Senin, 01 September 2014

Gerakan Sejuta Bola masih Berlanjut

PT Multistrada Arah Sarana (MASA) Tbk bersama Kick Andy Foundation berkomitmen melanjutkan Gerakan Sejuta Bola (GSB) untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia berlatih di Manchester United Soccer School (MUSS) Inggris. MASA dan Kick Andy Foundation pada 15-25 Agustus lalu telah memberangkatkan lima pemain muda untuk berlatih di MUSS. Mereka ialah Richard Ferdinan dari Tangerang, Jani Robert dari Papua, Asep Setiawan dari Bandung, Apringga P Kafabi dari Mojokerto, dan Bastian dari Kalimantan Timur.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Perjuangan Persipura Mencetak Sejarah

PERSIPURA Jayapura akan melakukan perjuangan pertama untuk lolos ke semifi nal Piala AFC, hari ini waktu setempat atau Rabu (20/8) dini hari waktu Indonesia. Mereka akan menjajal kekuatan tim Timur Tengah Al Kuwait di leg pertama perempat fi nal yang dilangsungkan di Al Kuwait Sports Club Stadium.

Jika mampu lolos, ‘Mutiara Hitam’ akan menjadi tim pertama Indonesia yang mampu menginjakkan kaki di empat besar. Sebelumnya, Persipura juga pernah berlaga di perempat fi nal 2011, tapi disingkirkan oleh Arbil SC.

Jumat, 22 Agustus 2014

Pesta Gol Hiburan Timnas U-19

Meski menang besar, ‘Garuda Muda’ tetap harus pulang lebih awal lantaran di empat laga sebelumnya hanya mampu memetik satu poin. TIM nasional Indonesia U-19 akhirnya pulang dari turnamen Trofi Hassanal Bolkiah (THB) dengan kepala tegak. Di laga terakhir, skuat ‘Garuda Muda’ menang telak 6-0 atas Singapura U-21 sehingga terhindar dari posisi juru kunci.

Pesta gol tim besutan Indra Sjafri itu dibuka Dimas Drajad pada menit kelima setelah memanfaatkan umpan tarik Ilham Udin Armayn. Hanya 4 menit berselang, giliran Ilham Udin yang mencetak namanya di papan skor. Pada menit ke-12, kembali Dimas Drajad membuat gol keduanya di hari terakhir penyisihan grup itu. Skor 3-0 untuk keunggulan timnas bertahan hingga jeda.

Jumat, 15 Agustus 2014

Timnas U-19 masih Lemah

Buruknya penyelesaian akhir dan lemahnya lini belakang sepertinya masih menjadi PR bagi pelatih Timnas U-19, Indra Sjafrie. TIM nasional Indonesia U-19 kembali gagal me nunjukkan performa terbaik. Seusai ditahan imbang Malaysia 0-0 di laga pertama, tim besutan Indra Sjafrie itu dihajar tuan rumah Brunei Darussalam U-21 1-3 pada lanjutan pertandingan babak penyisihan Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2014, tadi malam.

Meski kalah, peluang Evan Dimas untuk maju ke babak selanjutnya memang belum habis. Namun, mereka mutlak harus memenangi laga tersisa jika tidak mau menggantungkan nasib pada tim lain. Dalam laga tersebut, Indra Sjafrie menurunkan formasi yang sama seperti saat melawan Malaysia. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh masih dijadikan target man dengan sokongan dari Ilham Udin Armayn serta Maldini Pali dari sektor sayap.

Evan Dimas dan Paolo Sitanggang menjadi poros permainan skuat timnas U-19. Hasilnya hampir sepanjang 45 menit, skuat `Garuda Muda' lebih mendominasi jalannya laga. Namun, Brunei yang menerapkan pola pertahanan berlapis membuat alur serangan Indonesia seperti menemui tembok kukuh. Selain itu, Brunei tampil efektif. Mereka mampu memanfaatkan kelengahan barisan belakang Indonesia untuk membobol gawang Ravi Murdianto sebanyak tiga kali.

Lemahnya lini belakang tim nas U-19 dan kurangnya koordinasi antarpemain di lini itu membuat para pemain Brunei seperti leluasa mencetak gol. Ketiga gol tuan rumah itu diborong Adi Said, yakni menit 10, 41', dan 45'. Satu-satunya gol balasan Indonesia dicetak Ilham Udin menit ke75 Serangan balik Pada bagian lain, tim nasional Indonesia U-21 menghadapi Mauritania U-20 di laga perdana mereka di turnamen COTIF di Valencia, Spanyol. Pelatih Rudy Keltjes menekankan pasukannya untuk mengandalkan se rangan balik di pertandingan tersebut.

Timnas U-21 diputuskan untuk mengikuti turnamen COTIF lantaran timnas U-19 yang sebelumnya dijadwalkan melakoni turnamen tersebut batal pergi. PSSI memilih mengirimkan timnas U-19 ke turnamen Hassanal Bolkiah Trophy. Alhasil timnas U-21 tidak memiliki waktu panjang untuk mempersiapkan diri. Namun, Rudy mengaku tetap memaksimalkan pemain yang ada.

Setelah tiba di Valencia, mereka langsung menyempatkan diri untuk menggelar latihan dan sekaligus melakukan adaptasi dengan lapangan sintesis. “Selama di sini, kami mencoba melakukan latihan di lapangan sintesis. Kalau tidak adaptasi, kami bakal mengalami kesulitan. Apalagi kebanyakan dari pemain belum terbiasa bermain di lapangan sintesis,“ cetus Rudy.
Untuk cuaca, ia menambahkan, tidak ada masalah. “Cuaca di sini cukup panas karena ini puncak summer (musim panas). Tapi tidak ada masalah.“Diakui Rudy, tidak mudah memang untuk menyatukan pemain dalam waktu singkat.

Namun, ia mengakui memiliki strategi yang pas untuk menghadapi laga perdananya itu, yaitu 3-5-2.
“Kami menekankan untuk bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik. Saya coba untuk memakai formasi 3-5-2 untuk bisa tajam dalam memanfaatkan peluang,“ papar Rudy. “Tapi, secara umum, semua tidak ada masalah. Anak-anak dalam kondisi baik dan siap main di lapangan. Yang terpenting mereka punya semangat,“ tandasnya. (Ant/R-2) Media Indonesia, 12 Agustus 2014, Halaman 27

Selasa, 05 Agustus 2014

Hadapi Juventus, Skuat ISL All Star Diubah

BERDEKATANNYA laga an tara ISL All Star dan Juven tus (6/8) dengan kembali bergulirnya putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014 mulai 7 Agustus mem buat komposisi skuat ISL All Star mengalami beberapa perubahan.

Sebelumnya, PT Liga telah merilis skuat ISL Star yang berisikan 18 pemain terbaik hasil pilihan Technical Study Group (TSG). Dalam perkem bangannya, beberapa klub mengaku berat melepas pe main mereka karena tengah berkonsentrasi menghadapi laga ISL yang tengah me masuki masa krusial jelang babak 8 besar. Seperti m e k a nisme sebelumnya, penentuan pemain pengganti untuk ISL All Star itu tetap dilakukan tim TSG.

Senin, 14 Juli 2014

TENDANGAN BEBAS Messi Bisa Menyamai Prestasi Maradona

HINGGA saat ini pecandu sepak bola selalu mem banding-bandingkan kehebatan antara Cristiano Ronaldo (Real Madrid/Portugal) dan Lionel Messi (Barcelona/Argentina). Messi ialah peraih Ballon d'Or pada 2009, 2010, 2011, dan 2012. Ronaldo meraihnya pada 2013. Perbedaannya mungkin Ronaldo pemain yang komplet karena bisa mencetak gol baik lewat kaki kiri, kanan, maupun sundulan. Sesuatu yang sulit dikalahkan Messi.

Akan tetapi, Messi lebih cepat berlari daripada Ronaldo untuk jarak pendek kurang dari 10 meter.
Di jarak lima sampai 10 meter, kecepatan Messi mencapai 20 km/jam, sedangkan CR7 18 km/jam. Namun, di jarak lebih dari 12 meter, Ronaldo lebih cepat dengan 30 km/jam, sedangkan Messi 28 km/jam.

Rabu, 02 Juli 2014

Pabrikan Ramaikan Pesta Bola

Ada yang serius mengeluarkan edisi spesial, ada pula yang sekadar guyon. Yang pasti, para pabrikan tak mau ketinggalan memanfaatkan momen Piala Dunia. DARI anak-anak hingga orang tua, baik laki laki maupun perempuan, selama 13 Juni-14 Juli dipas tikan mengidap `demam sepak bola' aki bat Piala Dunia 2014 di Brasil. `Demam' itu begitu kuat di masyarakat hingga pabrikan pun akhirnya ikut terjangkit.

`Gejala' di tiap-tiap pabrikan berbeda beda. Ada yang benar-benar mengeluarkan dan memproduksi edisi spesial Piala Dunia yang dijual di negara tertentu seperti Audi dan Hyundai.
Namun, ada pula seperti Opel dan MINI yang merayakan momen Piala Dunia dengan sekadar memublikasikan desain nyeleneh nan atraktif tanpa keseriusan merealisasikannya. Apa pun itu, kami sajikan mobil-mobil imbas euforia Piala Dunia. Audi Samurai Blue 11 Pabrikan ini boleh berasal dari Jer man, tapi edisi spesial Piala Dunia yang mereka rilis hanya dipasarkan di Jepang. Ya, Audi mengeluarkan Audi Samurai Blue 11 Limited Edition untuk memikat penggila sepak bola di `Ne geri Sakura'.

Seperti angka yang tertera, ada 11 model Audi S yang memiliki desain eksterior dan interior khusus, dan masing-masing ha nya dibuat 11 unit.

Mobil-mobil itu ialah i S3 Sportsback, S4 Sedan, S5 Avant, S5 ' Sportback, S5 Coupe, S6 Sedan, S6 Avant, a S7 Sportback, TTS Coupe, SQ5, dan 10SS . Cabriolet.

'Kesebelasan' ini dibalur dengan r warna bodi estroil blue, seperti warna a seragam kebesaran tim nasional Jepang.

u Sebagai tambahan, di material kulit jok kursi, door trim, juga lingkar kemudi, n ditambahkan aksen garis merah. Hyundai ix35, i30 Special Edition e Dua model populer ix35 dan i30 u, diutak-atik sebagai selebrasi Hyundai a untuk turnamen sepak bola terbesar sejagat itu. Namun, aroma sepak bola atau tim nasional sebuah negara tidak lah tercium.
r Aksesori tambahan di ix35 Go!

ialah alloy wheel 18 inci baru, panoramic roof, dan privacy glass. Pada ix35 Go! SE ditambahkan heated steering wheel, front parking sensors, dan individual low tyre pressure warning. Hyundai ix35 Go! hanya diproduksi 555 unit, sedangkan ix35 Go! SE berbanderol dijual terbatas 155 unit.

Pada i30 Go! SE disematkan alloy wheel baru, electric folding black gloss exterior door mirrors with integral LED indicators, tinted windows, dan LED tail lights. Adapun i30 Go! Panorama memiliki semuanya plus alloy wheellebih besar (17 inci) dan panoramic sunroof.

Opel Astra Copacabana Opel menyambut Piala Dunia dengan lelucon April Mop. Ya, pada 1 April lalu, pabrikan asal Amerika Serikat itu merilis desain edisi spesial Opel Astra Copacabana yang amatBrasil'.

Astra Copacabanadidedikasikan kepadapenggila bal-balanyang benar-benaringin duduk di kursi berselimutkan rumput asli dari Stadion Maracana, juga footwells (ruang kaki) dipenuhi pasir dari Pantai Copacabana. Klaksonnya bernada Samba atau Vuvuzela.
Opel Cobacabana juga memiliki mesin penghancur es dan dispenser untuk caipirinha--minuman khas Brasil.
Di eksteriornya, mobil yang dalam candaannya itu dihargai `24,444.44 EUR' ini dicat bendera Brasil di atapnya, dengan goresan siluet pohon palem serta garis luwes berwarna hijau-kuning yang seakan menari-nari di sisi kiri dan kanan bodi. Di bawah kap mesinnya ada mesin bensin 1.5 L Turbocharged 200 HP.

MINI Paceman Goal Cooper Paceman Goal Cooper, `penyerang' andalan MINI dalam memainkan April Mop jelang Piala Dunia, didasarkan pada John Cooper Works Paceman dan didedikasikan untuk tim nasional Brasil. Semua gamblang tecermin lewat paintwork Danielson warna hijaukuning di bodi plus biru di atap.

Interiornya bagai lapangan sepak bola lewat karpet astro turf hijau serta pencahayaan LED yang membuat para penumpang seakan berada di tengahtengah stadion. Di center rail terdapat miniatur table football set, dengan dekorasi jaring gawang di antara kursi depan dan belakang.

`Punggung' kursi baris kedua dibalut karpet astro turf hijau. Kedua tempat duduknya dapat dilipat sehingga jaring bisa digunakan sebagai sasaran tembak untuk berlatih tendangan. `Kipernya' tak lain ialah pintu bagasi yang dapat menutup secara otomatis berkat sensor park distance control dan sistem alarm. (Berbagai Sumber/S-2) - Media Indonesia, 19/06/2014, halaman 23

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.