Selasa, 02 September 2025

Sepak Bola Indonesia: Masa Lalu, Tantangan Kini, dan Harapan Masa Depan

Sepak bola Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Dengan jutaan penggemar setia di seluruh pelosok negeri, sepak bola telah menjadi olahraga paling populer di Tanah Air. Mulai dari pertandingan antar kampung hingga Liga 1, gairah masyarakat terhadap si kulit bundar selalu membara.

Sejarah Singkat Sepak Bola Indonesia

Sepak bola di Indonesia memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) didirikan pada 19 April 1930 dan menjadi simbol perlawanan serta kebanggaan nasional. Indonesia juga pernah mencatat sejarah sebagai negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia 1938 (saat itu bernama Hindia Belanda).

Namun, perjalanan sepak bola Indonesia tak selalu mulus. Konflik internal, korupsi, dan dualisme liga sempat menghambat kemajuan olahraga ini.

Kondisi Sepak Bola Indonesia Saat Ini (2025)

  • Liga 1 semakin kompetitif – Klub-klub seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar meningkatkan kualitas manajemen dan pemain.
  • Regenerasi Timnas Indonesia – Pemain muda seperti Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner menjadi tulang punggung masa depan.
  • Investasi dan Infrastruktur – Klub mulai dibenahi secara profesional, termasuk pengembangan akademi dan fasilitas latihan.

Tantangan Sepak Bola Indonesia

  1. Kualitas Manajemen Klub – Masih banyak klub yang belum dikelola secara profesional.
  2. Wasit dan Fair Play – Keputusan kontroversial kerap terjadi.
  3. Kericuhan Suporter – Kekerasan antar suporter masih mencoreng citra sepak bola Indonesia.
  4. Pembinaan Usia Dini – Masih belum merata di seluruh wilayah.

Arah dan Harapan Sepak Bola Indonesia ke Depan

1. Pembinaan Usia Dini yang Konsisten

SSB dan akademi sepak bola harus terus dikembangkan agar lahir generasi emas sepak bola Indonesia.

2. Modernisasi Liga dan Klub

Profesionalisme dalam manajemen klub serta transparansi finansial harus menjadi prioritas.

3. Digitalisasi dan Fan Engagement

Klub harus membangun hubungan dengan suporter melalui media sosial, konten kreatif, dan penjualan merchandise resmi.

4. Stabilitas Kepengurusan PSSI

Visi jangka panjang dan konsistensi dalam kepemimpinan PSSI sangat diperlukan agar pembangunan tidak terhambat.

Rekomendasi untuk Netizen Pecinta Sepak Bola Indonesia

  • Dukung dengan Positif – Jadilah suporter yang membangun dan tidak menyebarkan kebencian.
  • Kritis Tapi Membangun – Kritik yang sehat sangat diperlukan untuk perbaikan.
  • Dukung Produk Lokal – Tonton pertandingan secara legal dan beli merchandise resmi klub.

Kesimpulan

Sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat Asia bahkan dunia. Dengan sinergi antara PSSI, klub, pemain, suporter, dan netizen, masa depan cerah sepak bola nasional bukan hal yang mustahil. Mari kita bangun sepak bola Indonesia bersama!

Kata Kunci Terkait:

Sepak bola Indonesia, Liga 1, Timnas Indonesia, sejarah sepak bola Indonesia, masa depan sepak bola Indonesia, suporter Indonesia, PSSI, akademi sepak bola, pemain muda Indonesia

Kamis, 09 April 2020

Alfath Faathier: Bek Persija Menikah di Saat Wabah Covid-19 Melanda

RIAUCRIME (RC) –Bek Persija Jakarta, Alfath Faathier tidak mengurungkan niatnya untuk melangsungkan pernikahan meski sedang dalam situasi Pandemi Corona.

Indonesia saat ini sedang dilanda pandemi virus Corona.

Namun hal itu tidak menyurutkan niat bek milik Persija, Alfath Faathier untuk melangsungkan pernikahannya.

Wanita yang berhasil membuat hati Faathier luluh adalah Ratu Rizky Nabila.

Keduanya melangsungkan akad nikah pada Minggu pagi di daerah Jakarta Selatan.

Sayangnya mereka tidak bisa mengadakan acara resepsi karena saat ini sedang dalam wabah COVID-19.

Namun, meskipun tidak bisa mengadakan resepsi, Faathier merasa terharu dengan antusiasme para pendukung Persija yang biasa dipanggil Jakmania.

“Antusiasme Jakmania luar biasa dan membuat kami terharu sekaligus bahagia,” terang Faathier dilansir laman resmi .

Dirinya berharap dapat menjadi imam yang baik dan dengan menikah bisa lebih konsisten dalam pekerjaanya sebagai pemain sepak bola.

“Harapannya saya ingin menjadi imam yang baik, semakin konsisten pada pekerjaan dan mudah-mudahan segera diberikan momongan,” pungkasnya.

Alfaht Faathier sendiri baru bergabung dengan Persija pada awal musim 2020 setelah didatangkan dari Madura United.

Sayangnya dari dua laga Liga 1 2020 yang sudah dijalani tim berjuluk Macan Kemayoran ini Faathier masih belum mendapatkan kesempatan unjuk gigi.

Dan tampaknya pemain asal Purwakarta, Jawa Barat ini harus bersabar lebih lama mengingat Liga 1 2020 sedang dihentikan setidaknya hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Sumber : http://riaucrime.com/2020/04/bek-persija-menikah-di-saat-covid-19/

Senin, 23 Maret 2020

Virus Corona Juga Menyerang Pemain Bola

Seperti yang dikutip dari situs lipuran6.com, wabah virus corona menyerang siapa saja termasuk pemain bola. Yang mengakibatkan sejumlah pertandingan terpaksa digelar tanpa penonton bahkan dibatalkan.

Beberapa orang insan bola seperti petinggi, pelatih dan pemain bola telah diserang virus corona pertama kali ditemukan di Tiongkok. Dan pelatih Arsenal, Mikel Arteta adalah insan sepak bola yang pertama kali terindikasi dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Berikut daftar insan sepak bola yang terjangkit virus corona :
Serie A
Daniele Rugani (Juventus)
Blaise Matuidi (Juventus)
Paulo Dybala (Juventus)
Manolo Gabbiadini (Sampdoria)
Omar Colley (Sampdoria)
Albin Ekdal (Sampdoria)
Antonino La Gumina (Sampdoria)
Morten Thorsby (Sampdoria)
Fabio DePaoli (Sampdoria)
Bartosz Bereszynski (Sampdoria)
Germán Pezzella (Fiorentina)
Patrick Cutrone (Fiorentina)
Dusan Vlahovic (Fiorentina)
Mattia Zaccagni (Verona)

Liga Lainnya
Bundesliga:
Timo Hübers (Hannover)
James Horn (Hannover)
Premier League:
Mikel Arteta (Arsenal, manajer)
Callum Hudson Odoi (Chelsea)
La Liga:
Ezequiel Garay (Valencia)
Eliaquim Mangala (Valencia)
Jose Gaya (Valencia)
Jonathas de Jesus (Elche)
Wu Lei (Espanyol)

Liga Tiongkok:
Marouane Fellaini (Shandong Luneng)

Sumber :
https://www.liputan6.com/bola/read/4208794/daftar-terbaru-pesepak-bola-yang-terjangkit-virus-corona-covid-19-fellaini-hingga-eks-bos-real-madrid


Dan berita lain yang dilansir dari detiksport, pesepakbola di Eropa Lee Duffy yang masih berumur 28 tahun bermain di Newry City AFC sebuah klub dari NIFL CHampionship di Irlandia Utara.

Duffy bercerita, dua minggu lalu dia diuji untuk Covid-19 dan hasilnya positif. Duffy positif terinfeksi virus Corona.

"Saya sangat takut dan tidak tahu apa yang akan terjadi," ungkapnya.

Dia pun dirawat di rumah sakit dan menjalani perawatan. Beruntung, kini kondisinya terus membaik.

Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-4949842/pemain-bola-yang-kena-virus-corona-rasanya-sesak

Nah, wabah virus corona dapat menyerang siapa saja, diharapkan kepada masyarakat Indonesi untuk lebih waspada dan ikuti anjuran Pemerintah dan jangan membandel. Hindari untuk sementara aktifitas berkumpul-kumpul yang tidak berguna.

Kamis, 04 Februari 2016

Chelsea Tantang Manchester City

LAGA akbar bakal terjadi di putaran kelima Piala FA, ketika dua raksasa Liga Primer Chelsea menantang Manchester City. Pertandingan akan dilangsungkan 20-21 Februari ini dengan the Blues sebagai tuan rumah dalam partai di Stamford Bridge itu.

Meski tertatih-tatih di Liga Primer, skuat Guus Hiddink itu menang mudah atas tim Championships Milton Keynes Dons 5-1, kemarin dini hari. Oscar mencetak hattrick, sedangkan Eden Hazard membukukan gol perdana musim ini dan satu lesakan lain dibuat oleh Bertrand Traore.

Ya Memang Begitulah Liga Indonesia

"Anggaran Rp7 miliar hingga Rp8 miliar hanya untuk operasional dan gaji pemain.
Ilham A Siradjuddin Mantan Wali Kota Makassar

BERAWAL dari kecintaannya kepada PSM Makassar, Suhardi Hamid rela bepergian mengikuti ke mana pun klub kesayangannya itu bertanding. Karena kegilaannya dengan klub berjuluk `Juku EJa' itu, Suhardi juga ditunjuk Wali Kota Makassar yang juga Ketua Umum PSM saat itu, Ilham Arief Siradjuddin, untuk menjadi asisten manajer keuangan PSM.

Selasa, 02 Februari 2016

Skuat Naga Mekes Diguyur Bonus Rp1 Miliar

KEBERHASILAN Mitra Kukar memenangi trofi Turnamen Piala Jenderal Sudirman berbuah bonus bagi skuat berjuluk ‘Naga Mekes’ itu. Bonus senilai Rp1 miliar menjadi milik Zulki? i Syukur dan kawan-kawan yang diserahkan bersaman dengan pesta rakyat, Sabtu (30/1) lalu.

Calon Bupati Kutai Kartanegara terpilih periode 20162021, Rita Widyasari, memberikan bonus Rp1 miliar dan diterima secara simbolis oleh kapten kesebelasan, Zulkifli Syukur. Bonus itu, kata Rita Widyasari, diperuntukan para pemain, pelatih, dan ofisial Mitra Kukar.

“Ini merupakan wujud rasa terima kasih dan rasa bangga saya. Mereka pantas mendapatkannya,” kata Rita.

Kesebelasan Mitra Kukar, lanjutnya, merupakan buah tangan dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani HR, yang tidak lain ialah ayah kandung Rita Widyasari, yang ingin memajukan persepakbolaan daerah dan membuat daerah itu terkenal.

Kapten Mitra Kukar Zulki? i Syukur mengaku senang dan bangga atas perhatian yang diberikan Rita Widyasari, pemerintah, suporter, serta masyarakat Kutai Kartanegara.

“Kemenangan ini berkat dukungan semua pihak. Gelar juara ini untuk masyarakat Kutai Kartanegara,” kata Zulki? i Syukur.

Mitra Kukar berhasil keluar sebagai juara Piala Jenderal Sudirman 2016 setelah menum bangkan Semen Padang dengan skor 2-1, pada laga ? nal yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 24 Januari 2016.

Di pesta rakyat itu, ribuan warga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengarak Piala Jenderal Sudirman mulai Kecamatan Loa Kulu hingga berkeliling Kota Tenggarong yang diikuti iring-iringan panjang Mitman atau pendukung setia kesebelasan Mitra Kukar.

“Meski hanya sebuah turnamen, ini patut disyukuri dan tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara, sebab pesertanya ialah tim-tim besar di Tanah Air. Kini Mitra Kukar sudah mulai diperhitungkan,” kata Ketua Umum Mitra Kukar, Endri Erawan.

(Ant/R-1) Media Indonesia, 1 Februari 2016, Halaman 15

Selasa, 12 Januari 2016

Juventus Mulai Bidik Puncak Klasemen

UNTUK pertama kalinya sejak Seri A 2015-16 bergulir, Juventus akhirnya memiliki kesempatan untuk menduduki puncak klasemen. Saat menjamu Hellas Verona di Juventus Stadium malam nanti, tuan rumah ingin memperpanjang catatan kemenangan menjadi delapan kali beruntun.

Senin, 16 Februari 2015

Kejutan Berlanjut di Piala Afrika

TIDAK berlebihan sepertinya jika Afrika disebut gudangnya pemain berbakat. Alhasil, menentukan tim favorit di Benua Hitam itu pun tidak mudah.

Hal itu bisa dilihat dari setiap perhelatan Piala Afrika. Drama dan kejutan hampir selalu tersaji, termasuk di Piala Afrika 2015.

Keberhasilan Guinea Ekuatorial dan Republik Demokratik Kongo melaju ke final turnamen tersebut bisa menjadi bukti.

Terlepas dari kejadian kontroversial yang mengiringi kesuksesan Guinea Ekuatorial, keberhasilan tuan rumah maju ke babak empat besar turnamen dua tahunan itu layak diacungi jempol.

Guinea Ekuatorial maju ke semifinal setelah menyingkirkan Tunisia 2-1 di babak perempat final. Dalam duel di Estadio de Bata, kemarin, tersebut, Tunisia sempat memimpin lebih dulu lewat gol Ahmed Akaichi (70').

Namun, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti kontroversial yang dieksekusi Javier Balboa (90'). Laga pun harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu (102') Balboa kembali mencetak gol dan sekaligus memastikan kemenangan timnya. Selanjutnya mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Ghana dan Guinea.

“Saya bisa mengerti jika para pemain dan penggemar Tunisia marah dengan kekalahan itu,“ tukas arsitek Guinea Ekuatorial, Esteban Becker.

Dalam laga lainnya, RD Kongo juga harus berjibaku untuk mendapatkan tiket ke semifinal.

Saat menghadapi Kongo, RD Kongo sempat tertinggal 0-2 lebih dulu lewat gol Ferebory Dore (55') dan Thievy Bifouma (66'). Namun, RD Kongo mampu bangkit dan berbalik unggul 4-2 lewat gol Dieumerci Mbokani (65', 91'), Jeremy Bokila (75'), dan Joel Kimwaki (81'). Di semifinal, RD Kongo akan menghadapi Pantai Gading atau Aljazair. (AFP/AP/Sat/R-4). Media INdonesia, 2 Februari 2015, Halaman 15
















Jumat, 16 Januari 2015

Pemain Muda Barcelona Unjuk Bukti

SKUAT muda Barcelona yang tergabung dalam Barcelona B unjuk gigi di leg kedua 32 besar Copa del Rey, kemarin dini hari. Mereka membantu skuat utama untuk mencukur Huesca 8-1 di Nou Camp sehingga Blaugrana melenggang ke 16 besar dengan agregat kemenangan 12-1.

Pemain-pemain, seperti Jordi Masip, Sergi Roberto, Sergi Samper, Rafinha, Munir, Sandro Ramirez, dan Adama Traore bergantian merumput di laga itu. Nama terakhir bahkan membuat gol debutnya bersama tim utama hanya 4 menit setelah turun dari bangku cadangan menggantikan Munir.

“Saya berterima kasih kepada Luis Enrique atas kesempatan ini. Merupakan kehormatan bagi pemain muda mana pun bisa berbagi ruang ganti dengan pemain kelas dunia,“ ujar striker berusia 18 tahun yang mencetak gol di menit ke-78 itu.

Traore hanyalah satu dari tiga pemain Barcelona B yang mencatatkan nama di papan skor malam itu. Selain anak muda kelahiran Spanyol tersebut, Sergi Roberto terlebih dahulu menceploskan satu bola di menit ke-29.

Rekannya yang lain, Sandro Ramirez, membuat gol penutup 7 menit sebelum bubaran. Tiga gol penerus Lionel Messi dkk itu menggenapkan lesakan lain yang dibuat seniornya seperti Pedro (20', 26', 43'), Andres Iniesta (39'), dan Adriano Correira (68').

Tim tamu sempat mencuri gol 4 menit sebelum peluit akhir berbunyi lewat Carlo Moreno. Itu menjadi satu-satunya gol yang bersarang di jala Barca dalam dua leg 32 besar Copa del Rey setelah laga pertama di kandang Huesca berakhir 4-0 untuk tim Catalan.

Pelatih Luis Enrique memuji penampilan anak-anak asuhnya termasuk lini belakang yang kebobolan di menit-menit akhir. Menurutnya, performa seperti itu sudah sangat maksimal dan ia merasa tidak bisa meminta lebih. “Sulit membayangkan permainan kami yang lebih baik dari ini. Secara mental, sikap, dan pertahanan, kami sangat kuat,“ ujar mantan juru taktik AS Roma itu.(AP/Ash/R-1) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 26

Selasa, 13 Januari 2015

Saatnya Thailand Akhiri Puasa Gelar

THAILAND berpeluang untuk kembali menjadi juara Piala AFF. Terakhir tim `Negeri Gajah Putih' itu untuk menjadi kampiun 12 tahun lalu (2002) dengan mengalahkan Indonesia di final lewat adu penalti.

Kali ini skuat Kiatisuk Senamuang itu memiliki skuat yang lebih baik ketimbang Malaysia yang akan dihadapi di babak final.
Leg I akan berlangsung di Stadion Rajamangala, hari ini. Laga kedua akan digelar di Stadion Bukit Jalil, Sabtu (20/12).

“Kami ingin kembali memenangi gelar juara untuk mengakhiri puasa gelar selama 12 tahun. Kami hanya dua pertandingan lagi dari mendapatkan gelar juara. Jadi, kami akan berlatih keras untuk laga final,“ ujar Kiatisuk kepada Bangkok Post.
Untuk mendongkrak semangat tim, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) akan mengguyur pemain dengan bonus sebesar US$701 ribu (Rp8,8 miliar) jika menjadi juara.

Jika melihat statistik, Kiatisuk--yang seangkatan dengan Kurniawan Dwi Yulianto -mempunyai catatan bagus saat bertemu Malaysia ketika menjadi pemain atau pelatih.Pelatih `Harimau Malaya' Dollah Salleh pun tahun hal itu.
Saat masih menjadi pemain Thailand pada 1992-2007, Kiatisuk empat kali bertemu dengan Malaysia. Dari semua pertemuan itu, ia tak pernah kalah dengan rincian dua kali kemenangan dan dua hasil imbang. Tak cuma itu, Kiatisuk selalu mencetak gol saat Thailand berhadapan dengan Malaysia. Salah satu gol Kiatisuk ke gawang Malaysia berbuah gelar juara Piala AFF pada 1996.

Saat menjadi pelatih, tuah bagus atas Kiatisuk atas Malaysia masih terus berlanjut. Di laga fase grup Piala AFF 2014, Thailand menang 3-2 saat berhadapan dengan Malaysia. Gol Adisak Kraisorn di menit-menit akhir menjadi penentu kemenangan. Setelah mengetahui catatan bagus tersebut, Dollah Salleh ingin mengakhiri catatan apik sang mantan striker itu.

“Kiatisuk mempunyai target sendiri. Ia mempunyai rekor bagus saat melawan Malaysia, tapi saya percaya bahwa kami bisa menghentikannya dan tim besutannya agar tidak men cetak sejarah,” kata Dollah di Malaysian Digest. “Ini bukanlah hal yang mudah, tapi tak ada yang tidak mungkin di sepak bola. Tentu saja, pertandingan di Bangkok akan sangat berat,” imbuhnya.

Dalam duel nanti Dollah tidak akan mengubah susunan pemain saat melawat ke markas Thailand. Beberapa pergantian pemain dilakukan Dollah Salleh saat melakoni leg II yang dimainkan di Stadion My Dinh, Kamis (11/12), melawan Vietnam. Contohnya, kiper Khairul Fahmi digantikan Mohammad Farizal Marlias. Selain itu, Safee Sali ditepikan dan digantikan Indra Putra Mahayuddin. Dengan komposisi pemain baru itu, Malaysia bisa tampil oke. (AFP/AP/Era/R-4) Media Indonesia, 17/12/2014, halaman 28

Ander Herrera Diduga Terlibat Suap

Para pengatur skor pertandingan bisa dihukum hingga empat tahun jika terbukti bersalah. Harian berbahasa Spanyol Marca menyebutkan jika kasus tersebut sampai ke pengadilan dan yang dituduh terbukti bersalah, mereka bakal terancam hukum penjara hingga empat tahun.

DUGAAN pengaturan skor tidak hanya terjadi di Liga Indonesia dan Seri A. Kali ini kasus itu menghantam La Liga yang menjadi salah satu kompetisi terbaik di dunia bersama dengan Liga Primer.

Mereka yang diduga terlihat ialah mantan pemain Real Zaragoza yang kini bermain untuk Manchester United Ander Herrera, Gabi (kini kapten Atletico Madrid), pelatih Zaragoza asal Meksiko Javier Aguirre (kini pelatih timnas Jepang), dan mantan Presiden Klub Zaragoza Agapito Iglesias.

Kasus itu sudah digulirkan sejak akhir September 2014. Ketika itu, Herrera masih berstatus saksi. Dari catatan pengadilan yang didapat, jaksa Spanyol menyatakan para pemain dan staf telah menyerahkan uang ratusan ribu euro kepada pemain Levante agar Zaragoza bisa menang di pertandingan terakhir musim itu dan terhindar dari degradasi.

Jaksa mengatakan Zaragoza membayar 965 ribu euro melalui rekening bank pemain, staf, dan pelatih tertentu. Para penerima menarik uang tersebut kemudian memberikan kepada pemain Levante sebagai sogok agar mengalah.

Zaragoza ketika itu menang 2-1 atas Levante yang posisinya sudah aman dari degradasi dengan dua gol kapten Gabi Fer nandez.
Harian berbahasa Spanyol Marca menyebutkan jika kasus tersebut sampai ke pengadilan dan yang dituduh terbukti bersalah, mereka bakal terancam hukum penjara hingga empat tahun. “Direktur, pelatih, dan para kapten tim sepakat dengan persetujuan pemain lainnya untuk mengatur hasil pertandingan,” demikian tuduhan jaksa. Berkas tuduhan jaksa kemarin sudah disampaikan ke hakim pengadilan di Valencia. Hakim akan memutuskan apakah akan dilakukan investigasi yudisial resmi atau tidak.

Gabi pernah dikonfi rmasikan soal itu Oktober lalu dan membantah telah terjadi pengaturan skor. Saat itu ia beralasan pembayaran itu bonus dan ia telah mengembalikannya setelah disarankan klub beberapa hari kemudian. Seri A Dari Seri A, setelah skandal Calciopoli pada 2006 yang mengguncang kompetisi Italia, kini tuduhan miring soal pengaturan skor kembali terjadi. Laga antara Genoa dan AS Roma di Luigi Ferraris, Minggu (14/12), diduga diatur mafia.

Ialah Presiden Genoa Enrico Preziosi yang pertama kali melontarkan tuduhan itu. Ia menduga kemenangan Roma tidak bersih dan kartu merah yang diterima Mattia Perin juga sudah direncanakan sejak awal. “Insiden kartu merah berpengaruh besar. Saya kecewa dengan keputusan arogan wasit. Saya pikir sudah banyak kejadian di Roma. Saya tak suka hal-hal seperti ini terjadi di sepak bola,“ sindir Preziosi dilansir Football Italia. Namun, pernyataan Preziosi dibantah Direktur Umum Roma Mauro Baldissoni. Menurut Baldissoni, kemenangan Roma lebih disebabkan faktor teknis.

Baldissoni juga kecewa dengan pernyataan Preziosi yang menyudutkan klubnya. Meski begitu, Baldissoni mengaku sudah memaafkan sikap Preziosi. “Saya yakin dia hanya salah bicara karena kecewa. Itu juga pasti ungkapan dari emosi sesaat saja. Kemenangan Roma sebenarnya lebih disebabkan kami superior di atas lapangan.“ (AP/AFP/R-4) Media Indonesia, 17/12/2014, halaman 28

Senin, 05 Januari 2015

Spurs Langsung Fokus ke Kompetisi Lokal

TIDAK ada yang lebih mengecewakan bagi seorang pelatih selain melihat tim besutannya kalah. Apalagi jika kekalahan itu juga akibat faktor eksternal. Perasaan itulah yang kini dialami arsitek Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino seusai timnya dipaksa takluk 0-1 oleh Besiktas pada laga terakhir babak penyisihan Grup C Liga Europa di Ataturk Olympic Stadium, kemarin.

Memang kekalahan itu tidak menghalangi langkah the Lilywhites untuk melangkah ke babak 32 besar lantaran tiket tersebut sudah mereka segel sejak jauh-jauh hari. Namun, ambisi mereka untuk menjadi juara grup pupus sudah. Spurs harus puas finis di posisi kedua dengan 11 poin, defisit 1 angka dari Besiktas.Itu artinya mereka harus siap menghadapi lawan tangguh di fase knock-out nanti.

“Saya benar-benar kecewa (dengan kekalahan itu) karena kami tampil begitu dominan. Tapi inilah sepak bola.Anda harus mencetak gol ketika Anda punya peluang dan mendominasi,“ cetus Pochettino. “Sebab dalam laga 1 menit di babak kedua pun bisa mengubah pertandingan.Padahal saya pikir kami layak mendapatkan yang lebih,“ imbuhnya.

Dalam laga tersebut, Spurs memang tampil dominan.Hasil statistik menunjukkan Spurs menguasai bola seba nyak 62 persen. Itulah yang membuat Mouricio meradang.Ditambah lagi lampu stadion sempat dua kali mati sehingga laga sedikit mengganggu konsentrasi mereka. Satu-satunya gol kemenangan tuan rumah dicetak Cenk Tosun (59').

Meski kecewa, Mouricio tidak mau terlalu berlamalama meratapi kekalahan itu.Ia bahkan langsung meminta para pemainnya untuk fokus menghadapi kompetisi domestik. “Untuk saat ini kami berhenti memikirkan Liga Europa. Kami harus fokus menghadapi Liga Primer dan Piala Liga. Baru Februari nanti kami memikirkan kompetisi itu lagi,“ tukasnya.

Sementara itu, juara bertahan Sevilla juga memastikan tiket ke babak 32 besar. Mereka tampil sebagai runner-up Grup G setelah mengalahkan Rijeka 1-0 lewat gol Denis Suarez (20'). “Sejak awal tujuan kami memang memenangi pertandingan dan menyegel tiket ke babak 32,“ cetus arsitek Sevilla Unai Emery. (AP/AFP/ Mln/R-1) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 21

Sabtu, 27 Desember 2014

Persib di Jalur Sulit

Walau kecil, peluang lolos ke putaran final tetap ada. Kepercayaan diri dan determinasi bisa menjadi faktor penentu. AMBISI Persib Bandung untuk bisa lolos ke putaran final Liga Champions Asia mendapat tantangan berat. Hasil undian yang dilakukan kemarin menempatkan juara Indonesia Super League (ISL) 2014 tersebut harus menghadapi lawan-lawan berat di babak kualifikasi.

Di babak kualifikasi kedua, Persib yang berada di zona timur akan menghadapi tim asal Vietnam Hanoi T&T pada 10 Februari 2015 mendatang. Jika lolos dari hadangan Hanoi T&T, `Maung Bandung' akan menjajal peringkat ketiga K-League FC Seoul pada 17 Februari untuk memperebutkan tiket ke putaran final.

Dialog untuk Mencegah Bentrokan

UNTUK mencegah berulangnya aksi bentrokan antar suporter klub sepak bola, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar dialog rutin dengan organisasi suporter yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama.

Juru bicara Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, dengan adanya dialog, segala keluhan kelompok suporter bisa segera ditampung sehingga menjadi upaya preventif agar bentrokan antar suporter yang menjadi tren selama satu dekade persepakbolaan Indonesia bisa dihilangkan.
“Kita enggak mau setelah ada kejadian bentrokan baru kita berupaya mendamaikan. Namun, kita coba untuk menjaring aspirasi para suporter ini dengan menggelar pertemuan rutin. Mungkin nanti kita akan undang satu per satu agar bisa diakomodasi apa yang menjadi keluhan,“ kata Gatot dalam Diskusi Kamisan Kemenpora bertajuk Harmonisasi Suporter di Kompleks Kemenpora, Jakarta, kemarin.

Direktur Members & Development PSSI Budi Setiawan mengatakan pada 2005 Badan Liga Indonesia (BLI) menerbitkan aturan soal suporter dalam manual liga. Namun, aturan tersebut hanya bertahan selama setahun karena dalam Statuta FIFA tidak diatur mengenai suporter. Meski demikian, FIFA dan PSSI punya kewenangan soal keamanan dan keselamatan pertandingan yang menyangkut suporter.

“Yang perlu diwaspadai justru motivasi atau motif antarsuporter. Apakah itu didasari pada murni pertandingan sepak bola atau ditunggangi orang-orang yang mencari identitas?

Orang-orang ini di Eropa biasa disebut sebagai hooligan atau suporter garis keras,“ kata Budi. Anggota Komite Media PSSI Eddy Lahengko menambahkan agar Menpora Imam Nahrawi agar tidak terjebak dengan isu desakan dari Forum Diskusi Suporter Indonesi (FDSI) untuk membekukan PSSI lantaran emosi sesaat.

“Kita harus tahu aturannya bahwa yang berhak membekukan asosiasi sepak bola di sebuah negara ialah FIFA. Jika pemerintah terlalu jauh intervensi PSSI, justru FIFA yang akan membekukan. Jika ini terjadi, PSSI dibekukan, kompetisi akan terhenti. Kompetisi semua jenjang, dari usia muda sampai profesional yang tengah berjalan akan terhenti. Pembinaan usia muda akan mandek. Kasihan anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat mereka akan terhenti,“ ujar Eddy. (Gnr/Sat/R-1) Media Indonesia, 12/12/2014, halaman 27

Selasa, 23 Desember 2014

Slemania Protes Komdis

KELOMPOK suporter PSS Sleman atau yang biasa disebut Slemania benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan PSSI yang tidak memberi sanksi kepada manajer tim berjuluk `Elang Super Jawa' tersebut, Supardjiono. Menurut mereka, sejatinya dialah otak di balik skenario kotor `sepak bola gajah' yang dipraktikkan PSS saat menghadapi PSIS Semarang pada semifinal Divisi Utama dua bulan lalu.

Namun, ketika para pemain, pelatih, dan bahkan tukang pijat klub dihukum Kodmis PSSI, Supardjiono justru melenggang bebas. Diungkapkan Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto, pihaknya akan segera membeberkan bukti-bukti keterlibatan Supardjiono.
“Kami sudah memiliki bukti terlibatnya Supardjiono. Kami punya rekaman pengakuan dari Ableh (Eri Febriyanto/ sekretaris tim PSS) dan salah seorang pemain mengenai aktor intelektual kejadian itu,“ ujar Lilik, kemarin.

Dari pengakuan Eri, lanjut Lilik, ia hanya korban. Faktanya Eri saat itu sedang berada di Kalimantan untuk menyaksikan pertandingan Martapura FC dan PSCS Cilacap. Untuk menguatkan alibi tersebut, Lilik menyebutkan telah memiliki bukti kuat seperti tiket pesawat dan tiket masuk stadion. “Kita akan kumpulkan lebih dahulu kemudian baru kita olah dan akan kita laporkan kepada Menpora untuk ditindaklanjuti,“ tandas Lilik.

Sementara itu, Komisi Disiplin Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi terhadap tiga klub Indonesia karena membocorkan data mengenai informasi transfer yang sangat rahasia di media sosial.

Seperti dikutip dari situs resmi FIFA, kemarin, Persebaya Surabaya dan Persires Bali Devata masing-masing disanksi denda 25.000 franch Swiss (Rp318 juta) karena memublikasikan data FIFA Transfer Matching System (TMS) melalui akun Twitter.
Adapun PSIS Semarang harus membayar dengan 15.000 franc Swiss (Rp190 juta) karena memublikasikan ulang isi Twitter tersebut. (Sat/R-4) Media Indonesia, 11/12/2014, halaman 27

Senin, 22 Desember 2014

Pelita Jaya Perkasa di Laga Perdana

PELITA Jaya Energi Mega Persada (PJ) melewati laga perdana di Seri II NBL Indonesia dengan baik. Bertanding di GOR C-Tra Arena Bandung, kemarin, PJ menundukkan NSH GMC GSBC Jakarta 87-66.

Bintang anyar Pelita Jaya, Adhi Pratama Prasetyo tampil menawan dalam laga kali ini.Ia memimpin rekan-rekannya dengan kontribusi 13 poin. Pemain yang direkrut dari Hangtuah Sumsel IM ini juga tampil atraktif dengan aksi two handed dunk bertenaga ketika kuarter kedua masih tersisa 6 menit 16 detik.

Selain penampilan menawan Adhi, kemenangan PJ tak lepas dari performa apik empat pemain lainnya. Dua pemain yang baru bergabung, Faisal Julius Achmad dan Amin Prihantono masing-masing berkontribusi 12 dan 11 poin. Ditambah pula dengan 11 poin dari Kelly Purwanto dan tambahan 10 poin dari Hendru Ramli.

Di kubu NSH, sumbangan poin didominasi R Azzaryan Pradhitya dan Raylly Pratama Putra Handoyo. Keduanya sama-sama mengemas 21 poin dalam laga ini. Raylly bahkan sukses membukukan double-double, menyusul tambahan 10 rebound.

Di laga lainnya, Satya Wacana ACA LBC Salatiga juga membuka seri II dengan mulus.Satya Wacana unggul tipis 72-69 atas tim langganan lolos playoff (Championship Series), Bimasakti Nikko Steel Malang.

Bagi Satya Wacana, ini adalah modal bagus untuk memulai Seri II Bandung. Kemenangan ini juga sedikit memangkas rekor pertemuan dengan Bimasakti di pentas NBL Indonesia.Ini adalah kemenangan ke-4 dari total 14 pertemuan dengan Bimasakti.
“Saya memang menekankan anak-anak agar selalu tampil maksimal untuk memetik kemenangan pada laga awal setiap seri agar mental tim terangkat pada laga selanjutnya,“ ujar Efri Meldi, Kepala Lelatih Satya Wacana.

Pelatih Bimasakti, Oei Akiat menyebut salah satu faktor penyebab kekalahan tim asuhannya kali ini adalah belu bisa tampilnya Yanuar Dwi Priasmoro. Kapten tim dan motor permainan Bimasakti tersebut masih dalam proses pemulihan cedera siku yang dialami.
“Tanpa Yanuar, kami belum bisa maksimal.Selain mesin poin andalan, dia juga berperan sebagai leader bagi pemain kami yang rata-rata masih muda,“ ungkap Akiat.

Pada laga lainnya, Stadium Jakarta ditundukkan CLS Knights Surabaya dengan 86-76.Adapun, Aspac Jakarta menang 64-55 atas tuan rumah Bandung Utama. (Mag/R-2) Media Indonesia, 11/12/2014, halaman 26

Kamis, 18 Desember 2014

Klub-klub ISL masih Tunggak Gaji Pemain

DI tengah persiapan klub-klub Indonesia Super League (ISL) menghadapi musim depan, kabar tidak mengenakkan menyeruak. Sejumlah klub dikabarkan masih menunggak gaji pemain mereka.

Seperti diumumkan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dalam rilis yang dikeluarkan kemarin, dari 22 kontestan ISL musim lalu, hanya 11 tim yang dipastikan sudah melunasi gaji pemain mereka. Delapan tim lainnya masih menunggak dan tiga tim lainnya masih dalam tahap konfirmasi.

Lebih ironis lagi, delapan tim yang masih menunggak tersebut ialah klubklub besar seperti Arema Cronus, Persija Jakarta, Mitra Kukar, dan Persebaya Surabaya. Bahkan, Pelita Bandung Raya yang tampil mengejutkan juga tercatat masih menunggak dua bulan gaji pemain mereka musim 2014.

Persija Jakarta dan Mitra Kukar menjadi tim yang paling banyak menunggak karena tercatat belum melunasi gaji para pemain mereka selama empat bulan. Sementara itu, Persebaya dan PSM Makassar menunggak tiga bulan, Pelita Bandung Raya (PBR), Persepam Madura United, dan Persiba Balikpapan menunggak dua bulan, sedangkan Arema satu bulan.

Tiga klub yang pembayaran pemain mereka masih belum jelas ialah Perseru, Persiba Bantul, dan Persela Lamongan. Sebaliknya, klub-klub yang tidak bermasalah dalam menggaji pemain mereka ialah Persib Bandung, Persipura Jayapura, Gresik United, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persik Kediri, Persijap Jepara, Barito Putera, Putra Samarinda, Persiram Rajaampat, dan Persita Tangerang.

“ Kami mengharapkan kerjasama kerja sama dari klub-klub yang masih mengalami kesulitan untuk melunasi gaji pemain mereka selama musim 2013/14 sebelum menyerahkan berkas verifikasi klub kepada pihak berwenang di PSSI untuk memulai musim baru 2015/16,“ demikian rilis APPI.

“Namun, kami juga memberi apresiasi bagi klubklub yang sudah melunasi pembayaran upah para pemain mereka dan berharap untuk terus berkomitmen dalam pemenuhan hak upah para pemain musim depan.

“Pada bagian lain, PSSI mengaku keberatan pada keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menyebut induk cabang olahraga nasional itu sebagai badan publik nonpemerintah dan diminta mau membuka laporan keuangan. Untuk itu, mereka akan melakukan banding.

“Yang jelas kami keberatan dengan keputusan ini. Kami akan melakukan banding, tapi kami akan lebih dulu berkomunikasi dengan Ketum PSSI (Djohar Arifin),“ tegas Direktur Legal PSSI Aristo Pangaribuan. (Sat/R-4) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 27

Rabu, 17 Desember 2014

PSSI Tolak Banding PSS Sleman

Sejatinya hukuman itu untuk memberikan efek jera kepada para pelaku `sepak bola gajah'. Namun, jangan pula PSSI terkesan tebang
pilih dalam memberi hukuman. “Saya merasa ke beratan dengan hukuman seu mur hidup. Saya tidak berbuat dan berharaplah hukuman itu bisa dikurangi.Semoga Bapak-Bapak di dalam dapat berpikir secara arif,“ cetus mantan pelatih PSS Sleman Herry Kiswanto pascapertemuan dengan Komisi

Banding (Komding) PSSI, Minggu (5/12) malam.
Namun, harapan mantan kiper timnas itu tinggal harapan. Komding PSSI secara bulat menolak pengajuan banding dan sebaliknya justru menguatkan keputusan Komisi Disiplin (Komdis).

Kepastian penolakan banding tersebut disampaikan langsung oleh anggota Komding Alfred Simajuntak kepada Media Indonesia. “Jadi prinsipnya empat anggota Komding telah mendalami seluruh berkas banding yang telah terjadi di `sepak bola gajah' dan memutuskan permohonan banding kami tolak dan menguatkan isi keputusan Komdis PSSI,“ tegas Alfred.

Penolakan permohonan banding yang telah diajukan pihak terhukum ini didasarkan kepada tidak adanya ruang dalam kode disiplin PSSI yang dapat meringankan hukuman para aktor `sepak bola gajah' tersebut. Apalagi Alfred menilai tidak ada niat dari kedua belah pihak untuk menghentikan dan memprotes janggalnya laga itu. Hal itu juga yang menjadi faktor pemberat hukuman.

“Tidak ada satu pun dari mereka ini setelah pertandingan menceritakan pertandingan yang janggal ini, malah kelihatan happy semua. Seharusnya mereka kalau tidak bersalah, ya mereka membuat surat protes kepada PSSI. Tapi kan nyatanya tidak ada niatan itu, bahkan hingga saat ini tidak ada seperti pernyataan penyesalan dari mereka,“ kata Alfred lagi.

Sebelumnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat para pelaku `sepak bola gajah' dalam pertandingan Divisi Utama antara PSS Sleman dan PSIS Semarang, termasuk Herry Kiswanto. Ia dihukum larangan seumur hidup berkecimpung di sepak bola Indonesia dan denda Rp200 juta.

Badan pimpinan Hinca Panjaitan itu memberi hukuman sangat berat dengan hukuman maksimal larangan berkecimpung di sepak bola selama seumur hidup. Ditambah pula hukuman denda berkisar mu lai Rp50 juta sampai Rp200 juta.Cari keadilan Penolakan banding hukuman Komisi Disiplin PSSI tentu memunculkan kekecewaan bagi para terhukum, tidak terkecuali Herry. Itu sebabnya pelatih berusia 59 tahun itu mengaku akan tetap mencari keadilan agar hukuman yang ia terima dapat dikurangi.

“Saya akan cari kebenaran menurut saya. Saya juga punya reputasi dan sepak bola adalah kehidupan saya. Saya tidak akan berhenti sampai saya melihat hukuman yang seadil-adilnya,“ ujarnya.
Mantan pemain timnas Indonesia era 80-an itu pun mengaku akan mengadukan nasibnya kepada Presiden jika tidak mendapat keadilan.

Ia juga mengancam akan mengembalikan medali yang diterimanya saat membela panji `Merah Putih', termasuk saat membantu timnas meraih medali emas di SEA Games 1987 silam.

“Saya juga pernah berbuat untuk negara ini kalau tidak ada pengurangan ya akan saya kembalikan lagi saja medali-medali yang pernah saya raih itu.

“Meski pengajuaan bandingnya ditolak, sejatinya Herry masih berpeluang lepas dari jeratan hukuman jika mendapat pengampunan dari ketua dan anggota Exco PSSI. “Ada jalan lain dengan pengampunan melalui Exco, tapi saya pikir ini pembelajaran bagi pemain kita akibat hukuman perilaku buruk itu berat,“ tutup Alfred. (R-4) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 27

Sabtu, 13 Desember 2014

Pemain Muda Real Madrid Tuai Pujian

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memuji Zinedine Zidane yang kini menjadi pelatih tim Real Madrid B.Buktinya beberapa pemain muda Madrid tampil oke saat ditampilkan pada leg kedua babak 32 besar Copa del Rey di Santiago Bernabeu, kemarin.

Hasilnya `El Real' menang 5-0 atas tim Segunda Division B (kasta ketiga Liga Spanyol) UD Cornella.Hasil itu membuat Madrid menang agregat 9-1.

Di babak 16 besar amat mungkin akan terjadi derby Madrid. Pasalnya, dini hari tadi Altetico Madrid diunggulkan untuk mengatasi perlawanan L'Hospitalet.

“Kami menuntaskan pertandingan dengan menggunakan enam pemain home grown dan itu hal yang bagus buat klub. Zizou (Zidane) bekerja dengan sangat baik. Dia punya karisma, pemain mendengarkannya, dan dia terus berkembang (sebagai pelatih),“ ucap Ancelotti.

“Kami akan mendapat keuntungan dari pertandingan seperti malam ini. Saya pikir para pemain seperti (Diego Javier) Llorente dan (Alvaro) Medran siap (untuk masuk tim utama). Secara bertahap, kerja Zidane bersama tim muda akan terbukti punya peran penting,“ tambahnya.

Dalam duel itu Don Carlo--julukan Ancelotti--menurunkan enam pemain Real Madrid B (tidak bersamaan). Mereka ialah kiper Fernando Pacheco, Diego Llorente, Javoer Munoz, Nacho, Alvaro Medran, dan Jese Rodriguez.

Hanya dua starter saat melawan Malaga (30/11), yakni Isco dan James Rodriguez, yang diturunkan Ancelotti dalam pertandingan kali ini.

Rodriguez jadi bintang dengan dua gol yang dia lesakkan. Tak kalah gemilang ialah Isco yang bikin satu gol dan mengkreasikan dua assist.Jese Rodriguez yang melakoni comeback setelah absen delapan bulan juga mencetak satu gol.

Kemenangan itu memperpanjang rentetan kemenangan Madrid bersama Ancelotti menjadi 17 laga beruntun.
Dengan jumlah kemenangan itu, Madrid hanya berjarak satu kemenangan lagi dari rekor yang dibu kukan Frank Rijkaard saat masih menangani Barcelona. Pelatih asal Belanda itu mencatatkan 18 kali kemenangan beruntun.

“Sebelumnya, kami tak pernah berpikir mengenai rekor. Kami akan terus melaju seperti ini,“ ucap Ancelotti di As.

Andai menang saat melawan Celta Vigo, Minggu (7/12), Madrid mempunyai kans besar untuk melewati rekor Rijkaard. (AFP/AP/Era/R-2) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 28

Selasa, 09 Desember 2014

Giliran PSS Ajukan Banding

UPAYA perlawanan terus dilakukan dua klub yang mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, yakni PSIS Semarang dan PSS Sleman. Sebelumnya, PSIS Semarang yang berniat melakukan banding dan kemarin giliran PSS Sleman akan melakukan hal serupa.
Diungkapkan tim Kuasa Hukum PSS Sleman bahwa pihaknya sudah melakukan penyempurnaan akhir memori banding yang akan diajukan ke Komisi Banding PSSI. Bahkan, mereka akan melakukan banding itu lebih cepat ketimbang PSIS.

“Semuanya sudah siap. Kami akan mengajukan memori banding itu besok (Rabu, 2/12),“ tegas ketua tim Kuasa Hukum PSS Sleman, Achiel Suyanto, di Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Ia menjelaskan banding tersebut diajukan untuk 24 penggawa PSS yang terkena hukuman Komdis. Jika banding ditolak, katanya, pihaknya akan menempuh cara lain. Salah satunya ialah dengan upaya peninjauan kembali (PK) atau meminta keputusan hak prerogatif ketua umum.
“Prinsipnya kami akan terus berusaha.Kami akan berusaha agar hukuman itu dikurangi,“ kata Achiel.

Ia menambahkan jika kedua hal tersebut juga tidak bisa, mereka akan mencari celah lain, yakni melalui BAORI atau Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia. Dia percaya peluang untuk lolos dari hukuman belum tertutup dan pintu masih terbuka lebar.

Sementara itu, Mantan Anggota Komisi Banding Triyandi Mulkan menyebut bahwa hukuman tersebut masih bisa lepas dari pemain jika banding diterima.Terlebih dalam kasus tersebut pernah ada pemain yang lolos dari hukuman seumur hidup setelah bandingnya diterima, yakni Pieter Rumaropen.

Sebelumnya, PSIS Semarang berniat melakukan memori banding ke Komding PSSI besok (Kamis, 4/12). Mereka telah menunjuk tim advokasi yang diketuai Khairul Anwar.

Tim advokasi itu ditugasi untuk meringankan sanksi yang di terima `Laskar Mahesa Jenar', juga menghapus hukuman kepada pihak-pihak yang tidak secara langsung ikut berperan. (AU/R-4) Media Indonesia, 03/12/2014, halaman 27

 
Berita Bola Terkini. Diberdayakan oleh Blogger.