Rabu, 29 Oktober 2014

Chelsea Terancam Denda Mou Enggan Berkomentar

Arsitek MU Louis van Gaal menghardik Robin van Persie dengan sebutan bodoh meski ia menjadi pahlawan. BUKAN hanya gagal mencuri poin penuh, Chelsea juga amat mungkin bakal didenda sebesar 25 ribu pound dalam laga kontra Manchester United yang berakhir 1-1, di Old Trafford, kemarin. Pasalnya, the Blues mengantongi lebih dari enam kartu kuning, tepatnya tujuh kartu kuning plus satu kartu merah.

Kejadian yang sama pernah dirasakan MU pada 2008 silam.Uniknya kala itu `Setan Merah' juga menghadapi lawan yang sama, yakni Chelsea. Bedanya, laga itu terjadi di Stamford Bridge. Saat menanggapi ini, arsitek si `Biru' Jose Mourinho mengaku amat kecewa dengan keputusan wasit. Namun, ia tidak ingin berkomentar lebih jauh.

“Saya tidak ingin bicara tentang (Branislav) Ivanovic, akumulasi kartu kuning, bahkan tentang lemparan ke dalam. Jika saya bicara terlalu banyak, Anda tahu sendiri, saya bisa terkena masalah,“ ujar Mourinho seusai pertandingan. Lima kartu kuning Chelsea itu yakni dikantongi Didier Drogba, Oscar, Eden Hazard, Nemanja Matic, dan Cesc Fabregas. Adapun, dua lainnya menjadi `kado pahit' bagi Ivanovic yang akhirnya mendapat kartu merah akibat akumulasi di menit 90+3.

Kartu merah itu pula yang menjadi awal petaka bagi Chelsea dalam laga tersebut. Padahal, kemenangan sepertinya sudah di depan mata lantaran sejak memimpin pada menit ke53 lewat Didier Drogba hingga di penghujung laga, tuan rumah tidak mampu membalasnya.
Baru setelah Robin van Persie yang dengan sigap menyambut bola muntah hasil tendangan bebas Angel Di Maria, publik Old Trafford kembali tersenyum. Sebaliknya, Mou me nyaksikan gol itu dengan sinis.Pun meski faktanya tim asal London itu sukses mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di Liga Primer musim ini.

“Old Trafford memang tempat yang tak mudah. Hasil di sini bukanlah yang kami inginkan, tapi penampilan kami sebetulnya sudah cukup bagus,“ tukas the Happy One.

Dengan hasil ini, Chelsea masih mempertahankan puncak klasemen dengan nilai 23, unggul empat angka dari runner-up Manchester City yang sehari sebelumnya kalah 1-2 dari West Ham United. Sebaliknya, MU masih tertahan di urutan ke-10 dengan 8 de ngan defisit 10 angka.Selebrasi bodoh Di sisi lain, arsitek MU Louis van Gaal secara terus terang mengaku tidak suka cara Van Persie merayakan golnya. Pun meski rekan senegaranya itu menjadi pahlawan tim.

Alih-alih memuji, Van Gaal justru menghardik striker timnas Belanda itu dengan sebutan bodoh karena melakukan selebrasi gol yang mengakibatkan ia menerima kartu kuning. Seusai membobol gawang Courtois, Van Persie berlari ke arah tribune suporter tuan rumah kemudian membuka bajunya sebagai selebrasi. Wasit Phil Dowd pun tak ragu mengeluarkan kartu kuning, meski hal ini tak membuat Van Persie absen di partai selanjutnya kontra Manchester City.

“Dia melakukan reaksi bodoh setelah gol.Anda boleh merasa senang, tapi Anda tak perlu membuka kaus karena Anda akan mendapat kartu kuning. Tindakan itu tak terlalu pintar,“ cetus Van Gaal.

Secara keseluruhan, mantan arsitek der Oranje itu puas dengan mental bertanding anakanak asuhnya. Mereka sanggup berjuang hingga detik-detik akhir meski tim tamu memaksa mereka frustrasi dengan pertahanan yang solid.

“Hal yang paling memuaskan adalah karena anak-anak mau berlari sampai 90 menit untuk mencetak gol,“ imbuh Van Gaal. Hasil imbang ini, lanjut suksesor David Moyes itu juga bisa menjadi sinyal bahwa United bukan tim yang bisa diremehkan. Meski mengakui seharusnya `Setan Merah' bisa mengamankan poin penuh di kandang, mengimbangi tim teratas tabel tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Saya bisa membayangkan kami mengalahkan Chelsea, tapi kami setidaknya mampu mengimbangi tim teratas itu,“ pungkas Van Gaal. (AFP/AP/R-4) Media Indonesia, 28/10/2014, Halaman : 28

Selasa, 28 Oktober 2014

Disatukan Sepak Bola

DATANG dari latar belakang keluarga berbeda, tetapi kelima anak Indonesia itu hadir dengan satu kegemaran yang sama, sepak bola.Kegemaran itu juga yang membawa mereka terbang ke Manchester untuk memperoleh pelatihan.

Kerja sama Kick Andy Foundation dengan PT Multistrada Arah Sarana Tbk membuka peluang untuk mereka, lewat program Gerakan Sejuta Bola. Program tersebut memberi pengalaman tidak terlupakan bagi Asep dari Bandung, Richard dari Tangerang, Bastian dari Hambau, Kafabi dari Mojokerto, dan Jeksen dari Manado. Mereka mendapat kesempatan menjalani pelatihan Summer Camp di MU Soccer School.
Itulah saat mereka meninggalkan orangtua dan merasakan terbang pertama kalinya. “Saya takut saat naik pesawat, takut jatuh,“ ucap Bastian dengan polos yang langsung disambut gelak tawa penonton di studio.

Senin, 27 Oktober 2014

Persis Nilai Keputusan PSSI Sepihak

KETUA Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggelar pertandingan sepak bola selama enam bulan dilakukan sepihak. Pasalnya, keputusan itu dikeluarkan Komdis tanpa ada investigasi terlebih dahulu. “Saya sangat menyayangkan keputusan itu. Namanya sanksi itu harus ada identifikasi, penyelidikan, dan penyidikan, kemudian ada sidang komisi disiplin,“ tegas Hadi di Surakarta, kemarin.

Ia juga mempertanyakan dasar dari keputusan itu. Menurutnya, semestinya Komdis PSSI harus mencari dulu apa penyebab yang memicu terjadinya kerusuhan itu. “Kalau belum sidang, Komdis sudah memutuskan memberi sanksi, ini organisasi macam apa?“ Alih-alih menyalahkan panitia, ia justru mengutarakan kekesalannya terhadap wasit. Hadi bahkan menduga adanya kasus suap di kalangan wasit.

“Tidak usah jauh-jauh contohnya Persis sendiri, main di mana pun selalu dikerjai.Dulu waktu Greg Nwokolo masih di Persis, dalam satu pertandingan gol yang dibuatnya dianulir wasit sampai tiga kali. Ini keterlaluan.

Indikasi suap itu ada, tapi kita kan susah membuktikannya,“ katanya. Meski begitu, Hadi juga meminta Pasoepati (sebutan suporter Persis) untuk lebih dewasa ke depannya. Ia menegaskan, kerusuhan kemarin merupakan pelajaran bagi mereka.

Sebelumnya, Komdis resmi melarang Solo untuk menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola selama enam bulan.Keputusan itu mulai berlaku sejak 23 Oktober. Sanksi itu dijatuhkan PSSI setelah terjadi kerusuhan suporter saat pertandingan Persis melawan Martapura FC di Stadion Manahan, Solo pada Rabu (22/10) lalu yang menewaskan salah seorang suporter.

“Atas laporan dari PT Liga Indonesia serta menaruh simpati atas meninggalnya suporter, Komdis memutuskan Solo dilarang menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola terhitung hari ini hingga enam bulan ke depan,“ kata Ketua Komdis Hinca Panjaitan di Jakarta, Kamis (23/10) malam lalu.

Dengan larangan ini, kata Hinca, diharapkan para suporter Persis mengintrospeksi diri. “Kita akan terus lihat perkembangannya. Yang jelas tidak hanya untuk Persis. Pertandingan yang digelar PSSI tidak boleh dilakukan di Solo hingga enam bulan ke depan.“

Sementara itu, PSS Sleman terpaksa memindahkan laga kandang mereka saat melawan PSIS Semarang ke Stadion Akademi Angkatan Udara lantaran tidak mendapat izin dari Polres Sleman.Sedianya duel itu akan digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman. (FR/AU/R-4) Media Indonesia, 25/10/2014, Halaman : 20

Jumat, 24 Oktober 2014

Persib Selangkah Menuju Semifinal

Djanur ini menilai perubahan strategi yang dilakukannya di babak kedua menjadi kunci kemenangan Persib. PERSIB Bandung selangkah lagi lolos ke emifinal Indonesia Super League (ISL) 2014.Kesuksesan itu diraih Maung Bandung setelah mencatat kemenangan 3-1 atas Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, kemarin.

Berkat kemenangan tersebut Persib mengumpulkan nilai 10 dari hasil 4 laga, unggul 6 poin atas Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya yang ada di posisi kedua dan ketiga.

Di atas kertas, tim besutan Djadjang Nurdjman itu hampir pasti bakal lolos ke empat besar.Apalagi mereka masih unggul head-to-head atas Mitra Kukar dan PBR. Hanya Persib masih membutuhkan satu angka guna memastikan satu tempat di semifinal.

Sebaliknya bagi Persebaya.Kekalahan itu membuat posisi tim berjuluk Bajul Ijo itu di ujung tanduk. Sebab, mereka baru mengumpulkan nilai 3.Saat bermain di bawah dukungan para pendukungnya, Persib memang mampu menunjukkan dominasinya. Absennya Hariono dan Djibril Coulibaly juga seperti tidak berpengaruh pada penampilan tuan rumah.

Hasilnya, mereka sukses mem bombardir pertahanan Bajul Ijo.Meski begitu, Persebaya juga bukannya tidak memberi perlawanan. Beberapa kali mereka juga sempat mengancam gawang tuan rumah. Ketatnya lini pertahanan tim besutan Rahmad Darmawan itu bahkan membuat semua serangan yang dibangun Persib menjadi mentah.

Baru pada menit 71 para bobotoh bersorak setelah Konate Makan sukses mengeksekusi tendangan penalti. Persib mendapat hadiah penalti setelah salah seorang pemain Persebaya menyentuh bola di kotak penalti.

Konate manggandakan keunggulan tuan rumah menit 83 sebelum ditutup gol Ferdinand Sinaga menit 90. Adapun satusatunya gol balasan Persebaya Emmanuel Kenmogne pada injury time.

Hasil positif ini disambut baik oleh Djajang Nurjaman. Pelatih yang disapa Djanur ini menilai perubahan strategi yang dilakukannya di babak kedua terbukti berjalan mulus.

“Setelah bermain imbang di babak pertama, saya mengubah strategi dan anak-anak lebih bisa berimprovisasi, terutama setelah tidak berselang lama Ridwan (Muhammad) masuk.“

Di sisi lain, arsitek Persebaya Rahmad Darmawan (RD) meng akui keunggulan Persib Bandung dalam laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung tersebut. Menurunnya, performa anak asuhnya di paruh kedua menjadi dalih RD menanggapi kekalahan ini.

“Di babak pertama permainan sudah seperti yang saya inginkan, tapi di babak kedua cenderung menurun karena ada tiga pemain yang saya paksakan bermain. Anak-anak sudah bekerja keras,“ jelas RD.

Pascakekelahan ini pekerjaan rumah Bajul Ijo kian berat pasca hasil negatif ini. Persebaya diwajibkan meraih hasil maksimal di dua laga sisa jika tidak ingin peluang keempat besar tertutup.Persebaya akan masih berada di Bandung untuk melawan PBR Minggu (26/10) mendatang.Pimpinan klasemen Sementara itu, kemenangan Semen Padang 2-1 atas tuan rumah Persela Lamongan membuat Kabau Sirah kini memimpin klasemen Grup K babak delapan besar ISL 2014. Semen Padang unggul dua poin dari Arema Cronus yang sebelumnya berada dipuncak dengan tujuh poin.

Hal ini karena Arema meraih hasil kurang maksimal saat bertandang ke Persipura Jayapura. Singo Edan harus menerima keunggulan tuan rumah setelah dipaksa menelan kekalahan untuk pertama kali dalam babak delapan besar. (R-4) Media Indonesia, 23/10/2014

Kamis, 23 Oktober 2014

Sempat Ricuh, Persipura Tuntaskan Dendam

Meski tak didampingi lagi oleh Jacksen F Tiago, Persipura tetap mampu memuaskan para pendukungnya. PERSIPURA sukses me nyibak kembali pe luang maju ke semi final Indonesia Super League (ISL) setelah mengalahkan Arema Cronus Indonesia 2-1 dalam lanjutan laga delapan besar di Stadion Mandala, Jayapura, kemarin. Bukan itu saja, kemenangan tersebut sekaligus menebus kekalahan mereka di pertemuan pertama.

Pada laga pertama di Malang Minggu (12/10) lalu `Mutiara Hitam' takluk 0-3. Itu sebabnya duel di kandang sendiri menjadi sarat arti bagi Boaz Solossa dan kawan-kawan. Dalam duel yang diwarnai tensi tinggi itu, dua gol keme nangan tuan rumah dicetak Ian Kabes menit ke-38 dan Robertino Pugliara pada injury time. Adapun, satu-satunya gol balasan ‘Singo Edan’ dicetak Christian Gonzales (27). Duel kedua tim papan atas Liga Indonesia itu memang berlangsung sengit. Mereka bahkan harus bermain hingga 98 menit. Panjangnya tambahan waktu yang diberikan wasit akibat adanya keributan antarpemain. Ruben Sanadi dan Dendi terlibat adu jotos di menit ke-80.

Bahkan, adu jotos keduanya memancing tim ofi sial ikut terlibat. Kiper Kurnia Mega sempat mendapat cekikan. Wasit pun akhirnya mengusir Ruben dan Dendi dari lapangan. Kedua tim bermain terbuka sejak peluit dibunyikan. Selaku tuan rumah yang butuh poin sempurna, anak-anak ‘Mutiara Hitam’ terus menggempur Arema. Pertahanan yang baik dan gemilangnya kiper Kurnia Mega membuat serangan gencar dan peluang Persipura terus menemui jalan buntu.

Asyik menyerang membuat lini belakang Persipura lengah. Kerja sama segitiga Gustavo Lopes dan Beto di tuntaskan dengan apik lewat sepakan kaki kiri Gonzales yang tak mampu ditepis kiper Yoo Jae Hoon. Tersengat gol itu, anak-anak Persipura terus menggempur Arema. Namun, sejumlah peluang dari Sollosa dan Imanuel Wanggai masih tetap gagal.Pendukung Persipura akhirnya bersorak di menit ke-38 setelah sontekan Ian Kabes di depan gawang memanfaatkan sodoran Ruben Sanadi berbuah gol.

Saat memasuki babak kedua, anak-anak Persipura langsung menyerang. Arema sendiri terus merespons. Laga sempat terhenti karena insiden perkelahian Ruben dan Dendi di menit ke-80, yang membuat wasit harus mengeluarkan dua kartu merah bagi mereka.

Keberuntungan akhirnya mendatangi Persipura di menit ke-94. Sepakan Robertino Pugliara membuat Stadion Mandala bergemuruh.
“Seharusnya pemain kita lebih tenang dengan tekanan seperti itu. Keseluruhan bukan karena Dendi. Apalagi Persipura butuh poin dan mereka pasti akan mati-matian. Kalau anak-anak lebih tenang, saya kira akan lain ceritanya,“ kata pelatih Arema Suharno.
Suharno melanjutkan, ia sudah menginstruksikan pemainnya tetap fokus dalam bertahan dan berusaha menguasai ring tengah.

Sebaliknya, pelatih sementara Persipura Mettu Duaramurry mengaku puas dengan hasil tersebut. Terkait dengan tak hadirnya Jacksen F Tiago yang diisukan telah melatih salah satu klub di Malaysia, Mettu menyebut dirinya tak mengetahui hal itu.

“Satu prinsip saya begini, biar tidak ada pelatih, tetap ada pemain. Mereka punya motivasi sendiri, tim ini telah siap bertanding. Situasi seperti tadi memang tensi tinggi. Saya bersyukur Persipura akhirnya lebih unggul,“ kata Mettu.Kemenangan pertama Pada laga lainnya, Pelita Bandung Raya (PBR) juga sukses meraih poin penuh di kandang sendiri. Saat menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, PBR menang 1-0.

Satu-satunya gol kemenangan the Boys are Back itu dicetak striker kawakan Bambang Pamungkas menit ke-74. Inilah kemenangan pertama PBR di babak delapan besar.

Tambahan tiga angka mengangkat posisi PBR ke posisi ketiga klasemen Grup L dengan empat poin dari empat partai.Mitra Kukar tetap di posisi kedua, juga dengan empat poin.Adapun posisi teratas masih diduduki Persib Bandung dengan tujuh poin. (Sat/R-4) Sumber : Media Indonesia, 22/10/2014, Halaman : 27

Selasa, 21 Oktober 2014

Arema tanpa 5 Pilar Hadapi Persipura

Persipura Jayapura memiliki motivasi berlebih setelah kalah di Stadion Kanjuruhan, Malang. AREMA Indonesia amat mung kin tidak bisa menurunkan striker Samsul Arif saat ber temu Persipura Jayapura pada putaran kedua babak delapan besar Indonesia Super League (ISL) di Stadion Mandala, Jayapura, sore ini. Pemain 29 tahun itu mengalami sedikit masalah pada kakinya di laga terakhir saat bertemu Persipura di paruh pertama babak delapan besar ISL 2014. Tim dokter Arema tidak merekomendasikan Samsul untuk dimainkan mengingat kondisinya yang belum fit. Selain itu, Ahmad Bustomi, Purwaka Yudi, Irsyad Maulana, dan Juan Revi juga disarankan untuk tidak ditampilkan.

Absennya Samsul merisaukan pelatih Arema Suharno. Pasalnya, Sam sul sedang dalam performa terbaiknya.Tercatat lima gol telah dicetak pemain kelahiran Bojonegoro itu dalam tiga pertandingan Grup K di babak delapan besar musim ini. Meski kehilangan lima pemainnya, Suharno tetap menargetkan dapat mencuri poin di kandang Persipura.“Kondisi bermain di kandang mereka tentu berbeda. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago sudah menyiapkan strategi terbaik di laga nanti. Akan tetapi, kami tidak ingin pulang dengan tangan kosong di sini,“ ungkap Suharno.

`Mutiara Hitam' pun punya motivasi berlebih untuk membalas kekalahan 0-3 di kandang Arema pada laga sebelumnya. Apalagi Persipura membutuhkan poin penuh jika masih ingin membuka asa lolos ke babak semifinal ISL musim ini.

Saat ini, Boaz Salossa dan kawankawan baru meraih tiga poin dalam tiga pertandingan. Performa Persipura memang menurun setelah ditaklukkan Al Qadsia di babak semifinal Piala AFC.Kebangkitan Persela Pada laga lain, setelah hanya mengumpulkan satu poin dan menjadi juru kunci Grup K, Persela Lamongan bertekad bangkit di kandang sendiri.Hal itu membuat pelatih Semen Padang Jafri Sastra waspada.

“Mereka masih berpeluang untuk lolos ke semifinal. Mereka masih punya semangat dan ambisi mengalahkan kami apalagi bermain di kandang sendiri,“ kata Jafri. Pelatih Persela Eduard Tjong pun mengaku tidak ingin malu di rumah sendiri. Meski peluang timnya untuk lolos ke empat besar terbilang kecil, Eduard akan berusaha meraih hasil terbaik dalam tiga laga sisa. “Peluang kita lolos berat, tapi kita akan terus berjuang. Di kandang kita harus menang, kita punya harga diri meskipun tim kecil,“ ujar Eduard.

Sementara itu dari Grup L, Pelita Bandung Raya (PBR) bukan hanya mengusung misi bangkit dari keterpurukan saat melawan Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat. The Boys Are Back--julukan PBR--juga bertekad mengakhiri paceklik gol. Hingga tiga laga yang telah dijalani, PBR harus menempati posisi juru kunci dengan hanya mengumpulkan satu poin. Bukan hanya itu, PBR pun jadi satu-satunya kontestan di fase delapan besar yang belum pernah mencetak gol. Kemenangan jadi harga mati jika PBR ingin menjaga peluang lolos ke semifinal. “Setelah laga pertama, secara permainan sebenarnya sudah cukup oke. Tim ini memerlukan banyak pembenahan, terutama kinerja di lini depan, karena faktanya kita belum pernah mencetak gol,“ ungkap pelatih PBR Dejan Antonic. (R-1) Sumber : Media Indonesia, 21/10/2014, Halaman : 27

Senin, 20 Oktober 2014

Laju Juventus Terhenti di Citta del Tricolore

JUVENTUS terhenti dari deretan kemenangan mereka di pekan ketujuh.Dini hari kemarin, sang juara bertahan secara mengejutkan diimbangi tim yang tengah berjuang di zona maut, Sassuolo 1-1. Diprediksi bakal menang mudah, `Nyonya Tua' justru tertinggal duluan hanya 13 menit setelah kick-off.f Striker yang tengah naik daun di tim nasional Italia, Simone Zaza, membobol jala Gianluigi Buffon sehingga publik Stadio'n Citta del Tricolore bersorak.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit setelah Paul Pogba menyarangkan gol keras pada menit 19.Setelah itu, Juve makin tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi tetap tidak bisa mencuri tiga poin dari kandang Sassuolo. Ini merupakan kali pertama I Bianconeri tidak mampu menuntaskan laga dengan angka penuh. Di enam pertandingan sebelumnya, anak-anak Massimiliano Allegri ini selalu menang, bahkan tidak kebobolan, kecuali saat menjamu AS Roma, pekan lalu.

Ini juga menjadi tanda peringatan bagi Allegri yang akan memimpin pasukannya ke kandang Olympiakos Piraeus pada lanjutan Liga Champions, tengah pekan mendatang. Meskipun demikian, mantan arsitek AC Milan itu tidak menyalahkan penampilan buruk anak asuhnya yang terlihat kelelahan.

Ia pun mengaku sudah mencoba mengganti strategi di paruh kedua dengan menempatkan tiga penyerang sekaligus dalam skema 4-3-3. Namun, cedera Fernando Llorente di menit 66 membuat Allegri kembali hanya mengandalkan ketajaman Carlos Tevez di sisa laga itu. “Kami seharusnya tampil lebih baik dalam hal teknis dan tetap bisa menang meski tidak tampil maksimal,“ kilah Allegri. Striker asal Spanyol itu ditarik keluar karena cedera punggung. Ia masih harus menunggu rekomendasi dokter tim perihal dibawa ke

Yunani atau tidak pada tengah pekan ini ataupun tampil kontra Palermo di Juventus Stadium, pekan depan. Hasil imbang ini menjadi keuntungan bagi AS Roma yang di pertandingan sebelumnya menang 3-0 atas Chievo. Juve memang masih memimpin tabel sementara Seri A dengan 19 poin.Namun, I Giallorossi kini menguntit dengan hanya selisih satu angka. (AP/ Ash/R-2) Sumber : Media Indonesia, 20/10/2014, Halaman : 28

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.