Selasa, 22 Oktober 2013

Indra Sjafri Diarak di Kampungnya

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri diarak bak pahlawan saat pulang berziarah ke kampung halamannya di Batang Kapeh Kabupaten Pesisir Selatan. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan warga menyambutnya dengan mengadakan arak-arakan.

"Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami semua, karena putra kabupaten ini berhasil mengantarkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia usia 19 tahun menjadi juara di tingkat Asean dan lolos dalam kualifikasi piala Asia, " kata Wakil Bupati Pessel, Editiawarman di Painan, Senin (21/10).

Pelatih Indra Sjafri mulai diarak sejak dari perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kota Padang. Rombongan dengan 30 mobil ini kemudian melaju ke ibukota kabupaten, Painan yang berjarak sekitar 45 km dari tapal batas.

Sebelum memasuki pekarangan Kantor Bupati Pessel, Indra Sjafri dengan iring iringan puluhan mobil dinas Pemkab dan pribadi itu dibawa mengelilingi Kota Painan.

Usai dijamu Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama warga di Kantor Bupati, Indra dijamu makan siang di rumah dinas Bupati.

Usai makan siang, baru pelatih timnas U-19 ini melanjutkan perjalanan ke kampungnya di Kampung Jalamu, Batang Kapeh. Disana Indra Sjafri bersama rombongan berhenti sejenak untuk berziarah ke makam perkuburan ayahnya, almarhum Anwar.

Dari sana rombongan melanjutkan perjalanan ke nagari kelahiran pelatih Timnas U-19 itu yakni Lubuk Nyiur, Batang Kapeh. Disana, dia melakukan temu ramah dengan masyarakat di lapangan sepak bola tempat bermainnya sewaktu kecil dahulu.

Berita Terkait lainnya : Timnas U-19 Akan Berlatih di Inggris atau Spanyol
Timnas U-19 diproyeksikan akan menjalani latihan di Inggris atau Spanyol. Latihan di benua Eropa itu untuk menghadapi target masuk empat besar Piala AFC U-19 di Myanmar 2014.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyebutkan, untuk meujudkan itu, PSSI terlebih dahulu bertemu dan berdiskusi dengan Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri.

"Dua tempat telah disiapkan rencananya salah satu klub Inggris dan di Barcelona. Selama di sana mereka akan melakukan latihan juga dan uji tanding. Ini dilakukan untuk menambah jam terbang bagi mereka," ungkap Djohar.

Menurut rencana, Kamis ini(31/10), PSSI bersama Badan Tim Nasional akan mengadakan pertemuan dengan Indra Sjafri.

"Pertemuan untuk membicarakan program jangka panjang bagi Timnas U-19. Kita harus menyiapkan program yang benar-benar bagus supaya mereka bisa meraih prestasi di event lainnya. Apalagi mereka dipersiapkan untuk SEA Games dan target lolos ke Piala Dunia U-20," tambah Djohar.

Sumber : zamrudtv.com

Sabtu, 19 Oktober 2013

PSSI Dukung Penuh Semua Program Indra Sjafri di Timnas U-19

Usai memastikan tiket U-19 ke Piala Asia 2014 Myanmar, PSSI langsung memperpanjang kontrak Indra Sjafri dalam menangani Timnas U-19. Tidak itu saja, PSSI juga akan memback-up semua program yang dibuat pelatih asal Batang Kapeh, Sumatra Barat itu.

Sekretaris Jendral PSSI, Joko Driyono menyebutkan, PSSI siap membantu semua program yang diajukan Indra Sjafri. Alasannya, sukses timnas U-19 diawali perencanaan detail tim pelatih.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa PSSI siap berdiri di belakang program persiapan timnas U-19. Soal dana, ia merasa PSSI tidak memiliki masalah. PSSI akan mengkombinasikan, aspek teknis dengan pencapaian target. Kedua aspek itu juga akan kami kombinasikan aspek komersial.

Menurut Joko, Timnas U-19 diproyeksikan bisa lolos Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Syaratnya, timnas U-19, minimal harus masuk empat besar atau melangkah ke semi final Piala Asia U-19.

Pelatih Indra Sjafri sendiri berkeinginan, semua pemain tetap bergabung di pelatnas U-19, tanpa ada yang dilepas ke klub. Indra ingin para pemain tetap ikut pelatnas jangka panjang yang telah disusunnya. Di Pelatnas inilah, Timnas U-19 akan di tempat dengan uji coba- uji coba internasional.

Berita terkait Timnas U-19 lainnya :
Pelatih Timnas U-19 Pulang Kampung
Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Jumat(18/10) pulang ke kampungnya, Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Kedatangannya di Bandara Internasional Minangkabau disambut meriah sejumlah pejabat, pengurus bola di Sumbar dan supporter fanatik bola.

Begitu Indra Sjafri turun di pesawat, dia langsung disambut Kadispora Sumbar, Priadi Syukur, Ketum KONI Sumbar Syahrial Bakhtiar dan Ketum PSP Padang Mahyeldi Ansharullah. Teriakan yel-yel terdengar saat sang peracik Juara Piala AFF U-19 ini menuju ruang tunggu VIP Bandara.

Indra Sjafri datang ke Padang tidak sendirian. Dia pulang kampung bersama salah satu punggawa Timnas U-19 Rully Desrian. Rully adalah jebolan PPLP Padang.

"Selamat datang Indra Sjafri.. Terima kasih Indra Sjafri dari kami suporter Padang...," begitulah teriakan yang disampaikan supporter.

Menurut Indra, kepulangannya ke kampung halaman, selain rindu dengan suasana kampung halaman yang sudah membesarkannya, juga ingin berziarah ke makam orangtuanya di Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan.

Indra Sjafri sendiri mengaku terharu dengan sambutan yang diterimanya. Dia berjanji akan membawa Timnas U-19 ke pentas dunia.

Berita lainnya terkait Timnas U-19
Evan Dimas Belum Mau Bergabung ke Klub Profesional
Kapten timnas U-19, Evan Dimas Darmono belum memutuskan masa depannya bersama klub profesional. Dia masih ingin terus berkonsentrasi bersama tim nasional menghadapi putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar pada 2014.

"Yang pasti, ke depan saya ingin konsentrasi di Timnas dulu, menyelesaikan tugas hingga Piala Asia 2014. Saya dan teman-teman harus melakukan persiapan lebih maksimal lagi," kata pemain yang mencetak tiga gol penentu kemenangan Timnas atas Korea Selatan pada laga terakhir kualifikasi Piala Asia 2014 di Jakarta, pekan lalu.

Selama menjalani libur di Surabaya usai memperkuat Timnas U-19 di kualifikasi Piala Asia, pemain yang pernah magang di Akademi Sepak Bola Barcelona, Spanyol, tahun 2012 itu, mengaku tetap menjaga kondisi fisik dengan berlatih sendiri atau bersama klubnya PS Mitra Surabaya.
Sumber zamrudtv.com

Jumat, 18 Oktober 2013

Erick Thohir Miliki 2 Klub Bola Dunia, 3 Klub Basket

Ada rasa bangga ketika Presiden Inter Milan Massimo Moratti mengumumkan, pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Moratti akhirnya bersedia melepas saham keluarganya sebanyak 70 persen ke konsorsium yang dipimpin Erick Thohir.

Dengan keberhasilan Erick mengakuisi klub Inter Milan, berarti ini merupakan klub olahraga ke lima yang dimiliknya. Berikut klub-klub yang dimiliki pendiri Mahaka Grup yang bergerak di bidang hiburan, televisi, radio dan surat kabar.

1. Inter Milan.

Moratti sepakat melepas 70 persen saham Inter Milan kepada International Sports Capital (ISC). Perusahaan ini dimiliki Thohir bersama dua rekan lainnya, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo.

Hingga kini, besarnya nilai akuisisi 70 persen saham tersebut masih menjadi tanda tanya. Gazzettadello Sports mengklaim sebesar 300 juta Euro (4,5 triliun Rupiah). Sementara, Tuttosport melansir sebesar 260 juta Euro (3,9 triliun Rupiah).

2. Philadelphia 76ers
Erick Thohir sejak 18 Oktober 2011 telah membeli klub National Basketball Association (NBA) Philadelphia 76ers. Klub basket dibeli Erick lewat sebuah grup yang dipimpin Joshua Harris bernama Comcast-Spectacor.

Hal itu menjadikan Thohir dan rekannya, Handy Soetedjo, sebagai orang Asia pertama yang memiliki klub NBA.

Mereka membeli The 76ers dari grup Comcast-Spectators seharga 280 juta dolar AS (3,07 triliun Rupiah). Kesepakatan pembelian tersebut adalah 100 persen franchise atas kepemilikan The 76ers dan tidak termasuk Tim NHL Flyers, yang juga milik Comcast Spectacor.

3. DC United.
Erick mengakusisi DC United bersama tiga orang rekannya, yakni Jason Levien (salah satu pemilik klub NBA Philadelphia 76ers), Will Chang (investor DC United sebelumnya), dan Kevin Payne (Presiden klub DC United).

Proses akuisisi tersebut rampung pada 12 Juli 2012. Meski membeli bersama tiga rekannya, Thohir kabarnya memiliki saham paling besar.

Keputusan Erick membeli saham DC United bukan tanpa alasan. Ia memiliki sebuah impian dan cita-cita besar. Salah satunya menjadi pintu bagi pemain Indonesia untuk go international.

DC United sendiri merupakan pemegang empat gelar juara MLS, yaitu tahun 1996, 1997, 1999 dan 2004 dan tiga kali memenangkan Lamar Hunt U.S. Open Cup pada 1996, 2008, dan 2013

4. Indonesia Warriors
Pada tahun 2009, Erick bersama pengusaha asal Malaysia, Tony Fernandes, melakukan gebrakan dengan membuat ABL, ASEAN Basketball League. Kompetisi ini beranggotakan klub-klub dari negara-negara Asia Tenggara.

Total ada enam klub yang berkompetisi, Satria Muda BritAma (Indonesia), the Westports KL Dragons (Malaysia), the Singapore Slingers (Singapore), the Brunei Barracudas (Brunei), the Thailand Tigers (Thailand) and the AirAsia Philippine Patriots (Philippines).

Satria Muda pada akhirnya berubah nama menjadi Indonesia Warriors karena ada peraturan ABL yang mengharuskan klub yang sama tidak bisa berlaga di dua ajang yang berbeda. Jadi, Satria Muda tetap berlaga di NBL dan Indonesia Warriors tampil di ABL

5. Satria Muda.
Erick, yang gemar bola basket, pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) periode 2006�2010 dan menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Basketball Association (SEABA) selama dua periode, yaitu periode 2006-2010 dan 2010-2014.

Satria Muda adalah juara turnamen Liga Bola Basket Indonesia pada tahun 2006 dan meraih peringkat kedua pada kompetisi bola basket Sister City di Jakarta pada tahun yang sama.

Di musim reguler IBL 2006 Satria Muda kembali tampil sebagai juara. Satria Muda juga meraih gelar juara NBL pada 2012. (tim/zamrudtv.com)

Senin, 07 Oktober 2013

Ketum PSSI Berharap Timnas U-19 Lolos Piala Asia

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin berharap Timnas U-19 lolos dari kualifikasi grup Piala Asia atau Piala AFC U-19. Harapan itu dilontarkan saat meninjau anak-anak Garuda Muda itu melakukan latihan di Senayan, Jakarta.

Dalam penilaian Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, Jumat(4/10) dibandingkan saat berlaga di Piala AFF U-19, timnas U-19 sudah terlihat ada peningkatannya.

"Saya menilai kemampuan teknik mereka sudah lebih meningkat dibanding di Sidoarjo. Mereka ingin membuat sejarah. Mohon doanya agar Timnas berhasil lolos," ungkap Djohar.

Menurut Djohar, jika Timnas U-19 bisa lolos ke Piala AFF U-19, dan bisa menembus peringkat empat, maka tim ini akan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015.

Untuk itu, dalam kualifikasi Grup G Piala AFF U-19, Djohar berharap Indonesia bisa lolos. Pasalnya, sebagai tuan rumah dan didukung supporter, Timnas U-19 diharapkan bisa jadi juara grup dengan mengalahkan lawan-lawannya di Grup G, seperti Korea Selatan, Filipina dan Laos.
Peliputan Latihan Timnas U-19 Diperketat
Takut diketahui pihak lawan soal skema permainan, pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, mulai memperketat peliputan saat latihan. Media hanya dibolehkan meliput 15 menit awal latihan dan 15 menit di akhir latihan.

Pada sesi latihan pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (2/10/2013) WIB, peraturan ketat terkait peliputan awak media pun diberlakukan.

"Maaf jika proses peliputan untuk teman-teman media agak ketat. Karena ini permintaan dari Badan Tim Nasional (BTN) juga. Tapi kami tetap siapkan waktu untuk temen-teman wartawan bekerja. Mudahan-mudahan apa yang kami siapkan, bisa membuat teman-teman nyaman,� ungkap media officer timnas U-19, Rendy.

Sementara untuk sesi tanya jawab, Media officer Garuda Jaya hanya menyiapkan pelatih dan dua pemain timnas U-19 untuk dimintai keterangan setelah latihan usai. Sementara pemain-pemain lainnya, langsung dipersilahkan masuk kedalam bus.

Indonesia tergabung di Grup G bersama Korea Selatan, Filipina dan Laos. Indonesia menjadi tuan rumah dalam fase grup yang berformat setengah kompetisi itu.

Delapan Pemain Timnas U-19 Dicoret
Setelah melakukan persiapan satu minggu di Jawa Timur, Timnas U-19, pindah homebase latihan ke Jakarta. Perpindahaan itu terkait dengan pindahnya lokasi pertandingan laga kualifikasi Pra Piala Asia U-19 Grup G ke Stadion Bung Karno Jakarta.

Pelatih Indra Syafri menyebutkan dari 31 pemain yang sudah dipanggil, dia kemudian menyusutkan jumlah pemain menjadi 23 pemain. Sebanyak 8 pemain dicoret.

"Empat pemain akan dicoret dari skuad setelah latihan perdana," kata Indra Sjafri seperti dilansir Ligaindonesia.

Pada Sabtu (5/10) besok, Indra akan kembali mencoret empat lagi.

Sejak menggelar traning camp di Sidoarjo, Indra mengaku sudah memiliki gambaran 23 pemain yang didaftarkan untuk tampil di pertandingan nanti.

Di Kualifikasi Piala Asia 2014, Garuda Muda akan satu grup dengan Korea Selatan, Filipina dan Laos. Korea Selatan diyakini bakal menjadi lawan berat Indonesia di fase penyisihan grup. (sumber:zamrudtv.com)

Minggu, 06 Oktober 2013

Boaz dan Van Dijk Bakal Gedor Pertahanan Cina

Duet Boaz Solossa dan Sergio Van Dijk bakal menggedor pertahanan Cina pada lanjutan kualifikasi Piala Asia Grup C. Keduanya diperkirakan akan dimainkan dalam laga yang akan berlangsung tanpa penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (15/10).

Untuk menghadapi pertandingan itu, Badan Tim Nasional PSSI telah mengumumkan 24 nama yang akan memperkuat Timnas Senior. Selain nama keduanya, untuk striker, timnas yang dilatih Jacksen F Tiago juga memasukan nama Titus Bonai, Patrich Wanggai, Greg Nwokolo, dan Andik Vermansyah.

Untuk lini tengah pelatih asal Brasil itu memanggil Ahmad Bustomi, Vendri Mofu, Zulham Zamrun, Imanuel Wanggai, Taufik, Slamer Nur Cahyo.

Sedangkan lini belakang akan diperkuat Yustinus Pae, Ruben Sanadi,, Raphael Maitimo, M.Robby, Firdaus Ramadhan, Toni Sucipto, Victor Igbonefo, Hasyim Kipuw dan Fachruddin.

Sementara untuk penjaga gawang, tidak terlihat nama Kurnia Meiga. BTN hanya memasukan tiga nama penjaga gawang Choirul Huda, I Made Wirawan dan Dia Agus Prasetyo.

"Kurnia Meiga tenaganya diperlukan untuk persiapan SEA Games 2013. Makanya, nama dia tidak masuk dalam 24 pemain yang dipanggil," kata Sekretaris BTN Sefdin Saefudin.

Sesuai dengan rencana, sebelum menghadapi Cina, Boaz Solossa dan kawan-kawan akan menjalani pemusatan latihan di Lapangan Argowisata, Batu, Jawa Timur mulai Jumat (4/10).

Timnas Garuda pada klasemen sementara Grup C tertahan didasar klasemen dengan nol poin setelah kalah dari Irak 0-1 dan kalah dari Arab Saudi, 1-2. Pimpinan klasemen saat ini dipegang Arab Saudi dengan enam poin. (tim/zamrudtv.com)

Kamis, 26 September 2013

Walau Kalah dari Palestina, Indonesia Tetap Maju ke Semifinal

Timnas Indonesia yang berlaga di pesta Islamic Solidarity Games (ISG), ditundukan Palestina dengan skor 1-2. Walau kalah, Timnas yang diperkuat oleh tim U-23 ini tetap maju ke semifinal.

Pertandingan terakhir fase grup B di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu malam (25/9), bagi anak asuh Rahmad Darmawan cukup bermain imbang atau tidak kalah dari satu gol. Pasalnya, dalam pertandingan pertama, Indonesia berhasil mengalahkan Maroko dengan skor 1-0. Sementara Maroko mengalahkan Palestina dengan skor 3-1.

Pada babak pertama Indonesia mampu menahan Palestina dengan skor 1-1. Palestina unggul lebih dulu di menit 16. Ashraf Waghra mengaksekusi tendangan bebas yang berhasil masuk ke gawang Indonesia yang dikawal oleh Andritany Ardhiyasa.

Indonesia mampu membalas pada menit ke-29. Gol itu dicetak oleh Sunarto lewat titik penalti. Hadiah penalti diberikan setelah Fandi Eko Utomo dilanggar oleh Tamer Seyam di dalam kotak 16 meter.

Palestina kembali unggul pada menit 62 setelah Alfin Tuasalamony melakukan pelanggaran di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, Ashraf Waghra yang menjadi algojo sukses menjaringkan bola ke gawang tim Merah Putih.

Di sisa pertandingan tim besutan Rahmad Darmawan itu tak bisa mencetak gol penyeimbang. Skor 1-2 tak berubah hingga laga usai.

Dengan hasil ini, maka semua tim di Grup B sama-sama mengumpulkan tiga angka. Tapi, Maroko dan Indonesia berhak melaju ke babak semifinal sebab unggul selisih gol.

Maroko akan berhadapan dengan runner-up A, Arab Saudi. Sementara Indonesia akan berhadapan dengan Turki. (sumber:zamrudtv.com)

Rabu, 25 September 2013

Kisah Indra Syafri, Dari PSP ke Timnas U-19

Mungkin tidak banyak yang tahu, pelatih Timnas U-19 Indra Syafri memulai karir melatihnya dari klub lokal di Padang, PSP. Mantan pegawai Kantor Pos Padang ini memulai karir melatihnya dari klub lokal.

Setelah cukup lama kiprahnya di Padang membawa berbagai klub, Indra pindah ke Jambi. Di sanalah Emral Abus (mantan pelatih PPLP Sungai Sapih Padang) memperkenalkannya kepada petinggi sepakbola Tanah Air di Jakarta.

Lama juga di Jambi maka Indra terbang ke Jakarta sekitar tahun 2010. Kembali Uncu -sapaan Emral Abus- memperkenalkan kepada mantan Sekjen PSSI Hadiyandra, Bob Hippy dan Fery Paulus dan Maifirion.

Dari perkenalan itu, Indra pun diberi amanah memegang timnas U-16 dan U-17. Tugas pun sukses dikerjakannya. Dua kali juara di Hongkong 2012 dan awal 2013.

�Bagi saya, kalau ada pelatih bagus apalagi dari Minangkabau kenapa tidak saya bantu. Kini Indra Sjafri sudah mencetak sejarah. Yang bangga tentu orang Minang juga. Kita itu banyak memiliki potensi. Makanya sesama pelatih orang Minang harus saling mendukung dan jangan saling menjatuhkan,� ujar Emral Abus, seperti dikutip Singgalang, Selasa(24/9). Emral saat ini sedang berada di Malaysia sebagai intrukstur pelatih.

Keberhasil Indra dalam membawa timnya menjadi juara di Hongkong, membuat pengurus PSSI memberi tanggungjawab melatih timnas U-19 untuk AFF Cup. Dalam turnamen itu, Indra Syafri diberi beban harus bisa menjadi juara.

Untuk mencapai target pengurus PSSI itu, Indra pun melakukan persiapan dengan memantau seluruh anak-anak muda yang terbaik di seluruh Indonesia. Dia berkeliling Indonesia mencari pemain terbaik.

Dari hasil pantauan itu kemudian digodok lagi dalam seleksi. Akhirnya terpilih 20 pemain yang berusia antara 16-18 tahun. Merekalah yang terbaik.

Menurut Indra, mereka yang lolos seleksi adalah mereka yang terbaik dari yang baik. Penekanan Indra lebih kepada skill, teknik, fisik dan mental.

"Untuk fisik saya memang menekankan VO2 Max (daya tahan). Alhamdulillah berkat keseriusan anak-anak pemain U-19 kita ini memiliki VO2 Max di atas 55 bahkan Evan Dimas itu mencapai 60 VO2 Max-nya sehingga permainan 2 x 1 jam mampu dijalaninya,� ujar Indra Syafri

Kini 20 pemain muda usia didikan Indra Sjafri mendapat acungan jempol semua masyarakat Tanah Air bahkan Asia. Mereka adalah, Rafi Murdianto, Ruli Desrian (yang juga anak Padang), Dimas Sumantri, Febly Gushendra, Muhammad Fatchurohman, Hansamu Yama Pranata, Mahdi Fahri Albaar, Muhamad Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara, Alqomar Tehupelasury, Evan Dimas Darmono, Hendra Sandi Gunawan, Muhammad Hargianto, Paulo Oktavianus Sitanggang, Zulfiandi, Dinan Yahdian Javier, Muhammad Dimas Drajad, Ilham Udin Armayn, Maldini Pali, dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh telah membanggakan Indonesia.

Keberhasilan menjadi juara di piala AFF U-19 itu membuat pengurus PSSI memberi kepercayaan kepadanya untuk melatih tim yang sama ke kualifikasi Piala AFC U-19 yang akan dilangsungkan bulan Oktober mendatang. Dalam kualifikasi itu, Indonesia kembali jadi tuan rumah di grup G. Sidoarjo dan Gresik kembali ditunjuk jadi tuan rumah.

Dalam Grup G itu, asuhan Indra Syafri bergabung dengan macan Asia, Korea Selatan, Filipina dan Laos. Peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final nanti lumayan berat. Kita doakan, agar pelatih dari Sumatra Barat ini mampu membawa lolos Indonesia ke fase berikutnya di AFC U-19.

Indra Sjafri Mulai Fokus Hadapi Korea Selatan di AFC U-19
Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri kini mulai fokus untuk kualifikasi Piala AFC U-19. Dalam kualifikasi yang akan dilangsungkan di Sidoarjo itu, Indonesia satu pool dengan Korea Selatan, Laos dan Filipina.

Menurut Indra, di atas kertas timnya bisa mengimbangi permainan Laos dan Filipina. Namun tentang Korsel, pihaknya masih terus memikirkan strategi apa yang cocok untuk meredam permainan ofensif mereka.

Agar bisa berlaga di putaran final, punggawa Garuda Muda harus terlebih dulu sukses di babak penyisihan grup. Minimal mereka harus menyabet posisi runner-up terbaik.

Indra mengaku tidak akan menggunakan muka baru di kualifikasi nanti. Ia lebih memilih mempertahankan skuat juara yang ada, ditambah beberapa pemain yang sempat mengikuti Pelatnas di Sidoarjo.

�Saat ini, seluruh staf dan pemain mendapat waktu libur empat hari. Tim kemudian akan kembali berkumpul pada tanggal 28 September, dan memulai latihan untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia di Sidoarjo,� ujar Indra seperti dikutip Goal, Rabu(25/9).

Sebetulnya, selain Indonesia, Laos, Filipina, dan Korsel, Grup G dihuni lima tim. Namun satu kontestan lagi, Guam, menarik diri berpartisipasi dengan alasan yang kurang jelas, sehingga Grup G akhirnya hanya berisi empat kontestan.

Masing-masing juara grup, lima dari zona Barat dan empat dari wilayah timur, serta enam tim peringkat terbaik, otomatis akan lolos ke putaran final Oktober 2014. Ditambah tuan rumah Myanmar, akan ada 16 tim yang berlaga di putaran final Piala Asia U-19. (sumber:zamrudtv.com) - Berita Bola Terkini

Minggu, 15 September 2013

Indonesia Menyerah di Tangan Vietnam 1-2

Vietnam hentikan Langkah mulus skuad Garuda Muda menguasai puncak klasemen sementara, Indonesia dipaksa menyerah 1-2 pada partai ketiga babak penyisihan Grup B Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/9) malam.

Ini merupakan kekalahan perdana timnas U-19 Indonesia dari tiga kali laganya. Sebelumnya, Evan Dimas dkk memimpin klasemen Grup B setelah dua kali menang lawan Brunei Darusalam dan Myanmar. Namun, harus kehilangan tahta dikudeta Vietnam dengan hasil kekalahan tipis 1-2.

Sebetulnya Garuda Muda unggul lebih dulu melalui gol cepat Evan Dimas di menit pertama, namun Vietnam berhasil membalikkan keadaan menjadi 1-2 melalui gol Pham Duc Huy menit 31 dan Nguteen Van Toan di menit 34.

Timnas Indonesia tampil langsung menekan diawal babak pertama. Hanya membutuhkan waktu satu menit, Evan Dimas membuat gol cepat keunggulan Indonesia 1-0. Gol kilat melalui tendangan keras gelandang milik Persebaya IPL, Evan Dimas dari luar kotak penalti, meski bola sempat membentur mistar gawang Vietnam.

Tertinggal satu gol membuat Vietnam tampil berbalik menekan, yang memaksa kiper Indonesia, Ravi Murdianto harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran lawan.

Vietnam baru berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di menit 31 melalui tandukan Pam Duc Huy meneruskan tendangan penjuru. Tiga menit berselang giliran Nguyen Van Toan melengkapi kemenangan 2-1 hingga pertandingan berakhir.

Dengan kekalahan tersebut Indonesia terpaksa harus menyerahkan tahta puncak klesemen Grup B kepada Vietnam yang mengoleksi total 9 poin dari hasil tiga kali menang dari tiga kali laganya. Sementara Indonesia tergeser di posisi runner-up dengan 6 poin.

Susunan Pemain

Indonesia: Ravi Murdianto; Putu Gede J Antara, Muhammad Fatchur Rochman, Hansamu Yama; Zulfiandi, Paolo Sitanggang, Evan Dimas Darmono; Maldini/ Diman, Ilham Udin Armaiyn, Muchlis Hadi Ning Syaaifulloh/ Dimas Drajat.

Vietnam: Le Van Truon; Le Van Son, Tran Huu Dong Trieu, Truong van Thiet, Nguyen Phong Hong Duy, Nguyen Tua Anh, Nguyen Van Toan, Nguyen Cong Phuong, Pham Duc Huy, Hoang Thanh Tung, Loung Xuan Truong.
Sumber Zamrudtv.com

Kamis, 12 September 2013

Timnas U-19 Indonesia Taklukan Myanmar

Berita Bola Terkini - Timnas U-19 Indonesia menaklukkan Myanmar 2-1 di lanjutan partai Grup B Piala AFF U-19 yang digelar di stadion Tridharma, Gresik, Kamis (12/9). Raihan tiga poin ini membuat Indonesia kokoh di puncak klasemen.

Sejak kick off babak pertama ditiup wasit Steve Asistido Supresencia asal Philipina, kedua kesebelasan bermain dengan tempo cepat. Jual beli serangan pun tak terelakkan.

Indonesia unggul cepat melalui gol cantik Evan Dimas saat laga baru berjalan 5 menit. Evan Dimas yang lolos offside langsung melepaskan tembakan melambung terukur dari luar kotak penalti melewati kiper Myanmar, Myo Min Latt. Indonesia unggul 1-0.

Berita bola sebelumnya : Timnas U-19 Indonesia Siap Gempur Myanmar

Memasuki menit 15, Indonesia kembali menambah gol keduanya lewat sontekan Putu Gede Juti Antara setelah bola tangkapan kiper Myanmar terlepas saat terjadi tendangan sudut.

Tertinggal 2-0, Myanmar tersengat. Tim asuhan Gerd Zeist berganti menekan pertahanan Indonesia. Gol balasan Myanmar dicetak Nyien Chan Aung setelah mampu melakukan akselerasi di kotak penalti. Tendangan keras pemain nomor 15 gagal diantisipasi kiper Ravi Murdianto.

Menjelang babak pertama berakhir, Myanmar terus menekan pertahanan Indonesia. Dua kali peluang emas terbuang cuma di mulut gawang timnas U-19 Indonesia.

Hingga babak pertama berakhir, kedudukan masih tetap 2-1, dibabak kedua kedua tim tetap bermain dalam tempo tinggi dan saling jual beli serangan namun skor tak berubah 2-1. (zamrudtv.com)

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.