Jumat, 09 Mei 2014

Myanmar Bisa Menang 2-1 Lawan Timnas U-19 Karena Merobah Pola

Myanmar U-19 sukses mengalahkan timnas U-19 Garuda Jaya dengan skor 2-1, dalam laga ujicoba ke dua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu malam(7/5). Myanmar bisa menang, karena menyimpan pemain utamanya di awal pertandingan.

Pelatih Timnas Myanmar U-19, Gerd Friedrich Horst menyebutkan, kemenangan timnya karena adanya perubahan formasi. Di laga ujicoba pertama, Gerd memainkan pola 4-3-3 dan skor akhir imbang dengan timnas Garuda Jaya 1-1. Pada ujicoba ke dua, Gerd memainkan pola 4-4-1-1.

"Saya mengubah lima pemain dari pertandingan sebelumnya. Saya juga mengubah formasi menjadi 4-4-1-1," ucap pelatih berkebangsaan Jerman tersebut usai pertandingan.

Dia juga menjelaskan kalau Myanmar sudah bisa membaca taktik yang diterapkan pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri. Hal itu membuat Gerd Horst memperketat lini pertahanan.

"Kami sudah bisa membaca taktik mereka. Jadi kami memperketat lini pertahanan. Bagi kami yang penting menang dengan hasil terbaik," ujarnya.

Tak hanya itu, sang pelatih juga menginstruksikan gelandangnya, Yan Lin Tan menempel ketat pergerakan kapten Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono.

"Kami menjaga pemain Indonesia yang nomor 6 (Evan Dimas) dengan dua orang pemain," tambah Gerd.

Di laga tersebut, Garuda Muda sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke-45 melalui Putu Gede. Namun di dua menit terakhir, Myanmar berhasil mencetak dua gol balasan melalui Aung Thu dan Nanda Kyaw.

Pertahankan Evan Dimas, Indra Sjafri Ingin Mengujinya
Myanmar U-19 sukses mengalahkan Garuda Jaya Timnas U-19. karena mampu mematikan gerakan kapten Evan Dimas. Namun, pelatih Indra Sjafri tetap saja mempertahankannya.

Dalam laga uji coba pertama yang berakhir imbang 1-1, Myanmar juga mengunci kapten timnas U-19 ini. Begitu juga dalam laga kedua, Evan Dimas mendapat kawalan ketat dari gelandang Myanmar, Yan Lin Aung.

Pelatih kepala Timnas U-19 Indra Sjafri punya alasan mempertahankan Evan. "Pemain itu butuh banyak pengalaman. Evan Dimas harus bereksperimen jika dia mendapat kawalan ketat dari pemain lawan, seperti menghadapi Myanmar," tegas pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Myanmar pada tanggal 9 hingga 23 Oktober 2014, Indonesia tergabung di Grup B bersama Australia, Uzbekistan dan Uni Emirat Arab. (tim/zamrudtv.com)

Ditulis Oleh : Letty Contero // 15.05
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.