Jumat, 21 Februari 2014

Persebaya kembali Gagal Menang

Laga antara Persib dan Persija di Stadion si Jalak Harupat tidak boleh dihadiri suporter tim tamu.
SETELAH takluk dari Perse la Lamongan 0-3 (10/2), kini Persebaya Surabaya harus bermain imbang 1-1 dengan Persiram Raja Ampat dalam lanjutan ISL 2014 Wilayah Timur (Grup II) di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin.

Persebaya tertinggal lebih dulu pada menit ke-35 setelah bola sepakan Errol Simunapendi memanfaatkan bola hasil sepakan Mbida Messi yang tak bisa dihadang.
Persebaya baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-58. Gol buat `Bajul Ijo' dicetak oleh Greg Nwokolo. Skor pun berubah dan bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Meski seri, Persebaya naik satu tingkat ke peringkat kedua. Tambahan satu angka membuat Persebaya mengumpulkan tujuh poin dari empat laga atau unggul satu poin dari Persipura yang turun ke tempat ketiga.

Adapun Persiram tetap berada di peringkat kelima dengan koleksi lima poin dari tiga laga.
Tanpa suporter Di sisi lain, laga antara Persib dan Persija di Stadion si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (22/2), mendapat perhatian serius dari PT Liga Indonesia.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan pertandingan Persib vs Persija tetap bisa dihadiri penonton. Namun, tidak untuk suporter tim tamu.
“Kita tetapkan suporter tim tamu dilarang untuk datang. Hal ini kami putuskan sekarang karena kedua tim sama-sama belum menjalankan pertandingannya. Suporter Persija dilarang ke Bandung.
Begitu juga saat Persib bertandang ke Jakarta,“ kata Joko Driyono.

Hal yang menjadi fokus perhatian dalam laga klasik tersebut ialah soal keamanan. Joko meminta kedua panitia pelaksana (panpel) nantinya menyerahkan proposal dan prosedur pengamanan yang harus mendapatkan persetujuan dari PT Liga.

“Sepak bola harus membawa kenyamanan, dan standar objek yang kita perhatikan adalah pemain dan perangkat pertandingan. Kita ingin standar ini tidak berubah dan kita akan minta pada panitia pertandingan tentang keamanan tim tamu. Jika tidak dipenuhi, kita akan implementasikan hingga ke komisi disiplin,“ ungkap Joko.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Risha Adi Widjaya mendukung keputusan itu. Menurutnya, pihak Persib akan menyiapkan segala kebutuhan untuk menunjang suksesnya duel bertajuk laga klasik itu. Pengajuan keamanan dan berbagai hal lain sudah mulai disiapkan.

“Persib pada prinsipnya mendukung apa yang disampaikan PT Liga Indonesia. Kita akan mengikuti aturan main. Segala hal akan kita siapkan agar laga klasik ini berjalan dengan baik,” kata Risha.

Manajer Persija Jakarta Asher Siregar juga siap melaksanakan apa yang menjadi keputusan. Ia berharap pertandingan dapat berjalan dengan lancar. “Kita apresiasi kepada PT Liga. Kita tidak ingin investasi sepak bola ini sia-sia. Dalam sepak bola, kenyamanan pemain sangat diutamakan tanpa ada rasa ketakutan,” ucapnya. (*/R-1/ Media Indonesia, 19/02/2014)

Kamis, 20 Februari 2014

Bambang Enggan Selebrasi

UNGGUL dua gol terlebih dahulu tak mampu dimanfaatkan Pelita Bandung Raya (PBR). Tim berjuluk Boys are Back itu harus puas bermain imbang 2-2 dengan Persija Jakarta dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin. Pada menit 39, tim tuan rumah unggul lewat gol Bambang Pamungkas. Dengan diawali umpan jauh, bola diarahkan Gaston ke depan gawang dan langsung dituntaskan Bepe--panggilan Bambang-dengan sontekan kaki kiri. Saat unggul 1-0, Bepe memilih tidak berselebrasi di saat rekan-rekannya merayakan gol tersebut.

Bepe benar-benar ingin memberi pembuktian pada timnya seusai mencetak gol kedua pada menit 66. Dengan diawali umpan dari sisi kanan, Gaston membiarkan bola sehingga mengarah pada Bepe yang menyambutnya dengan sepakan kaki kanan.
Bepe kembali tak melakukan selebrasi.

Pada menit 71, wasit menunjuk titik putih seusai terjadi pelanggaran yang dilakukan Wildansyah kepada Rachmat. Striker Ivan Bosnjak maju sebagai algojo dan melaksanakan tugasnya dengan sempurna.

Persija terus mengejar gol penyama kedudukan.
Hasilnya `Macan Kemayoran' mendapatkannya pada menit 81 lewat sundulan April Hadi. Saat mendapat umpan Ismed Sofyan, April, yang dalam keadaan tak terkawal, menanduk bola. Kedudukan pun berubah menjadi 2-2.

Seusai laga pelatih PBR Dejan Antonic mengaku puas. “Anak-anak bermain bagus sekali. Saya senang anak-anak bekerja keras. Saya cuma kecewa tidak mendapat tiga poin,“ kata Dejan.

Arsitek Persija Benny Dollo mengakui laga di babak pertama ia memberikan terlalu banyak kebebasan dan peluang kepada lawan. “Di babak kedua kita membuktikan anak-anak mampu memanfaatkan peluang,“ jelas Benny.

Dengan hasil tersebut, PBR berada di peringkat ketiga Wilayah Barat dengan poin 10. Persija menempati tetap posisi keempat dengan poin tujuh. (Media Indonesia, 18/02/2014)

Kuncinya Harus Bermain Cepat

BARCELONA bukan tim asing. Saat masih membela Sevilla, beberapa kali bertemu dengan tim asal Catalan itu. Cara mereka bermain sudah hafal di luar kepala. Saya pun punya kenangan manis.

Pada musim 2009-2010 Sevilla pernah menyingkirkan Barcelona di babak 16 besar Copa del Rey. Saya juga memiliki kenangan di kompetisi La Liga pada 13 Maret 2011. Saat itu satu sundulan membuat Sevilla menahan Barca 1-1.

Memang selalu sulit menghadapi Barcelona. Jika ingin menaklukkan Barca, City harus bermain dengan tempo tinggi dan juga harus bisa bersaing dalam penguasaan bola. Barca bisa mengeluarkan permainan terbaik saat menguasai bola. Tim terbaik pun memiliki kelemahan. Barcelona lemah dalam bola mati dan serangan balik saat mereka kehilangan bola dalam posisi menyerang. (AP/Rtr/Era/R-4/Media Indonesia, 18/02/2014)

Leverkusen Tolak Inferior di Depan PSG

TIDAK dimungkiri kekuatan Paris Saint-Germain (PSG) saat ini di atas Bayer Leverkusen. Tidak berlebihan jika kemudian pasar taruhan lebih menjagokan tim besutan Laurent Blanc tersebut saat bentrok dengan Leverkusen pada leg I babak 16 besar Liga Champions di Bay Arena, Leverkusen, dini hari nanti.

Dasarnya apa lagi jika bukan melihat moncernya penampilan PSG selama babak penyisihan grup dan di kompetisi domestik. Di babak penyisihan Grup C, PSG tercatat hanya sekali menelan kekalahan dan tampil sebagai juara grup. Di Ligue 1, mereka untuk sementara berada di posisi puncak dengan 58 poin dari hasil 25 laga atau unggul 5 poin atas AS Monaco yang ada di urutan kedua.

Sebaliknya, inkonsistensi penampilan Leverkusen musim ini menjadi salah satu alasan tim besutan Sami Hyypia itu tidak difavoritkan. Terakhir mereka dikalahkan Schalke 04 1-2 di Bay Arena, akhir pekan lalu.

Kondisi itu bukan tidak disadari Hyypia. Namun, juru taktik asal Finlandia itu tidak mau inferior. Ia bahkan tetap optimistis bisa meredam Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan dalam laga nanti. Apalagi mereka sudah membuktikannya selama babak penyisihan lalu.

“Saya senang dengan cara kami bermain. Itu benar-benar permainan berbeda ketimbang laga sebelumnya meski pada akhirnya kami harus kalah,“ cetus Hyypia dikutip laman daring klub.

“Para pemain sudah menunjukkan karakter yang kuat. Ini sangat penting sebagai modal menghadapi laga-laga selanjutnya, termasuk saat melawan PSG,“ lanjut mantan pemain Liverpool tersebut.

Satu-satunya hal yang memusingkan Hyypia ialah ia tidak bisa menurunkan semua pemain terbaiknya. Selain gelandang Emre Can yang terkena skors, ia juga harus kehilangan Stefan Reinartz yang cedera kaki, Eren Derdiyok (cedera otot), dan Robbie Kruse (cedera lutut).

Sebaliknya, Blanc juga bukannya tanpa masalah. Ia dipastikan tidak bisa menurunkan Edinson Cavani. Tandem Ibrahimovic di lini depan Les Rouge-et-Bleu itu absen akibat cedera paha. Selain itu, Blanc kehilangan bek Christophe Jallet, Ezequiel Lavezzi, Lucas Moura, dan Javier Pastore yang masih cedera.

“Jika kami bisa melaju sampai perempat final, itu akan menjadi langkah besar. Proyek kami baru berjalan dua tahun. Kami punya tim yang potensial dan kualitas tinggi,“ cetus Ibrahimovich dikutip UEFA.com. “Kami masih sering membuang-buang peluang. Hal itu tidak boleh terjadi di Liga Champions karena lawan bisa menghukum Anda,“ imbuh Blanc. (AP/Rtr/Mln/R-1/Media Indonesia,18/02/2014))

Kamis, 13 Februari 2014

Timnas U-19 Masih Sempurna Setelah Tundukkan Tim Pra PON Jateng

Timas U-19 Indonesia terus melanjutkan tren positif dalam menjalani rangkaian Tur Nusantara. Setelah menang pada tiga pertandingan sebelumnya, pasukan Indra Sjafrie kali ini menang atas tim Pra-PON Jawa Tengah dengan skor tipis 1-0.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Manahan, Solo, Senin 10 Februari 2014 malam WIB tersebut, Timnas U-19 tak terburu-buru dalam menerapkan permainan menyerang. Beberapa tusukan dilakukan dari sisi sayap kanan lewat Maldini Pali.

Dan, usaha pasukan Indra Sjafrie pun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26. Berawal dari umpan yang dilepaskan kapten tim, Evan Dimas, di sisi kiri pertahanan tim Pra-PON Jateng, Maldini menyontek bola dan membuat Timnas U-19 unggul 1-0.

Berikutnya, Timnas U-19 terus melancarkan serangan ke daerah pertahanan tim pra-PON Jateng, namun kerap terbentur rapatnya tembok pertahanan. Dan, hingga wasit mengakhiri babak pertama, kedudukan 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19 tak berubah.

Memasuki interval kedua, kedua tim saling ngotot dan menyebabkan tensi permainan meninggi. Pada menit 59, peluang didapat Timnas U-19 lewat tendangan bebas yang dieksekusi Hargianto, namun bola hasil sepakannya masih menyamping di kanan gawang.

Pada menit 68, peluang emas didapat pasukan Garuda Jaya. Diawali aksi Ilham Udin di sisi kanan pertahanan tim pra-PON Jateng, bola kemudian tinggal dituntaskan oleh David Maulana. Sayang, dia gagal menuntaskannya dengan baik, sehingga skor belum berubah.

Selanjutnya, tim Garuda Jaya masih mencoba melakukan serangan demi serangan untuk menambah keunggulan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, kedudukan tetap sama, 1-0 untuk kemenangan Timnas U-19.

Dengan hasil tersebut, Timnas U-19 masih sempurna dalam menjalani rangkaian Tur Nusantara ini. Sebelumnya, mereka menang 3-1 atas PSS Sleman, menang 2-0 atas Persiba Bantul dan menang 3-2 atas tim Pra-PON Daerah Istimewa Yogyakarta. (vv/zamrudtv)

Kamis, 06 Februari 2014

Timnas U-19 Hajar Persiba Bantul Dua Gol Tanpa Balas

Tim nasional Indonesia U-19 semakin garang, terbukti tanpa kesulitan mengalahkan klub Liga Super Indonesia (ISL), Persiba Bantul. Pada laga hari Rabu, 5 Februari 2014, tim asuhan Indra Sjafri menang dengan skor meyakinkan 2-0.

Gol perdana anak asuh Indra Sjafri ini diciptakan pemain depan Muchlis Hadi Ning pada menit 15. Gol tercipta berkat umpan trobosan yang diberikan Zuliandi. Tinggal berhadapan dengan kiper akhirnya bola diceploskan dibagian kiri gawang Persiba Bantul yang di kawal oleh Aris Kuswanto. Kedudukan 0-1 untuk Timnas U-19.

Unggul 0-1 Evan Dimas tak mengendorkan serangan. Berawal dari kesalahan kiper Persiba Bantul yang ingin mengumpan bola kepada pemain belakang di sektor kanan pertahan Persiba, justru bola dapat direbut oleh Evan.

Dengan skill yang dimiliki, Evan Dimas berhasil lolos dari pengawalan pemain belakang Persiba dan tinggal berhadapan dengan kiper. Sepakan keras di pojok kiri gawang Persiba membuat kedudukan berubah 0-2 untuk, yang bertahan sampai turun minum.

Pada paruh kedua, Persiba masih tak bisa berbuat banyak menghadapi penguasaan bola Timnas U-19. Tuan rumah sendiri sesekali membuat peluang lewat serangan balik cepat.

Kesempatan terbaik untuk Garuda Jaya tercipta lewat pergerakan Zulfiandi dan Muchlis. Keduanya sempat sudah berhadapan dengan kiper. Sayang, sepakannya masih gagal menemui sasaran. Skor 2-0 bertahan sampai peluit panjang.

Dengan hasil ini, Timnas U-19 meraih kemenangan dalam kedua laga Tur Indonesia mereka. Sebelumnya, Evan Dimas cs menang 3-1 atas klub Divisi Utama, PSS Sleman.

Susunan Pemain:
Persiba: Ari Kuswanto (GK) (M. Yasir 27′), Rico, Romy, Suni, Iner Sontany, Ugiek Sugianto, Isak Konon, Arwin (C), Heru Kuswanto, Alfian Rabda (Solehudin 39′), Majid Mony

Timnas U-19: Awan Setho (GK), Putu Gede, Hansamu Yama, M. Fatchurohman, M. Sahrul, Evan Dimas (C), M. Hargianto, Zulfiandi, Dinan Yahdian, Ilham Udin, Muchlis Hadi Ning (vv/zamrudtv.com)

Sabtu, 21 Desember 2013

Thailand Waspadai Tiga Pemain Indonesia

Walau negeri Gajah Putih Thailand pernah mengalahkan Indonesia 4-1 dalam penyisihan grup B cabang sepakbola Sea Games 2013, ternyata Thailand was-was juga dengan pergerakan pemain Indonesia. Thailand mengaku mengantongi tiga nama yang mereka waspadai di timnas Indonesia.

Ketiga pemain yang ditakuti Thailand itu adalah para pemain belakang. Salah satunya adalah Andri Ibo. Andri Ibo sendiri, jarang diturunkan pelatih Rahmad Darmawan.

Ibo adalah pencetak gol satu-satunya bagi Indonesia saat melawan Thailand. Namun Ibo juga melakukan kesalahan dengan membuat blunder saat melawan Thailand.

Dua pemain lain yang disebut Thailand sebagai ancaman adalah Alfin Tuasalamony dan Diego Michiels. "Indonesia dipimpin oleh Alfin Tuasalamony, Diego Michiels, dan Andri Ibo yang berpotensi jadi ancaman bagi Thailand," tulis laman Bangkok Post. (tim/zamrudtv.com)

Pelatih Timnas U-23 Menatap Emas Sea Games 2013

Bertanding di partai final cabang sepakbola Sea Games 2013 Myanmar, ternyata belum cukup bagi pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan. RD meninginkan medali emas dalam cabang bergengsi di pesta olahraga negara-negara Asean itu.

"Final saja tidak cukup," kata Rahmad di Naypyitaw, Jumat (20/12).

Menurut Rahmad Darmawan, masyarakat Indonesia menuntut timnya bisa meraih juara dan merebut medali emas. Tuntutan itu sesuai dengan target pengurus PSSI dan Badan Tim Nasional kepada RD.

Lawan yang dihadapi Garuda Muda di final sepakbola Sea Games adalah Thailand. Dalam penyisihan grup, Thailand pernah mengalahkan Indonesia dengan skor telak 4-1.

RD tidak sedikitpun gentar dengan hasil sebelumnya. Ia optimistis bisa membalaskan kekalahan itu.

RD sudah mempelajari gaya permainan tim berjuluk Gajah Putih itu. Thailand diakuinya memiliki transisi permainan yang cepat dari bertahan ke menyerang. Berkaca dari pertemuan pertama melawan Thailand, Kamis (12/12), RD kini meminta anak asuhnya tak lagi bermain terbuka.

Partai final SEA Games 2013 melawan Thailand akan dilakukan di Stadion Zeyar Thiri, Sabtu (21/12) malam. Jika Indonesia mampu mengalahkan Thailand dan merebut medali emas, maka Indonesia akan mengakhiri puasa gelar juara sepakbola Sea Games selama 22 tahun. (tim/zamrudtv.com)

Jumat, 20 Desember 2013

Selangkah Lagi Indonesia Juara Sea Games Myanmar

Selangkah lagi, tim nasional Garuda Muda memenuhi targetnya merebut emas sepakbola di SEA Games ke-27 di Myanmar. Hal itu setelah Indonesia mengalahkan Malaysia di babak semi final dalam adu pinalti dengan skor 4-3 setelah babak normal skor 1-1.

Para partai final, Sabtu (21/12), Indonesia berjumpa dengan Thailand. Thailand melangkah ke final setelah mengalahkan Singapura di semifinal dengan skor 1-0. Thailand sendiri pernah mengalahkan Indonesia di babak penyisihan grup dengan skor 4-1.

Duel dengan Thailand juga jadi partai klasik, mengingat Indonesia punya rekor buruk atas negara itu. Thailand kerap jadi batu sandungan pada berbagai kejuaraan di level Asean.

Rahmad menyebut, menghadapi partai final, banyak perbaikan yang dilakukan. Dia optimis dan tetap menargetkan emas. Terakhir kali Indonesia meraih emas pada SEA Games 1991. (tim/zamrudtv.com)

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.