Kamis, 27 November 2014

Duo Porto Dihargai Mahal Arsenal

ARSENAL sudah kehilangan Thomas Vermaelen yang hijrah ke Barcelona dan Laurent Koscielny yang tengah dibekap cedera. Seharusnya pelatih Arsene Wenger pun fokus untuk mendapatkan pengganti untuk pemain belakang. Namun, `profesor' justru membidik dua pemain FC Porto asal Kolombia, yakni Jackson Martinez dan Juan Quintero yang berposisi sebagai gelandang dan penyerang.

A Bola menulis hal itu dilakukan untuk menambah daya dobrak lini depan. Tak tanggung-tanggung dana sekitar 75 juta euro (Rp1,14 triliun) disiapkan untuk menebus dua pemain itu.

Hanya saja, bukan perkara mudah untuk mendatangkan mereka karena Juventus, AC Milan, Napoli, dan Liverpool juga menaruh minat.
Manchester United yang kini sedang tertatih-tatih di bawah kendali Louis van Gaal juga sedang mencari bek tambahan.

Kapten Borussia Dortmund Mats Hummels menjadi buruannya. Bahkan, `Setan Merah' siap menjadikan Hummels sebagai bek termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.

Dortmund hanya mau melepas Hummels dengan mahar sebesar 47 juta pound. Saat ini rekor transfer bek termahal masih dipegang bek asal Prancis, Eliaquim Mangala yang diboyong Manchester City dari Porto dengan transfer 31,8 juta pound.

Musim ini Van Gaal telah menghabiskan dana sebesar 150 juta pound untuk memboyong pemain bintang ke Old Trafford. Itu termasuk Angel Di Maria yang kini tercatat sebagai transfer termahal di Inggris.

Pelatih asal Belanda itu juga kesengsem dengan winger Fiorentina asal Kolombia Juan Cuadrado.

Cuadrado mencuri perhatian banyak klub besar dalam dua musim belakangan.Dia menjadi motor dan inspirator serangan Fiorentina di kancah Serie A. Namanya semakin menggema seusai bermain apik di perhelatan Piala Dunia 2014 kemarin bersama Kolombia.

Amat mungkin Cuadrado tidak akan menolak jika dilego ke Manchester United. (AFP/AP/ Era/R-4) Media Indonesia, 21/11/2014, halaman 28

Jumat, 21 November 2014

Alfred Riedl Coret Irfan Bachdim

PELATIH tim nasional sepak bola Indonesia Alfred Riedl memutuskan mencoret Irfan Bachdim dari skuat tim `Garuda' yang akan berlaga di Piala AFF pada 22-28 November 2014. Pemain yang membela klub Jepang Ventforet Kofu itu dicoret karena belum pulih dari cedera hamstring.

“Cederanya belum pulih, sedangkan tiga hari lagi kami harus berangkat ke Vietnam,“ kata Riedl seusai laga uji coba melawan Suriah di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (5/11) malam.

Dalam laga yang berkesudahan 2-0 untuk Suriah tersebut, Irfan memang tidak masuk daftar pemain utama dan cadangan. Sejak dipanggil Riedl dalam pelatnas Piala AFF 2014, Irfan memang tidak menunjukkan kondisi cederanya membaik.

Saat menanggapi pencoretan dirinya, Irfan mengaku sedih, tetapi bisa memahami keputusan Riedl tersebut.Menurutnya, untuk kepentingan tim, memang akan lebih baik untuk memiliki pemain yang 100% fit.

`Saya tidak cukup fit untuk bergabung dengan tim nasional untuk bermain di Piala AFF Vietnam. Tapi sayangnya saya cedera dan tidak bisa pulih dengan cepat', tulis Irfan dalam akun Twitter-nya, kemarin.
Setelah Irfan Bachdim, Riedl masih akan mencoret dua pemain lagi sebagai hasil proses seleksi untuk menentukan 23 pemain anggota tim inti.

Sepekan menjelang pertandingan Piala AFF, Riedl juga berharap kondisi fisik sejumlah pemainnya bisa pulih kembali. “Kami harus melakukan pembenahan dalam seminggu ini,“ ujar dia. (Ant/Wdo/R-3) Media Indonesia, 17/11/2014, halaman 28

Senin, 17 November 2014

Peluang Pique Hengkang Terbuka

PELUANG bek Barcelona Gerard Pique untuk hijrah dari klub Catalan itu makin terbuka. Indikasi itu sudah terlihat saat suami Shakira itu ngambek saat dijadikan cadangan oleh Luis Enrique kala Barcelona menang 2-1 atas Almeria pekan lalu.

Saat itu Enrique meminta Pique untuk melakukan pemanasan. Padahal, saat itu Barcelona sudah melakukan tiga kali pergantian. Pique sempat mempertanyakan sikap sang pelatih. Akan tetapi, mantan pemain Manchester United itu tetap menjalankan perintah Enrique.

Mirror menulis Enrique melakukan itu ternyata sebagai bentuk hukuman untuk bek asal Spanyol itu. Pique dihukum karena memainkan telepon genggam di bangku cadangan. Tahu Pique sedang galau, pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mencoba memanas-manasi suasana tersebut.

Dia tak yakin Pique dihukum akibat hal itu.Jika benar, Blaugrana telah berlebihan memperlakukan Pique.
“Saya tak akan menghukum pemain karena menggunakan telepon genggamnya di bangku cadangan. Saya percaya dengan kedisiplinan, tetapi ada hal yang saya pikir tidak harus diselesaikan dengan hukuman, tapi dengan bicara dan penjelasan,“ kata Ancelotti.

Pelatih asal Italia itu mengakui pemain seperti Pique ialah sosok yang cerdas. Untuk itu, dia masih kurang percaya Pique dipinggirkan karena hal tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pique dijadwalkan berbicara dengan Enrique setelah jeda internasional. Dalam pertemuan itu, masa depan Pique akan dibahas. Bukan tak mungkin, pemain 27 tahun ini akan hengkang dari Nou Camp.

Lepas dari itu, Enrique kini sedang dalam sorotan. Pasalnya, Barcelona menempati urutan kedua La Liga dengan 25 poin dari 11 laga, tertinggal 2 poin dari Real Madrid yang menempati puncak klasemen.
Mantan pelatih AS Roma itu dinilai tidak mampu men gangkat prestasi Barca. Meskipun demikian, legenda Barca, Johan Cruyff, merasa publik terlalu cepat meng hakimi Enrique. (AFP/AP/ Era/R-4) Media Indonesia, 13/11/2014, halaman 28

Sabtu, 15 November 2014

Wenger Isyaratkan Lempar Handuk

Wenger memprediksi Arsenal tak mungkin lagi mengejar defisit 12 poin dengan pemimpin tabel sementara Chelsea meski masih ada 27 laga sisa. MESKI baru me masuki matchday 11, pelatih Arsenal Arsene Wenger mengisyaratkan sudah lempar handuk dalam perebutan gelar juara Liga Primer. Itu merupakan ungkapan kekecewaan sang juru taktik setelah melihat timnya dipermalukan Swansea City 1-2, kemarin.

Arsitek bergelar `the Professor' itu jauh dari senang atas penampilan anak-anak asuhnya di Liberty Stadium. Meski memimpin hingga menit 75 lewat gol Alexis Sanchez di menit 63, the Gunners akhirnya pulang tanpa poin setelah kebobolan dua gol hanya dalam kurun 3 menit lewat tendangan bebas Gylfi Sigurdsson (76') dan Bafetimbi Gomis (79').

Akibat kegagalan itu, `Meriam London' terlempar ke urutan keenam klasemen sementara dengan 17 angka. Menurut hitunghitungan Wenger, mereka tak mungkin lagi mengejar defisit 12 poin dengan pemimpin tabel sementara Chelsea meski masih ada 27 laga sisa.

“Dengan perolehan poin mereka (Chelsea), mereka tidak mungkin lagi terkejar,“ kata pelatih asal Prancis itu.

Bukan hanya masalah terpuruk di klasemen sementara, hasil itu juga merisaukan Wenger, terutama soal organisasi di lini belakang. Itu merupakan kali kedua beruntun tim asal London utara tersebut tak mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Beberapa hari lalu di pentas Liga Champions, Arsenal akhirnya berbagi poin dengan Anderlecht. Padahal, dalam laga di Emirates itu, mereka sudah unggul dulu 3-0 sebelum akhirnya disamakan tim tamu menjadi 3-3. “Kami memimpin, tapi kehilangan dua poin dari Anderlecht dan tiga poin dari Swansea. Ini sangat-sangat mengecewakan,“ ungkap Wenger.

Kekesalan pria berusia 65 tahun terhadap timnya yang belum juga mampu menembus empat besar bahkan mengalahkan kekesalannya terhadap ulah Matieu Flamini. Sang pemain tengah terlihat marah kala Wenger menggantinya dengan Jack Wilshere di paruh kedua dan buru-buru masuk ruang ganti begitu peluit panjang berbunyi.

“(Flamini) itu bukan kekhawatiran terbesar saya saat ini,“ hardik Wenger.Kartu merah Hasil tak mengenakkan juga harus dialami Atletico Madrid di pekan ke-11 La Liga, kemarin.Mereka tersandung kartu merah untuk Guilherme Siqueira di menit 50 sehingga akhirnya menyerah 1-2 dari Real Sociedad.

Sang juara bertahan sebetulnya mendominasi hampir di sepanjang laga. Terbukti Los Rojiblancos sudah memimpin sejak menit ke-10 lewat gol Mario Mandzukic. Namun, 4 menit kemudian, Carlos Vela menyamakan skor bagi tuan rumah.

Kartu merah untuk Siquiera 5 menit setelah jeda seperti angin segar bagi Sociedad yang belum pernah menang dalam delapan laga terakhir. Delapan menit sebelum bubaran, Imanol Agirretxe akhirnya menghadirkan tiga angka pertama timnya sekaligus mengirim kekalahan pertama Atleti dalam enam laga terakhir.

Meski gagal mencuri angka, pelatih Atletico Diego Simeone tidak terlalu menganggap itu sebagai kerugian. Beberapa jam sebelumnya, dua pesaing terdekat Atletico saat ini, Valencia dan Sevilla, juga hanya imbang dengan lawan masing-masing.

“Saya tidak terlalu pusing dengan kekalahan ini karena Valencia dan Sevilla juga hanya imbang,“ ungkap Simeone.

Bagi Sociedad, hasil itu mengangkat mereka hingga posisi 15 setelah terbenam hanya dua tingkat dari dasar tabel dengan nilai sembilan. Meskipun demikian, perolehan poin yang sama dengan lima tim ke bawah masih belum menjamin posisi mereka aman dari degradasi.(AFP/AP/R-1) Media Indonesia, 11/11/2014, halaman 28

Timnas masih Tunggu Pemain

Meski menghadapi sejumlah kendala dalam persiapan timnas senior, PSSI sama sekali tidak menurunkan target mereka di Piala AFF 2014. "Kita masih menunggu para pemain dari dua klub itu, yakni Persib dan Persipura, sehingga laga uji coba hanya bisa dilakukan di dalam negeri."
Joko Driyono Sekjen PSSI

Mepetnya jadwal kompetisi Indonesia Super League (ISL) de ngan turnamen ASEAN Football Federation (AFF) Cup 2014 memang menjadi salah satu aral dalam persiapan tim nasional sepak bola senior. Pelatih Alfred Riedl bahkan masih harus menanti para punggawa dari klub finalis ISL Persib dan Persipura.

Padahal, turnamen sepak bola antarnegara ASEAN itu tinggal satu pekan lagi. Sekjen PSSI Joko Driyono pun tidak memungkiri kondisi tersebut. Menurutnya, PSSI menjadi tidak leluasa mengatur lawan latih tanding Boaz Solossa dan kawan-kawan.

Alhasil, mereka hanya bisa me lakukan laga uji di dalam negeri.Padahal, para pemain butuh latihan mental dengan bertanding di bawah tekanan pendukung lawan.

“Kita masih menunggu para pemain dari kedua klub itu sehingga laga uji coba hanya bisa dilakukan di dalam negeri,“ ucap Joko dalam konferensi pers AFF Suzuki Cup di Jakarta, kemarin. Diakui Joko, pihaknya bisa memaklumi kegundahan Riedl saat ini. Pasalnya, kedua klub itu menyumbangkan cukup banyak pemain untuk timnas.

Persipura menyumbang tiga pemain yakni Boaz Solossa, Ruben Sanadi, dan Imanuel Wanggai, sedangkan Persib menempatkan delapan pemain yakni M Ridwan, Supardi, I Made Wirawan, Ach mad Jufriyanto, Hariono, Firman Utina, Ferdinand Sinaga, dan Tony Sucipto. Meski begitu, PSSI tetap optimistis timnas dapat meraih hasil maksimal di Piala AFF. Trofi juara pun menjadi harga mati.

“PSSI tak pernah turunkan target untuk jadi yang terbaik di Asia Tenggara,“ tegas Joko. Di turnamen yang berlangsung pada 22 November-20 Desember di Vietnam dan Singapura itu, tim `Garuda' tergabung di Grup A bersama Vietnam, Filipina, dan Laos.

Kali terakhir Indonesia mencapai final Piala AFF yakni pada 2010. Sayangnya, dalam laga berlangsung dengan sistem home and away itu, timnas harus mengakui keunggulan Malaysia.

PSSI telah menjadwalkan dua laga uji coba sebelum timnas berangkat ke Vietnam pada 19 November. Tim `Garuda' bakal meladeni Timor Leste pada Selasa (11/11) dan Suriah pada Sabtu (15/11).

Menurut asisten pelatih timnas Widodo C Putro, dalam laga uji coba melawan Timor Leste nanti, mereka amat mungkin akan menguji beberapa pemain, di antaranya striker Sergio van Dijk dan kapten timnas U-19 Evan Dimas.

“Prioritas Sergio akan diturunkan, tinggal melihat kondisinya.Adapun peluang Evan besar karena ada beberapa pemain di posisi dia yang tidak dapat bermain.Namun, keputusan akhir ada di tangan pelatih,“ tukas Widodo.

Hal yang sama diungkapkan pelatih Timor Leste Antonio Carlos Viera. Pelatih asal Brasil itu mengaku akan menguji beberapa pemain mudanya saat menghadapi Indonesia. Janjikan bonus Sementara itu, perusahaan otomotif Suzuki menjanjikan bonus besar bagi para pemain timnas jika bisa berprestasi di ajang Piala AFF 2014 nanti.

Mereka akan memberikan satu unit kendaraan roda dua kepada setiap pemain jika mampu mencapai semifinal.

Bukan itu saja, Suzuki juga akan memberikan hadiah mobil bagi pemain yang bisa mencetak gol di babak final. Hal tersebut dikatakan Sales Marketing dan Direktur DND Davi J Tulian. (Sat/R-4) Media Indonesia, 11/11/2014, halaman 27

PSSI sudah Punya Nama Direktur Teknik

TEKA-TEKI seputar nama direktur teknik baru yang akan membawahkan timnas usia muda masih menggelayut. Meski sebelumnya PSSI sudah mengatakan telah menunjuk Wim Koevermans sebagai direktur teknik yang baru, belakangan organisasi sepak bola nasional itu membantahnya.

Melalui Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono, PSSI membantah kabar bahwa pelatih asal Belanda itu akan menjadi direktur teknik timnas usia muda.

Menurut Joko, saat ini mereka memang sudah mengantongi sebuah nama, tapi bukan yang ramai diberitakan. “Kita sudah mengesahkan direktur teknik yang baru dan akan membawahkan timnas U-19 ke bawah. Namun, baru kita perkenalkan pada awal Desember nanti. Pelatih itu memang berasal dari Belanda, tapi bukan yang kemarin diberitakan teman-teman yang inisialnya Wim itu,“ tegas Joko kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, nama mantan pelatih timnas India Wim Koevermans disebut-sebut akan menjadi direktur teknik timnas yang baru.Apalagi, Koevermans kini sedang menganggur setelah kontraknya habis dengan timnas India pada Oktober lalu.

Di samping itu, pelatih Belanda tersebut juga dinilai cocok untuk menukangi para pemain muda Indonesia karena ia memiliki pengalaman dalam membina pemain usia muda.

Selain pernah menjadi pelatih timnas junior Belanda pada 2002 hingga 2008 lalu, Koevermans pernah menukangi timnas Irlandia U-21 pada 2010.

Namun, sekali lagi, Joko menampik kabar tersebut. Menurut dia, sebenarnya proses penyaringan sudah berlangsung dalam beberapa waktu lalu. Namun, karena masalah privasi, proses tersebut sengaja dirahasiakan.

“Sebenarnya kita menjaring beberapa pelatih Belanda, Jerman, Belgia, dan Prancis. Kami juga melakukan interaksi, melakukan fit and proper test, dan cukuplah. Akan tetapi, (namanya) sengaja kita rahasiakan karena privasi yang bersangkutan,“ kata Joko lagi.

Meskipun baru akan diperkenalkan awal Desember nanti, kata Joko, direktur teknik yang baru itu sudah efektif bekerja pada 20 November. Salah satu tugasnya nanti ialah mendiskusikan pemilihan pelatih timnas U-19 dengan PSSI. (Sat/R-4) Media Indonesia, 11/11/2014, halaman 27

Kamis, 13 November 2014

Teknologi Untungkan Chelsea

Arsenal bertekad memperbaiki performa mereka di Liga Primer dengan mengalahkan Swansea. Berlaga di kandang sendiri, Anfi eld, Liverpool dirugikan teknologi garis gawang yang telah diaplikasikan di Liga Primer sejak musim ini. Berkat teknologi terbaru di dunia sepak bola tersebut, ‘si Merah’ harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor tipis 1-2, kemarin.

Permainan dengan tempo lambat diperlihatkan dua tim di awal laga. Namun, sepakan spekulasi gelandang muda Emre Can yang terdefleksi membuat Liverpool unggul terlebih dahulu saat laga berjalan 9 menit. Tidak perlu waktu lama, lima menit kemudian, Chelsea menyamakan kedudukan setelah bek Gary Cahill memanfaatkan kemelut di depan gawang. Meski sempat diselamatkan oleh kiper Liverpool Simon Migno let, teknologi garis gawang menyatakan, jika usaha Cahill tersebut berbuah gol.

Di paruh kedua, penyerang Chelsea Diego Costa akhirnya menjadi aktor antagonis kubu tuan rumah setelah sepakannya merobek gawang Liverpool. Gol ini menjadi gol ke-10 pemain Timnas Spanyol itu sekaligus membuat Liverpool menderita kekalahan kelima di Liga Primer musim ini.

Di lain pihak, kemenangan membuat the Blues julukan Chelsea terus menjaga performa apiknya dengan menjadi satu-satunya tim yang belum merasakan kekalahan musim ini. Hasil positif skuat asuhan Jose Mourinho tersebut juga membuat posisi Chelsea di puncak klasemen semakin kokoh dengan 29 poin. Performa naik turun Dari laga malam nanti, Arsenal harus segera memperbaiki performa yang masih saja naik turun saat dijamu tuan rumah Swansea City dalam pekan ke-11 Liga Primer.

Performa menurun ditunjukan anak asuh Arsene Wenger ini sete lah tertahan wakil Belgia Anderlecht di Liga Champions meski telah unggul tiga gol lebih dahulu. Menghadapi the Swans, Wenger tidak akan memaksakan kehadiran penyerang Theo Walcott di 90 menit laga penuh.

Walcott sendiri telah menjalani debut di 10 menit terakhir saat kontra Burnley pekan lalu setelah harus menjalani perawatan cedera lutut. Akibat cedera itu, Walcott pun harus absen selama 10 bulan sejak Januari. “Dia (Walcott) sudah tidak bermain selama 10 bulan. Sebagian orang berpikir bahwa dia mesin tapi kami adalah manusia biasa,” ujar Wenger.

Di lain pihak Swansea juga dalam kondisi yang kurang baik setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam enam laga terakhir. Namun, usaha untuk bangkit Wilfried Bony dan kolega harus terganggu setelah gelandang andalan Jonjo Shelvey absen akibat akumulasi kartu.

Untuk menggantikan perannya, pelatih Swansea Garry Monk kemungkinan akan memainkan gelandang Tom Carrol yang dipinjam dari Tottenham Hotspur.

Sementara itu, baik Sunderland maupun Everton akan mencoba mengais hasil positif kala bertemu di Stadium of Light kandang Sunderland, Minggu (9/11) malam. Keduanya juga masih dalam suasana kemenangan setelah meraih poin penuh dalam pertandingan terakhir mereka.

Statistik pertemuan musim lalu pun berakhir seimbang dengan saling mengalahkan di kandang lawan dengan skor tipis 1-0. Namun, jika merunut lima pertemuan terakhir dua tim, Everton unggul 3-2.

Penyerang Everton Romelu Lukaku patut diwaspadai Sunderland. Lukaku mencetak tiga gol dalam empat pertandingan terakhir. (goal.com/R-3) Media Indonesia, 9/11/2014, halaman 7

Rabu, 12 November 2014

Liverpool tidak Inferior

Meski lebih diunggulkan, Chelsea tidak berani menganggap enteng Liverpoo yang bermain di kandang sendiri.
PELAJARAN ialah guru yang terbaik. Hal itu pun diyakini benar oleh arsitek Liverpool Brendan Rodgers. Itu sebabnya ia mengaku sudah menyiapkan strategi khusus saat menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield, nanti malam.

Tidak mudah memang, sebab penampilan tim besutan Jose Mourinho itu relatif konsisten. Chelsea bahkan menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Primer musim ini. Mereka kukuh bercokol di posisi puncak klasemen dengan 26 poin dari 10 laga, sedangkan Liverpool masih tercecer di urutan ketujuh dengan 14 angka.

Tidak mengherankan jika Chelsea lebih diunggulkan dalam laga nanti, meskipun mereka bertindak sebagai tim tamu. Namun, Rodgers menegaskan timnya tidak merasa inferior. Juru taktik asal Irlandia Utara itu mengaku sudah belajar banyak dari pertemuan musim lalu. Dari dua pertemuan terakhir kedua tim, the Reds selalu menjadi pecundang. Pertama dengan skor 1-2 dan kedua 0-2.

Ironisnya, pertemuan terakhir di Anfield itu juga diwarnai insiden memalukan oleh sang kapten Steven Gerrard. Kala itu, Gerrard terpeleset sehingga bola diambil Demba Ba yang langsung membobol gawang `si Merah'. Akibatnya, Liverpool bukan hanya kalah, melainkan juga kehilangan peluang untuk gelar Liga Primer pertamanya sejak 1990.

“Kami sudah belajar dari (dua) laga sebelumnya. Ini merupakan tantangan baru dan tentu saja ini akan menjadi laga yang sulit buat kami,“ cetus Rodgers. “Mereka belum terkalahkan dan merupakan tim terkuat di liga saat ini. Tapi bagi kami, bermain di Anfield, siapa pun lawannya, kami selalu yakin bisa mendapatkan hasil yang baik,“ imbuhnya.

Mantan arsitek Swansea City itu memang layak percaya diri, sebab ia nyaris tidak punya masalah dengan kondisi pemain. Rodgers bahkan rela dihujani kritik saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions, Rabu (5/11), lantaran hanya menurunkan para pemain lapis keduanya.

“Memang ada yang mengkritik, tapi itu hak tim dan para pemain. Jika saya menurunkan Kolo Toure, Lucas Leiva, atau Adam Lallana itu karena performa mereka bagus. Tapi inilah risiko manajer dan saya tidak terpengaruh karenanya. “Jaga standar Di sisi lain, para pemain Chelsea juga cukup percaya diri menghadapi laga nanti. Gelandang Nemanja Matic bahkan berjanji akan kembali mempermalukan Liverpool di depan para pendukung mereka, sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka.

Di samping itu, ia juga akan membuktikan bahwa mereka juga bisa bermain menyerang. Hal itu untuk menutup mulut Rodgers yang menuding mereka terlalu bertahan pada pertemuan terakhir. “Banyak tim yang mencoba memarkir bus saat melawan kami, tapi kami tetap menang. Tidak mudah memang. Jika Anda bertahan, Anda harus tahu bagaimana bertahan. Dalam laga, kami menunjukkan kualitas. Yang pasti tidak ada seorang pun yang senang ketika timnya kalah,“ sindir Matic.

Berbeda dengan Matic, Branislav Ivanovic justru memperingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai kebangkitan Liverpool. Salah satu caranya ialah dengan membenahi penampilan mereka jika tidak mau menuai hasil sama seperti ketika ditahan Maribor.

“Kondisinya tentu berbeda dengan musim lalu. Saat itu, Liverpool ingin menang untuk menjadi juara. Tapi kini kami sebagai pemuncak klasemen dan mereka penantangnya,“ ujar Ivanovic. (AFP/AP/R-2) Media Indonesia, 8/11/2014, halaman 21

Selasa, 11 November 2014

Penantian Persib Berakhir di Jakabaring

IMPIAN warga Jawa Barat untuk melihat tim kesayangan mereka Persib Bandung menjadi juara Liga Indonesia akhirnya terwujud. Lewat drama panjang nan menegangkan, `Maung Bandung' akhirnya menuntaskan puasa gelar mereka yang sudah berlangsung selama 19 tahun setelah menaklukkan Persipura Jayapura 5-3 lewat adu penalti pada final Indonesia Super League (ISL) di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, tadi malam.

Duel dua tim terbaik di Tanah Air itu harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah hingga waktu normal 2x45 menit dan perpanjangan waktu 2x15 menit kedudukan tetap 2-2.

Persipura bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua setelah Bio Paulin diganjar kartu merah unggul lebih dulu lewat Ian Kabes (5'). Namun, Persib berbalik memimpin setelah gol bunuh diri Imanuel Wanggai (45') dan M Ridwan (52').

Pertandingan semakin seru setelah `Mutiara Hitam' menyamakan kedudukan lewat kapten Boas Salossa (79'). Apalagi, setelah di babak tambahan waktu Persib juga kehilangan pemain setelah Vladimir Vujovic mendapat kartu kuning kedua.

Pada adu tendangan penalti, kiper I Made Wirawan sukses membendung tendangan Nelson Alom yang menjadi algojo keempat Persipura. Kesuksesan `Maung Bandung' dikunci eksekutor terakhirnya Achmad Jufriyanto yang berhasil menjebol gawang Dede Sulaiman.

Inilah gelar pertama Persib setelah musim musim 1994/1995. Kebahagian Persib semakin lengkap sebab pemain mereka Ferdinand Sinaga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik ISL 2014.

Sebaliknya, Persipura gagal membuat sejarah sebagai tim pertama yang mampu memenangi kompetisi dua musim berturut-turut. Tidak berlebihan jika para bobotoh begitu bergembira merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka.

“Sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan anak-anak yang begitu hebat dan sesuai janji yang sudah saya ucapkan, saya akan bawa para pemain ke Mekah untuk melakukan umrah,“ ujar Manajer Persib Umuh Muchtar.

Sementara itu, di sejumlah kota besar di Jawa Barat, warga setempat dikabarkan langsung menggelar pesta. Mereka turun ke jalan-jalan atau berkonvoi mengelilingi kota sambil menyalakan kembang api dan membunyikan terompet. (AN/ EM/AD/R-4) Media Indonesia, 8/11/2014, halaman 1

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.