Barat itu menempati peringkat ke-184.

Senin, 01 September 2014

Gerakan Sejuta Bola masih Berlanjut

PT Multistrada Arah Sarana (MASA) Tbk bersama Kick Andy Foundation berkomitmen melanjutkan Gerakan Sejuta Bola (GSB) untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia berlatih di Manchester United Soccer School (MUSS) Inggris. MASA dan Kick Andy Foundation pada 15-25 Agustus lalu telah memberangkatkan lima pemain muda untuk berlatih di MUSS. Mereka ialah Richard Ferdinan dari Tangerang, Jani Robert dari Papua, Asep Setiawan dari Bandung, Apringga P Kafabi dari Mojokerto, dan Bastian dari Kalimantan Timur.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Perjuangan Persipura Mencetak Sejarah

PERSIPURA Jayapura akan melakukan perjuangan pertama untuk lolos ke semifi nal Piala AFC, hari ini waktu setempat atau Rabu (20/8) dini hari waktu Indonesia. Mereka akan menjajal kekuatan tim Timur Tengah Al Kuwait di leg pertama perempat fi nal yang dilangsungkan di Al Kuwait Sports Club Stadium.

Jika mampu lolos, ‘Mutiara Hitam’ akan menjadi tim pertama Indonesia yang mampu menginjakkan kaki di empat besar. Sebelumnya, Persipura juga pernah berlaga di perempat fi nal 2011, tapi disingkirkan oleh Arbil SC.

Jumat, 22 Agustus 2014

Pesta Gol Hiburan Timnas U-19

Meski menang besar, ‘Garuda Muda’ tetap harus pulang lebih awal lantaran di empat laga sebelumnya hanya mampu memetik satu poin. TIM nasional Indonesia U-19 akhirnya pulang dari turnamen Trofi Hassanal Bolkiah (THB) dengan kepala tegak. Di laga terakhir, skuat ‘Garuda Muda’ menang telak 6-0 atas Singapura U-21 sehingga terhindar dari posisi juru kunci.

Pesta gol tim besutan Indra Sjafri itu dibuka Dimas Drajad pada menit kelima setelah memanfaatkan umpan tarik Ilham Udin Armayn. Hanya 4 menit berselang, giliran Ilham Udin yang mencetak namanya di papan skor. Pada menit ke-12, kembali Dimas Drajad membuat gol keduanya di hari terakhir penyisihan grup itu. Skor 3-0 untuk keunggulan timnas bertahan hingga jeda.

Jumat, 15 Agustus 2014

Timnas U-19 masih Lemah

Buruknya penyelesaian akhir dan lemahnya lini belakang sepertinya masih menjadi PR bagi pelatih Timnas U-19, Indra Sjafrie. TIM nasional Indonesia U-19 kembali gagal me nunjukkan performa terbaik. Seusai ditahan imbang Malaysia 0-0 di laga pertama, tim besutan Indra Sjafrie itu dihajar tuan rumah Brunei Darussalam U-21 1-3 pada lanjutan pertandingan babak penyisihan Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, tadi malam.

Meski kalah, peluang Evan Dimas untuk maju ke babak selanjutnya memang belum habis. Namun, mereka mutlak harus memenangi laga tersisa jika tidak mau menggantungkan nasib pada tim lain. Dalam laga tersebut, Indra Sjafrie menurunkan formasi yang sama seperti saat melawan Malaysia. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh masih dijadikan target man dengan sokongan dari Ilham Udin Armayn serta Maldini Pali dari sektor sayap.

Evan Dimas dan Paolo Sitanggang menjadi poros permainan skuat timnas U-19. Hasilnya hampir sepanjang 45 menit, skuat `Garuda Muda' lebih mendominasi jalannya laga. Namun, Brunei yang menerapkan pola pertahanan berlapis membuat alur serangan Indonesia seperti menemui tembok kukuh. Selain itu, Brunei tampil efektif. Mereka mampu memanfaatkan kelengahan barisan belakang Indonesia untuk membobol gawang Ravi Murdianto sebanyak tiga kali.

Lemahnya lini belakang tim nas U-19 dan kurangnya koordinasi antarpemain di lini itu membuat para pemain Brunei seperti leluasa mencetak gol. Ketiga gol tuan rumah itu diborong Adi Said, yakni menit 10, 41', dan 45'. Satu-satunya gol balasan Indonesia dicetak Ilham Udin menit ke75 Serangan balik Pada bagian lain, tim nasional Indonesia U-21 menghadapi Mauritania U-20 di laga perdana mereka di turnamen COTIF di Valencia, Spanyol. Pelatih Rudy Keltjes menekankan pasukannya untuk mengandalkan se rangan balik di pertandingan tersebut.

Timnas U-21 diputuskan untuk mengikuti turnamen COTIF lantaran timnas U-19 yang sebelumnya dijadwalkan melakoni turnamen tersebut batal pergi. PSSI memilih mengirimkan timnas U-19 ke turnamen Hassanal Bolkiah Trophy. Alhasil timnas U-21 tidak memiliki waktu panjang untuk mempersiapkan diri. Namun, Rudy mengaku tetap memaksimalkan pemain yang ada.

Setelah tiba di Valencia, mereka langsung menyempatkan diri untuk menggelar latihan dan sekaligus melakukan adaptasi dengan lapangan sintesis. “Selama di sini, kami mencoba melakukan latihan di lapangan sintesis. Kalau tidak adaptasi, kami bakal mengalami kesulitan. Apalagi kebanyakan dari pemain belum terbiasa bermain di lapangan sintesis,“ cetus Rudy.
Untuk cuaca, ia menambahkan, tidak ada masalah. “Cuaca di sini cukup panas karena ini puncak summer (musim panas). Tapi tidak ada masalah.“Diakui Rudy, tidak mudah memang untuk menyatukan pemain dalam waktu singkat.

Namun, ia mengakui memiliki strategi yang pas untuk menghadapi laga perdananya itu, yaitu 3-5-2.
“Kami menekankan untuk bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik. Saya coba untuk memakai formasi 3-5-2 untuk bisa tajam dalam memanfaatkan peluang,“ papar Rudy. “Tapi, secara umum, semua tidak ada masalah. Anak-anak dalam kondisi baik dan siap main di lapangan. Yang terpenting mereka punya semangat,“ tandasnya. (Ant/R-2) Media Indonesia, 12 Agustus 2014, Halaman 27

Selasa, 05 Agustus 2014

Hadapi Juventus, Skuat ISL All Star Diubah

BERDEKATANNYA laga an tara ISL All Star dan Juven tus (6/8) dengan kembali bergulirnya putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014 mulai 7 Agustus mem buat komposisi skuat ISL All Star mengalami beberapa perubahan.

Sebelumnya, PT Liga telah merilis skuat ISL Star yang berisikan 18 pemain terbaik hasil pilihan Technical Study Group (TSG). Dalam perkem bangannya, beberapa klub mengaku berat melepas pe main mereka karena tengah berkonsentrasi menghadapi laga ISL yang tengah me masuki masa krusial jelang babak 8 besar. Seperti m e k a nisme sebelumnya, penentuan pemain pengganti untuk ISL All Star itu tetap dilakukan tim TSG.

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.