Walau kecil, peluang lolos ke putaran final tetap ada. Kepercayaan diri dan determinasi bisa menjadi faktor penentu. AMBISI Persib Bandung untuk bisa lolos ke putaran final Liga Champions Asia mendapat tantangan berat. Hasil undian yang dilakukan kemarin menempatkan juara Indonesia Super League (ISL) 2014 tersebut harus menghadapi lawan-lawan berat di babak kualifikasi.
Di babak kualifikasi kedua, Persib yang berada di zona timur akan menghadapi tim asal Vietnam Hanoi T&T pada 10 Februari 2015 mendatang. Jika lolos dari hadangan Hanoi T&T, `Maung Bandung' akan menjajal peringkat ketiga K-League FC Seoul pada 17 Februari untuk memperebutkan tiket ke putaran final.
Home » All posts
Sabtu, 27 Desember 2014
Persib di Jalur Sulit
Dialog untuk Mencegah Bentrokan
UNTUK mencegah berulangnya aksi bentrokan antar suporter klub sepak bola, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar dialog rutin dengan organisasi suporter yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama.
Juru bicara Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, dengan adanya dialog, segala keluhan kelompok suporter bisa segera ditampung sehingga menjadi upaya preventif agar bentrokan antar suporter yang menjadi tren selama satu dekade persepakbolaan Indonesia bisa dihilangkan.
“Kita enggak mau setelah ada kejadian bentrokan baru kita berupaya mendamaikan. Namun, kita coba untuk menjaring aspirasi para suporter ini dengan menggelar pertemuan rutin. Mungkin nanti kita akan undang satu per satu agar bisa diakomodasi apa yang menjadi keluhan,“ kata Gatot dalam Diskusi Kamisan Kemenpora bertajuk Harmonisasi Suporter di Kompleks Kemenpora, Jakarta, kemarin.
Direktur Members & Development PSSI Budi Setiawan mengatakan pada 2005 Badan Liga Indonesia (BLI) menerbitkan aturan soal suporter dalam manual liga. Namun, aturan tersebut hanya bertahan selama setahun karena dalam Statuta FIFA tidak diatur mengenai suporter. Meski demikian, FIFA dan PSSI punya kewenangan soal keamanan dan keselamatan pertandingan yang menyangkut suporter.
“Yang perlu diwaspadai justru motivasi atau motif antarsuporter. Apakah itu didasari pada murni pertandingan sepak bola atau ditunggangi orang-orang yang mencari identitas?
Orang-orang ini di Eropa biasa disebut sebagai hooligan atau suporter garis keras,“ kata Budi. Anggota Komite Media PSSI Eddy Lahengko menambahkan agar Menpora Imam Nahrawi agar tidak terjebak dengan isu desakan dari Forum Diskusi Suporter Indonesi (FDSI) untuk membekukan PSSI lantaran emosi sesaat.
“Kita harus tahu aturannya bahwa yang berhak membekukan asosiasi sepak bola di sebuah negara ialah FIFA. Jika pemerintah terlalu jauh intervensi PSSI, justru FIFA yang akan membekukan. Jika ini terjadi, PSSI dibekukan, kompetisi akan terhenti. Kompetisi semua jenjang, dari usia muda sampai profesional yang tengah berjalan akan terhenti. Pembinaan usia muda akan mandek. Kasihan anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat mereka akan terhenti,“ ujar Eddy. (Gnr/Sat/R-1) Media Indonesia, 12/12/2014, halaman 27
Selasa, 23 Desember 2014
Slemania Protes Komdis
KELOMPOK suporter PSS Sleman atau yang biasa disebut Slemania benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan PSSI yang tidak memberi sanksi kepada manajer tim berjuluk `Elang Super Jawa' tersebut, Supardjiono. Menurut mereka, sejatinya dialah otak di balik skenario kotor `sepak bola gajah' yang dipraktikkan PSS saat menghadapi PSIS Semarang pada semifinal Divisi Utama dua bulan lalu.
Namun, ketika para pemain, pelatih, dan bahkan tukang pijat klub dihukum Kodmis PSSI, Supardjiono justru melenggang bebas. Diungkapkan Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto, pihaknya akan segera membeberkan bukti-bukti keterlibatan Supardjiono.
“Kami sudah memiliki bukti terlibatnya Supardjiono. Kami punya rekaman pengakuan dari Ableh (Eri Febriyanto/ sekretaris tim PSS) dan salah seorang pemain mengenai aktor intelektual kejadian itu,“ ujar Lilik, kemarin.
Dari pengakuan Eri, lanjut Lilik, ia hanya korban. Faktanya Eri saat itu sedang berada di Kalimantan untuk menyaksikan pertandingan Martapura FC dan PSCS Cilacap. Untuk menguatkan alibi tersebut, Lilik menyebutkan telah memiliki bukti kuat seperti tiket pesawat dan tiket masuk stadion. “Kita akan kumpulkan lebih dahulu kemudian baru kita olah dan akan kita laporkan kepada Menpora untuk ditindaklanjuti,“ tandas Lilik.
Sementara itu, Komisi Disiplin Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi terhadap tiga klub Indonesia karena membocorkan data mengenai informasi transfer yang sangat rahasia di media sosial.
Seperti dikutip dari situs resmi FIFA, kemarin, Persebaya Surabaya dan Persires Bali Devata masing-masing disanksi denda 25.000 franch Swiss (Rp318 juta) karena memublikasikan data FIFA Transfer Matching System (TMS) melalui akun Twitter.
Adapun PSIS Semarang harus membayar dengan 15.000 franc Swiss (Rp190 juta) karena memublikasikan ulang isi Twitter tersebut. (Sat/R-4) Media Indonesia, 11/12/2014, halaman 27
Senin, 22 Desember 2014
Pelita Jaya Perkasa di Laga Perdana
PELITA Jaya Energi Mega Persada (PJ) melewati laga perdana di Seri II NBL Indonesia dengan baik. Bertanding di GOR C-Tra Arena Bandung, kemarin, PJ menundukkan NSH GMC GSBC Jakarta 87-66.
Bintang anyar Pelita Jaya, Adhi Pratama Prasetyo tampil menawan dalam laga kali ini.Ia memimpin rekan-rekannya dengan kontribusi 13 poin. Pemain yang direkrut dari Hangtuah Sumsel IM ini juga tampil atraktif dengan aksi two handed dunk bertenaga ketika kuarter kedua masih tersisa 6 menit 16 detik.
Selain penampilan menawan Adhi, kemenangan PJ tak lepas dari performa apik empat pemain lainnya. Dua pemain yang baru bergabung, Faisal Julius Achmad dan Amin Prihantono masing-masing berkontribusi 12 dan 11 poin. Ditambah pula dengan 11 poin dari Kelly Purwanto dan tambahan 10 poin dari Hendru Ramli.
Di kubu NSH, sumbangan poin didominasi R Azzaryan Pradhitya dan Raylly Pratama Putra Handoyo. Keduanya sama-sama mengemas 21 poin dalam laga ini. Raylly bahkan sukses membukukan double-double, menyusul tambahan 10 rebound.
Di laga lainnya, Satya Wacana ACA LBC Salatiga juga membuka seri II dengan mulus.Satya Wacana unggul tipis 72-69 atas tim langganan lolos playoff (Championship Series), Bimasakti Nikko Steel Malang.
Bagi Satya Wacana, ini adalah modal bagus untuk memulai Seri II Bandung. Kemenangan ini juga sedikit memangkas rekor pertemuan dengan Bimasakti di pentas NBL Indonesia.Ini adalah kemenangan ke-4 dari total 14 pertemuan dengan Bimasakti.
“Saya memang menekankan anak-anak agar selalu tampil maksimal untuk memetik kemenangan pada laga awal setiap seri agar mental tim terangkat pada laga selanjutnya,“ ujar Efri Meldi, Kepala Lelatih Satya Wacana.
Pelatih Bimasakti, Oei Akiat menyebut salah satu faktor penyebab kekalahan tim asuhannya kali ini adalah belu bisa tampilnya Yanuar Dwi Priasmoro. Kapten tim dan motor permainan Bimasakti tersebut masih dalam proses pemulihan cedera siku yang dialami.
“Tanpa Yanuar, kami belum bisa maksimal.Selain mesin poin andalan, dia juga berperan sebagai leader bagi pemain kami yang rata-rata masih muda,“ ungkap Akiat.
Pada laga lainnya, Stadium Jakarta ditundukkan CLS Knights Surabaya dengan 86-76.Adapun, Aspac Jakarta menang 64-55 atas tuan rumah Bandung Utama. (Mag/R-2) Media Indonesia, 11/12/2014, halaman 26
Kamis, 18 Desember 2014
Klub-klub ISL masih Tunggak Gaji Pemain
DI tengah persiapan klub-klub Indonesia Super League (ISL) menghadapi musim depan, kabar tidak mengenakkan menyeruak. Sejumlah klub dikabarkan masih menunggak gaji pemain mereka.
Seperti diumumkan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dalam rilis yang dikeluarkan kemarin, dari 22 kontestan ISL musim lalu, hanya 11 tim yang dipastikan sudah melunasi gaji pemain mereka. Delapan tim lainnya masih menunggak dan tiga tim lainnya masih dalam tahap konfirmasi.
Lebih ironis lagi, delapan tim yang masih menunggak tersebut ialah klubklub besar seperti Arema Cronus, Persija Jakarta, Mitra Kukar, dan Persebaya Surabaya. Bahkan, Pelita Bandung Raya yang tampil mengejutkan juga tercatat masih menunggak dua bulan gaji pemain mereka musim 2014.
Persija Jakarta dan Mitra Kukar menjadi tim yang paling banyak menunggak karena tercatat belum melunasi gaji para pemain mereka selama empat bulan. Sementara itu, Persebaya dan PSM Makassar menunggak tiga bulan, Pelita Bandung Raya (PBR), Persepam Madura United, dan Persiba Balikpapan menunggak dua bulan, sedangkan Arema satu bulan.
Tiga klub yang pembayaran pemain mereka masih belum jelas ialah Perseru, Persiba Bantul, dan Persela Lamongan. Sebaliknya, klub-klub yang tidak bermasalah dalam menggaji pemain mereka ialah Persib Bandung, Persipura Jayapura, Gresik United, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persik Kediri, Persijap Jepara, Barito Putera, Putra Samarinda, Persiram Rajaampat, dan Persita Tangerang.
“ Kami mengharapkan kerjasama kerja sama dari klub-klub yang masih mengalami kesulitan untuk melunasi gaji pemain mereka selama musim 2013/14 sebelum menyerahkan berkas verifikasi klub kepada pihak berwenang di PSSI untuk memulai musim baru 2015/16,“ demikian rilis APPI.
“Namun, kami juga memberi apresiasi bagi klubklub yang sudah melunasi pembayaran upah para pemain mereka dan berharap untuk terus berkomitmen dalam pemenuhan hak upah para pemain musim depan.
“Pada bagian lain, PSSI mengaku keberatan pada keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menyebut induk cabang olahraga nasional itu sebagai badan publik nonpemerintah dan diminta mau membuka laporan keuangan. Untuk itu, mereka akan melakukan banding.
“Yang jelas kami keberatan dengan keputusan ini. Kami akan melakukan banding, tapi kami akan lebih dulu berkomunikasi dengan Ketum PSSI (Djohar Arifin),“ tegas Direktur Legal PSSI Aristo Pangaribuan. (Sat/R-4) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 27
Rabu, 17 Desember 2014
PSSI Tolak Banding PSS Sleman
Sejatinya hukuman itu untuk memberikan efek jera kepada para pelaku `sepak bola gajah'. Namun, jangan pula PSSI terkesan tebang
pilih dalam memberi hukuman. “Saya merasa ke beratan dengan hukuman seu mur hidup. Saya tidak berbuat dan berharaplah hukuman itu bisa dikurangi.Semoga Bapak-Bapak di dalam dapat berpikir secara arif,“ cetus mantan pelatih PSS Sleman Herry Kiswanto pascapertemuan dengan Komisi
Banding (Komding) PSSI, Minggu (5/12) malam.
Namun, harapan mantan kiper timnas itu tinggal harapan. Komding PSSI secara bulat menolak pengajuan banding dan sebaliknya justru menguatkan keputusan Komisi Disiplin (Komdis).
Kepastian penolakan banding tersebut disampaikan langsung oleh anggota Komding Alfred Simajuntak kepada Media Indonesia. “Jadi prinsipnya empat anggota Komding telah mendalami seluruh berkas banding yang telah terjadi di `sepak bola gajah' dan memutuskan permohonan banding kami tolak dan menguatkan isi keputusan Komdis PSSI,“ tegas Alfred.
Penolakan permohonan banding yang telah diajukan pihak terhukum ini didasarkan kepada tidak adanya ruang dalam kode disiplin PSSI yang dapat meringankan hukuman para aktor `sepak bola gajah' tersebut. Apalagi Alfred menilai tidak ada niat dari kedua belah pihak untuk menghentikan dan memprotes janggalnya laga itu. Hal itu juga yang menjadi faktor pemberat hukuman.
“Tidak ada satu pun dari mereka ini setelah pertandingan menceritakan pertandingan yang janggal ini, malah kelihatan happy semua. Seharusnya mereka kalau tidak bersalah, ya mereka membuat surat protes kepada PSSI. Tapi kan nyatanya tidak ada niatan itu, bahkan hingga saat ini tidak ada seperti pernyataan penyesalan dari mereka,“ kata Alfred lagi.
Sebelumnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat para pelaku `sepak bola gajah' dalam pertandingan Divisi Utama antara PSS Sleman dan PSIS Semarang, termasuk Herry Kiswanto. Ia dihukum larangan seumur hidup berkecimpung di sepak bola Indonesia dan denda Rp200 juta.
Badan pimpinan Hinca Panjaitan itu memberi hukuman sangat berat dengan hukuman maksimal larangan berkecimpung di sepak bola selama seumur hidup. Ditambah pula hukuman denda berkisar mu lai Rp50 juta sampai Rp200 juta.Cari keadilan Penolakan banding hukuman Komisi Disiplin PSSI tentu memunculkan kekecewaan bagi para terhukum, tidak terkecuali Herry. Itu sebabnya pelatih berusia 59 tahun itu mengaku akan tetap mencari keadilan agar hukuman yang ia terima dapat dikurangi.
“Saya akan cari kebenaran menurut saya. Saya juga punya reputasi dan sepak bola adalah kehidupan saya. Saya tidak akan berhenti sampai saya melihat hukuman yang seadil-adilnya,“ ujarnya.
Mantan pemain timnas Indonesia era 80-an itu pun mengaku akan mengadukan nasibnya kepada Presiden jika tidak mendapat keadilan.
Ia juga mengancam akan mengembalikan medali yang diterimanya saat membela panji `Merah Putih', termasuk saat membantu timnas meraih medali emas di SEA Games 1987 silam.
“Saya juga pernah berbuat untuk negara ini kalau tidak ada pengurangan ya akan saya kembalikan lagi saja medali-medali yang pernah saya raih itu.
“Meski pengajuaan bandingnya ditolak, sejatinya Herry masih berpeluang lepas dari jeratan hukuman jika mendapat pengampunan dari ketua dan anggota Exco PSSI. “Ada jalan lain dengan pengampunan melalui Exco, tapi saya pikir ini pembelajaran bagi pemain kita akibat hukuman perilaku buruk itu berat,“ tutup Alfred. (R-4) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 27
Sabtu, 13 Desember 2014
Pemain Muda Real Madrid Tuai Pujian
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memuji Zinedine Zidane yang kini menjadi pelatih tim Real Madrid B.Buktinya beberapa pemain muda Madrid tampil oke saat ditampilkan pada leg kedua babak 32 besar Copa del Rey di Santiago Bernabeu, kemarin.
Hasilnya `El Real' menang 5-0 atas tim Segunda Division B (kasta ketiga Liga Spanyol) UD Cornella.Hasil itu membuat Madrid menang agregat 9-1.
Di babak 16 besar amat mungkin akan terjadi derby Madrid. Pasalnya, dini hari tadi Altetico Madrid diunggulkan untuk mengatasi perlawanan L'Hospitalet.
“Kami menuntaskan pertandingan dengan menggunakan enam pemain home grown dan itu hal yang bagus buat klub. Zizou (Zidane) bekerja dengan sangat baik. Dia punya karisma, pemain mendengarkannya, dan dia terus berkembang (sebagai pelatih),“ ucap Ancelotti.
“Kami akan mendapat keuntungan dari pertandingan seperti malam ini. Saya pikir para pemain seperti (Diego Javier) Llorente dan (Alvaro) Medran siap (untuk masuk tim utama). Secara bertahap, kerja Zidane bersama tim muda akan terbukti punya peran penting,“ tambahnya.
Dalam duel itu Don Carlo--julukan Ancelotti--menurunkan enam pemain Real Madrid B (tidak bersamaan). Mereka ialah kiper Fernando Pacheco, Diego Llorente, Javoer Munoz, Nacho, Alvaro Medran, dan Jese Rodriguez.
Hanya dua starter saat melawan Malaga (30/11), yakni Isco dan James Rodriguez, yang diturunkan Ancelotti dalam pertandingan kali ini.
Rodriguez jadi bintang dengan dua gol yang dia lesakkan. Tak kalah gemilang ialah Isco yang bikin satu gol dan mengkreasikan dua assist.Jese Rodriguez yang melakoni comeback setelah absen delapan bulan juga mencetak satu gol.
Kemenangan itu memperpanjang rentetan kemenangan Madrid bersama Ancelotti menjadi 17 laga beruntun.
Dengan jumlah kemenangan itu, Madrid hanya berjarak satu kemenangan lagi dari rekor yang dibu kukan Frank Rijkaard saat masih menangani Barcelona. Pelatih asal Belanda itu mencatatkan 18 kali kemenangan beruntun.
“Sebelumnya, kami tak pernah berpikir mengenai rekor. Kami akan terus melaju seperti ini,“ ucap Ancelotti di As.
Andai menang saat melawan Celta Vigo, Minggu (7/12), Madrid mempunyai kans besar untuk melewati rekor Rijkaard. (AFP/AP/Era/R-2) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 28
Selasa, 09 Desember 2014
Giliran PSS Ajukan Banding
UPAYA perlawanan terus dilakukan dua klub yang mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, yakni PSIS Semarang dan PSS Sleman. Sebelumnya, PSIS Semarang yang berniat melakukan banding dan kemarin giliran PSS Sleman akan melakukan hal serupa.
Diungkapkan tim Kuasa Hukum PSS Sleman bahwa pihaknya sudah melakukan penyempurnaan akhir memori banding yang akan diajukan ke Komisi Banding PSSI. Bahkan, mereka akan melakukan banding itu lebih cepat ketimbang PSIS.
“Semuanya sudah siap. Kami akan mengajukan memori banding itu besok (Rabu, 2/12),“ tegas ketua tim Kuasa Hukum PSS Sleman, Achiel Suyanto, di Solo, Jawa Tengah, kemarin.
Ia menjelaskan banding tersebut diajukan untuk 24 penggawa PSS yang terkena hukuman Komdis. Jika banding ditolak, katanya, pihaknya akan menempuh cara lain. Salah satunya ialah dengan upaya peninjauan kembali (PK) atau meminta keputusan hak prerogatif ketua umum.
“Prinsipnya kami akan terus berusaha.Kami akan berusaha agar hukuman itu dikurangi,“ kata Achiel.
Ia menambahkan jika kedua hal tersebut juga tidak bisa, mereka akan mencari celah lain, yakni melalui BAORI atau Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia. Dia percaya peluang untuk lolos dari hukuman belum tertutup dan pintu masih terbuka lebar.
Sementara itu, Mantan Anggota Komisi Banding Triyandi Mulkan menyebut bahwa hukuman tersebut masih bisa lepas dari pemain jika banding diterima.Terlebih dalam kasus tersebut pernah ada pemain yang lolos dari hukuman seumur hidup setelah bandingnya diterima, yakni Pieter Rumaropen.
Sebelumnya, PSIS Semarang berniat melakukan memori banding ke Komding PSSI besok (Kamis, 4/12). Mereka telah menunjuk tim advokasi yang diketuai Khairul Anwar.
Tim advokasi itu ditugasi untuk meringankan sanksi yang di terima `Laskar Mahesa Jenar', juga menghapus hukuman kepada pihak-pihak yang tidak secara langsung ikut berperan. (AU/R-4) Media Indonesia, 03/12/2014, halaman 27
Pemain Timnas U-19 Jadi Rebutan
Beberapa tim anggota ISL lebih memilih merekrut pemain muda untuk menghadapi musim depan dengan alasan untuk proyek jangka panjang. SEPERTI tidak mau kalah dengan tim-tim anggota In donesia Super League (ISL) lainnya, Persiba Balikpapan juga mulai berbenah diri untuk menyambut kompetisi musim depan.Namun, berbeda dengan klub-klub pesaing, tim berjuluk `Beruang Madu' itu lebih memilih pemain muda.
Hal itu mereka buktikan dengan mengontrak lima mantan pemain timnas U-19. Seperti diungkapkan Sekum Persiba Irfan Taufik, pihaknya sudah menawari kontrak berjangka empat tahun kepada lima mantan pemain timnas U-19, yakni striker Septian David Maulana, gelandang Hendra Sandi Gunawan, bek Febly Gushendra, bek Ricky Fajrin Saputra, dan striker Miftahul Hamdi.
“Kami memang sengaja membangun tim dengan para pemain muda untuk menghadapi musim depan karena ini proyek jangka panjang,“ kata Irfan di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin. Irfan menambahkan, saat ini komunikasi dengan para pemain tersebut sedang dilakukan intensif.Pengurus berharap pada Desember ini sudah terjadi kesepakatan antara manajemen dan para pemain tersebut.
Namun, Irfan menolak membeberkan nilai kontrak yang mereka tawarkan itu. “Target kami Desember ini skuat sudah komplet, mulai pelatih hingga pemain,“ kata Irfan. Selain merekrut pemain baru, manajemen sudah memperpanjang kontrak beberapa pemain. Beberapa di antaranya ialah Arifki Eka Putra, Yudi Khoiruddin, dan Absor Fauzi.
Berbeda dengan kelima mantan rekannya di timnas U-19 yang belum jelas, kiper Ravi Murdianto sudah hampir pasti bergabung ke Mitra Kukar. Kedua pihak disebut-sebut telah mencapai kata sepakat dan akan segera menandatangani kontrak pada 8 Desember nanti. “Saya sudah sepakat dengan pengurus mengenai bergabungnya saya. Nanti 8 Desember (saya) akan tanda tangan kontrak dan setelah seleksi timnas U-23, akan kumpul di Mitra Kukar,“ ungkap Ravi.
Selain Ravi, Mitra Kukar menggaet mantan pemain timnas `Garuda Muda' lainnya, yakni winger David Maulana dan bek Mahdi Fahri Albar.Laga perdana Pada bagian lain, timnas Indonesia U-16 yang diproyeksikan untuk Piala AFF U-16 di Surakarta, Juli 2015, telah bersiap untuk menjalani laga internasional perdana mereka melawan Vietnam U-16 hari ini. Kemudian dua hari berselang mereka akan menjajal Singapura U-16.
Kedua laga uji coba itu dijadikan tolok ukur kemampuan timnas U-16 setelah belum lama dilakukan seleksi, bulan lalu. Pelatih timnas U-16 Fachri Husaini menilai kedua calon lawan tersebut merupakan lawan yang baik untuk anak-anak asuhnya.
“Kami telah berlatih selama delapan minggu dan pertandingan ini kami dapat melihat hasil dari latihan itu. Tidak mudah untuk mendatangkan timnas kelompok umur dan bersyukur akan bertemu dengan Vietnam dan Singapura.“Pelatih kelahiran Lhokseumawe itu menambahkan, laga tersebut akan sedikit banyak membantu untuk menyeleksi pemain. Fachri berencana memulangkan delapan pemain dari 33 pemain timnas U-16 yang ada pada Januari mendatang.
“Dari 33 pemain yang ada, kami akan mengurangi menjadi 25 pemain saja. Seleksi akan dilihat dari banyak hal, bukan hanya pertandingan ini, melainkan dari memonitor latihan dan perkembangan mereka tiap harinya,“ tambah Fachri.
Di sisi lain, pelatih Vietnam U-16 Le Tuan Long juga menyambut gembira adanya laga ekshibisi di antara kedua tim. Long berharap laga tersebut menjadi pembelajaran bagi anak asuhnya dan tidak akan menargetkan hasil muluk-muluk. “Kami harapkan pemain dapat menambah pengalaman bertandingnya. Saya tidak mengharapkan hasil apa pun. Yang penting pemain bermain baik, itu sudah cukup.“ (R-4) Media Indonesia, 03/12/2014, halaman 27
